
Yulio sudah menghubungi semua orang yang tengah bermasalah, mulai dari Yuniar, Ferdi dan Farah.
begitu juga dengan Jefry yang di minta Vita untuk membawa James ke rumah.
Yuniar pun tak bisa meremehkan apa yang di minta Vita,sedang Farah sudah berada di perjalanan terlebih dahulu.
sedang untuk James, pria itu datang paling duluan bersama Jefry. "kakak ipar aku membawakan apa yang kamu inginkan," kata Jefry
"bagus Jefry silahkan duduk James, Bu Kim tolong minta seorang pelayan menyiapkan minuman dan kue untuk para tamu," perintah Vita
"baik nyonya," jawab wanita itu.
mereka pun duduk di sofa ruang tamu, "ada apa kamu memintaku datang kesini Vita,"
James merasa aneh karena tiba-tiba Vita mencarinya seperti ini, Vita hanya tersenyum kearah pria itu.
"tenang James, aku tak akan membuat dirimu mati kok, kenapa kamu terganggu dan telihat tidak nyaman, santai saja," jawab Vita.
James mengangguk, dan Bu Kim serta seorang pelayan keluar dengan nampan di tangannya.
"Jefry bagaimana hubungan mu dan Nat, apa sudah sangat jauh?", tanya Vita dengan tatapan tajam menusuk.
"jujur ya kakak ipar, sekarang aku tak bisa hidup tanpa Nat, bukan aku sok atau bagaimana, karena bagiku Nat adalah narkoba yang terus membuatku kecanduan, jadi aku tak bisa melepaskannya, bahkan aku sudah membawa dia bertemu kakek, sekarang tinggal bertemu papa dan mama secara resmi, kemudian kami akan menikah," jawab Jefry dengan wajah sumringah.
"apa kamu tau Nat punya pengalaman buruk?" tanya Vita lagi.
"aku sudah tau, tentu aku menerimanya kakak ipar, tapi aku sudah berjanji untuk membuatnya melupakan semua kenangan buruk itu," jawab Jefry
"bagus Jefry, bagaimana dengan mu James, bukankah kalian sudah sangat jauh berhubungan tapi kenapa sekarang aku melihat Yulia seperti mayat hidup, apa yang terjadi di antara kalian, kenapa Yulia berubah, Yulio!" panggil Vita
Yulio datang bersama sosok adiknya kembarannya itu, Yulia nampak diam dengan wajah sayu.
"Yulia kamu mengenalnya?" tanya Vita menunjuk ke arah James.
"tidak, tapi yang sebelahnya adalah tuan Jefry, dia pernah bilang suka padaku," kata Yulia.
"maaf nona, itu adalah masa lalu karena aku sudah memiliki kekasih lain, terlebih kemarin kamu lebih memilih untuk bersama dengan James di bandingkan dengan aku," kata Jefry.
"aku juga tak menyukai mu tuan, meskipun kamu adik dari tuan Jimmy," kata Yulia.
__ADS_1
"sudahlah jangan membahas itu, itu tak penting, James... aku tau jika kamu adalah penjual obat-obatan, jadi aku mengerti obat yang bisa membuat orang menjadi seperti Yulia, aku tak tau apa maksudmu melakukan itu pada Yulia," kata Vita dengan tajam.
"kamu sadar, menurut mu bagaimana?" tanya James dengan angkuh.
Jefry kaget dia tak mengira jika James begitu berani pada Vita, sedang Vita hanya tersenyum menanggapi pria itu.
"why..."
James hanya tersenyum tengil, melihat itu Yulio murka dan langsung menyerang James.
"hei tenang bro, jangan anarkis," kata Jefry yang kaget melihat itu.
dia mencoba memisahkan Yulio dan James yang sekarang baku hantam, sedang Vita hanya menghela nafas panjang.
"hei kalian berdua hentikan atau aku akan turun tangan," bentak Vita yang marah.
tapi sepertinya ucapan dari Vita tidak di gubris oleh ketiganya, Vita langsung memanggil lima satpam.
"siap nyonya," jawab kelimanya.
"bawa mereka bertiga dan ceburkan ke kolam renang," kata Vita memijat kepalanya
tak lama mereka pun di ceburkan kedalam kolam tanpa ampun, "kakak ipar!!!"
"sudah jangan terus bertengkar kalian bahkan tak mendengarkan ucapan ku, jangan sampai aku mengambil rotan dan kemudian menghajar kalian bertiga, Yulio tenangkan dirimu," kata Vita.
"baik nyonya," jawab pria itu.
sedang Jefry dan James sudah berusaha untuk naik, "siapa yang menyuruh kalian berdua naik, tetap di sana,"
"baiklah kakak ipar maafkan aku," Jawab Jefry.
Nat datang sambil membawa tas yang berukuran cukup kecil, "sayang kamu disini?" kaget Jefry.
"James... kamu memberikan obat pada Yulia, sekarang bagaimana jika kamu merasakan obat itu juga, biar adil, karena aku tak suka seseorang yang melukai keluargaku," kata Vita yang mengeluarkan obat yang di bawa Nat.
"nyonya itu obat keras yang bisa membuat penerimanya menjadi seperti orang linglung selama sebulan," kata Nat.
"itu gang di lakukan oleh James pada Yulia, aku selalu membalas apa yang di lakukan, mata di ganti mata, nyawa di ganti nyawa, aku bahkan menuntut balas pada ayah kandung ku, jadi jangan lupa jika aku bukan wanita yang pemaaf sebenarnya," kata Vita dingin
__ADS_1
para satpam turun ke kolam renang dan langsung berusaha meringkus James, pria itu berontak tapi tak bisa karena tubuhnya sulit bergerak karena di dalam air.
tak butuh waktu lama, James sudah di pegangi oleh lima orang, Vita langsung menyuntikkan obat itu dan membuat James pingsan.
"bawa dia baik dan gantikan pakaiannya, sekarang pria ini mungkin akan cacat sementara, dan kita lihat apa dia masih bisa melakukan hal buruk pada semua wanita," kata Vita dingin.
"baik nyonya," jawab semuanya.
Jefry tak mengira jika kakak iparnya itu begitu kejam, pasalnya dia mengira jika Vita itu murah hati.
tapi ternyata wanita itu begitu perhitungan tanpa melihat situasi atau siapa orangnya.
sekarang Vita tinggal menunggu kedatangan dari Yuniar, Ferdi dan Farah.
Jimmy yang baru pulang, tersenyum dan memeluk istrinya itu, "selamat sore honey, kamu tak ke kantor?"
"tidak sayang, aku ingin di rumah menyelesaikan masalah, bagaimana harimu?" tanya Vita lembut.
"sangat biasa, oh ya aku tadi bawa sesuatu, tunggu sebentar pak Ujang sedang membawanya," kata Jimmy.
ternyata sebuah buket uang dan cokelat, "honey kamu tau saja jika aku butuh asupan yang manis," kata Vita memeluk Jimmy.
Jimmy pun memeluknya erat, tapi yang tak terduga adalah dia yang melihat James di bopong dengan kondisi pingsan.
"ada apa sayang? dia kenapa bisa seperti itu?"
"sudahlah, aku hanya mengembalikan apa yang dia lakukan pada Yulia, ais.... asisten terbaik ku jadi seperti itu karena dia," jawab Vita.
"wah... sepertinya aku tak bisa melakukan hal seenaknya karena istriku ini sepertinya pendendam ya," kata Jimny menggoda Vita.
"itu sudah tau, jadi tuan jangan melakukan hal yang aneh-aneh jika tidak ingin adik mu itu aku potong," kata Vita.
"baik nyonya, dan sepertinya Jefry juga sangat bahagia?" kata Jimmy mrligay Jefry dan Nat.
"ya lihatlah, betapa manisnya mereka berdua, Nat yang selaku dingin, sedang Jefry yang begitu banyak bicara, mereka pasangan yang cocok bukan?" tanya Vita.
"benar, aku masih ingat bagaimana Nat menolak permintaan mama dan papa, tapi sekarang lihatlah Jefry menunjukkan jika dia bisa merebut hati gadis itu sendiri tanpa paksaan," jawab Jimmy.
"iya... aku senang melihat mereka, tapi jika kmu terus memelukku, putramu bisa kelaparan tuan karena sekarang aku waktunya memberikan asi pada keduanya," kata Vita tersenyum.
__ADS_1