
semua orang pun terdiam, Vita ingin sekali tertawa melihat reaksi semua orang mendengar suaminya.
"sayang berhenti menyombongkan diri mu, aku malu mendengarnya," kata Vita.
"maaf ya sayang, tapi berhentilah memeluk ayah mu seperti itu, aku cemburu melihatnya," kata Jimmy menarik istrinya dan memeluknya dengan posesif.
"hei anak menantu, dia itu putriku, kenapa kamu cemburu padahal aku ini mertuamu," kesal tuan Zein yang malah berebut Vita
"hentikan dulu, kalian berdua ini merepotkan, silahkan lanjutkan pestanya, nanti kalau mereka menikah kami pasti mengundang kalian semua," kata Vita.
akhirnya pesta berlanjut, Vita pun memilih duduk karena ngap, ya dia sedang hamil tujuh bulan.
mereka juga sempat berfoto bersama pengantin, dan Riana mengusap bedak dari pengantin agar Vita tidak sawan.
pukul dua belas siang acara berhenti sejenak untuk beristirahat, tuan Zein membawakan beberapa cemilan.
"ayah, apa ini, kenapa tak mengatakan jika ingin melamar Riana, bahkan putra kecilnya saja sudah memanggilmu ayah?" tanya Vita mencecar ayahnya itu.
"mungkin ayah terlalu suka hidup di sini? hingga lupa pada kita," tebak Jimmy yang menyuapi istrinya itu.
"hei apa yang kamu katakan, aku belum sampai sejauh itu, kami belum membicarakan semua ini," kata tuan Zein.
Vita pun merasa suka merasakan lemper isi ayam itu, ternyata sisa lemper yang baru dia gigit eh malah di makan suaminya.
"sayang itu enak..."
"maaf, habis aku juga pingin," jawab Jimmy
"tenang nyonya, biar aku ambilkan, kebetulan di belakang masih di panggang lempernya."
"uh terima kasih ibu sambung,hei adik ganteng, mulai sekarang panggil kakak Vita ya, ini kakak Jimmy," kata Vita pada Rio kecil.
"ayah dia kakak Rio?" tanya Rio di pangkuan tuan Zein.
"ayah mah pilih kasih, Rio di pangku aku gak pernah," kata Vita sedih.
"baiklah kemarilah," panggil tuan Zein yang memindahkan Rio ke satu kakinya yang lain.
"kamu mau apa, duduk di dini, biarkan Rio manja dengan ayah, kamu sudah punya aku, jadi diem," kata Jimmy.
__ADS_1
Vita pun ingin tertawa pasalnya suaminya itu tetap begitu cemburu meski itu adalah ayah dari Vita.
Riana membawa sepiring lemper yang baru matang, Vita terlihat menikmati.
"mbak Riana, ibu periasnya masih ada, sekalian aja kalian melakukan tunangan terlebih dahulu, dan pernikahannya di lakukan sebulan kemudian," kata Vita.
"apa? tapi nyonya, saya tak pantas untuk menjadi istri tuan besar," kata Riana dengan lirih.
"apa yang membuatmu merasa tak pantas mbak, jika ayah menyukai mu apa yang salah," kata Vita.
"tapi nyonya," kata Riana.
"hei wanita murahan, kembalikan anakku, kau ternyata lebih murahan dari yang dulu, Rio adalah darah daging ku, jadi kembalikan dia, aku yang akan membesarkannya dia mungkin akan kalian telantarkan saat kalian nanti akan punya anak sendiri," kata Nanang yang datang dengan sikap angkuhnya.
"apa yang kau bicarakan!" teriak tuan Zein.
Rio di berikan pada Riana, tanpa terduga tuan Zein langsung menampar pria itu dengan keras di depan semua orang.
Nanang tak terima mendapatkan tamparan itu, dia ingin menampar kembali tuan Zein.
tapi tangannya di hentikan oleh Jimmy, "sudah ku katakan, jangan pernah berpikir untuk bisa menyakiti ayah mertua ku, atau akan ku buat kamu menyesal,"
beberapa polisi datang, Nanang yang melihat para polisi yang datang, dia langsung berlari ke arah mereka.
"tolong aku pak polisi, aku di aniaya oleh kedua pria itu, bahkan semua orang saksinya, aku di tampar dan di tendang oleh mereka," kata Nanang menunjukkan lukanya.
"apa kalian semua melihat pria-pria itu memukuli pria ini?" tanya para polisi itu.
"tidak pak, kami hanya mendengar dia terus menghina mantan istrinya dan lagi dia terus mengatakan omong kosong," kata Bu RT yang kebetulan melihat semuanya.
"anda siapa?" tanya polisi itu
"saya bu RT di sini, dan jika bapak tak percaya anda bisa menanyakan semuanya pada semua orang, bagaimana perangai dari pria itu selama ini," jawab Bu RT
polisi pun mengangguk dan langsung menyuruh anak buahnya untuk memborgol Nanang
"pak kenapa saya di tangkap, saya tak melakukan kesalahan pak, saya di sini korban!!" teriak Nanang.
"anda telah di laporkan atas tindakan penganiayaan pada anak yang masih di bawah umur, dan anda bisa menjelaskan semuanya, Bripda Saiful tolong tangkap semua orang yang terlibat juga, karena kita tak bisa mengecewakan tuan Zein dan tuan Jimmy," kata kepala kantor polisi itu.
__ADS_1
"siap pak," jawab semua bawahannya.
warga desa pun makin tak mau mencari masalah dengan keluarga Riana, karena keluarga dari calon suami wanita itu bukan orang biasa.
bahkan keluarga juragan paling kaya di kampung pun di masukkan ke penjara dengan mudah.
"jadi siapa lagi yang ingin masuk penjara, lumayan kan kalian tak perlu kebingungan soal makanan selama di sana," kata Vita yang mengejutkan semua orang.
mereka hanya menunduk ketakutan, pesta di lanjutkan ke acara yang lain, vita dan Jimmy sudah memesan sebuah hotel yang lumayan jauh dari desa itu.
bukan apa, karena Jimmy tak ingin istrinya itu merasa tak nyaman di kondisinya.
semua warga terlihat begitu baik saat ini, bahkan pessta pernikahan itu menjadi pesta yang begitu meriah.
lusa adalah acara pertunangan dari Riana dan tuan Zein. jadi tenda tak di bongkar tapi hanya berganti dekor sesuai keinginan Vita.
Riana tak bisa menolak lagi karena keluarga dari Vita sudah sangat membantunya.
Jimmy terus memantau perkembangan dari apa yang di lakukan oleh asisten yang sedang berada di tempat Jefry.
sedang Vita sudah memakai baju yang begitu minim, padahal AC menyala dengan normal.
"sayang kenapa kamu berpakaian seperti itu, kamu ingin menggoda ku?" tanya Jimmy.
"apa, bukan begitu sayang, aku hanya tak bisa tidur kalau harus memakai baju tertutup," jawab Vita yang tengah duduk di atas ranjang.
"baiklah aku mengerti, kalau begitu ayo beristirahat, dan besok kita jalan-jalan di sekitar sini, dan jangan lupa untuk menghubungi para saudara kita," kata Jimmy yang tidur tengkurap.
"oke sayang, aku sudah memberitahu semua orang, dan mereka mengiyakan untuk datang dan menjadi saksi pertunangan ini," kata Vita.
benar saja saat keluarga Riana mengadakan acara ngunduh mantu, Vita dan Jimmy berkeliling ke kota itu.
mereka juga mendatangi beberapa wisata di kota itu, mereka tak menyia-nyiakan perjalanan ini.
meski Vita tak bisa leluasa, setidaknya wanita itu sangat bahagia.
dia bahkan membeli berbagai jenis kripik yang ada, dan kemudian mereka duduk di taman kota untuk menikmati suasana sore.
mereka menikmati jajanan yang ada di tempat itu,meski awalnya Vita ingin makan sayur lodeh tapi malah mereka sekarang makan nasi pecel di taman kota.
__ADS_1