
tuan Zein duduk bersama Rio, dia pun merasa bersalah karena telah menunjukkan sisi kirinya yang buruk.
"ayah kenapa?"
"tidak ada nak, ayah cuma lelah, oh ya seharusnya Rio sudah SD bukan," tanya tuan Zein.
"tapi Rio tak bisa menulis dan membaca, karena dulu Rio tak bisa belajar dengan tenang," jawab bocah itu.
"baiklah, sekarang ayah akan cari guru untuk Rio, agar Rio bisa segera membaca dan tak ketinggalan pelajaran, dan Rio bisa mulai homeschooling sampai Rio bisa seperti anak seusianya," kata tuan Zein.
"baik ayah," jawab Rio.
Rio hanya menonton film di iPad milik ayahnya sambil menunggui tuan Zein yang masih sibuk.
Vita sudah mulai keluar dari rumah setelah sebulan melahirkan, terlebih yuniar yang terus mengomel tidak jelas.
pasalnya Vita itu adalah orang yang penting, jadi dia tak bisa meninggalkan perusahaan seperti.
Yuniar membawa semua pekerjaan ke rumah Vita, "bantu aku mengerjakan ini nyonya, ya Tuhan semua bisnis mu ini membuat ku gila!!"
Vita tertawa, dan langsung mengerjakan semua pekerjaan itu dengan mudah, dia tak lupa sambil menyusui kedua putranya.
sedang Nat sudah di kirim Jimmy ke rumah desa miliknya, pasalnya Nat harus menjaga rumah itu.
karena orang tua Jimmy menetap di paviliun sebelah, bukan apa karena ibu dari Jimmy yang masih harus check up.
terlebih Jimmy yang sekarang makin sibuk karena mengambil alih perusahaan orang tuanya juga.
tak hanya itu, belum lagi beberapa perusahaan miliknya yang juga sedang naik jadi dia harus pintar-pintar membagi waktu.
"hei miss yuniar, dari pada kamu diam begitu, mending sekarang biarkan aku makanan deh, aku lapar gila," kesal Vita.
"Bu Kim," panggil Yuniar.
"hei aku menyuruh mu, bukan Bu Kim," kesal Vita .
"iya nyonya Vita," jawab Yuniar yang langsung berdiri dan mulai ke dapur.
dia membuka kulkas yang tenyata ada berbagai macam sayuran, bahkan kulkas itu ada dua berukuran sangat besar.
setelah mengambil semua bahannya, dia pun mulai masak, dia memasak bihun goreng dan juga daging asam manis.
tak butuh waktu lama masakan selesai, dan para pelayan membersihkan dapur saat Yuniar membawa masakannya kepada Vita.
__ADS_1
"ini nyonya, tolong di nilai, semoga anda menyukainya," kata Yuniar.
"baiklah terima kasih," jawab Vita
ternyata masakan Yuniar ini lumayan, mereka pun tertawa sambil makan bersama.
setelah itu mereka kembali bekerja untuk semua proyek yang harus selesai akhir tahun ini.
*******
sedang di rumah keluarga Jimmy, Nat merasa jijik melihat kondisi rumah itu, pasalnya dia tak mengira jika Jefry begitu jorok.
bahkan pakaian dan pakaian dalam berserakan di lantai, bahkan banyak berceceran pakaian dalam wanita.
tanpa menunggu lama, Nat langsung membereskan semuanya, dan langsung membakarnya di perapian rumah.
Jefry yang mendengar suara vakum cleaner yang cukup keras merasa kesal.
dia pun bangun dan bergegas keluar kamar, dia kaget melihat pelayan yang selalu dingin itu di rumah miliknya dan sedang bersih-bersih.
"kenapa jamu disini?" kaget Jefry.
Nat tanpa menoleh, langsung mengetikan surat yang di berikan Jimmy yang sudah di tanda tangani oleh ketiganya.
"aku akan melakukan tugas ku, sekarang usir kedua wanita itu, atau aku akan membuat mereka menjadi makan siang untuk mu," kata Nat dingin.
"kamu gila, aku masih ingin bermain dengan mereka," jawab Jefry yang tak ingin mendengarkan Nat.
tak terduga, pelayan itu langsung mengambil pisau daging dan menerobos masuk kedalam kamar Jefry.
"kalian pergi atau aku akan mencincang daging kalian dan menjadikannya sebagai makan siang hari ini, aku pintar membuat dimsum dari daging manusia," kata Nat dengan pisau besar itu di tangannya.
melihat itu dua gadis itu pun berlari keluar tanpa mengenakan apapun, tapi mereka kaget saat melihat tuang tengah sudah rapi dan seluruh pakaian mereka terbakar di perapian.
"ambil ini dan segera pergi," kata Nat melemparkan dua kaos berukuran besar.
"dasar wanita gila, kamu ini sebenarnya siapa berani mengusir mereka," kata Jefry tak suka.
tak di duga, Nat menaruh pisau itu di depan leher dari Jefry, "aku pelayan anda tuan, tapi sayang nya aku mantan pembunuh berantai saat usia ku sepuluh tahun, jadi anda tak ingin kepala dan tubuh anda aku potong jadi Lima, lebih baik menurut padaku mulai sekarang, dan kalian juga!" bentak Nat yang langsung membuat dua wanita itu lari tunggang langgang.
"asal kamu tau aku akan tinggal di kota selama sebulan, karena aku sedang menjalankan hukuman karena taruhan," kata Jefry yang masih ketakutan.
"aku sudah tau, aku di sini untuk merawat rumah ini, dan membuat mu disiplin, dan sekali saja aku melihat adik mu itu berani berdiri karena melihat ku, akan ku potong tanpa sisa, ingat itu," terang Nat.
__ADS_1
"lagi pula aku tak minat padamu, meski kamu telanjang di depan ku!" kesal Jefry yang langsung pergi.
Nat pun tak peduli dan langsung menuju ke dapur, tapi dia hanya menemukan semua kulkas berisi bir kaleng.
dia pun langsung mengetuk kamar Jefry, karena tak mendapatkan jawaban.
Nat langsung masuk, melihat pelayannya itu masuk Jefry kaget karena dia baru selesai mandi.
"kamu mau apa!!!"
"aku mau minta uang belanja, karena di rumah ini tak ada makanan, dan jika anda tak mau berikan aku akan mengadu pada tuan Jimmy," jawab Nat.
"baiklah kamu keluar, kita akan belanja setelah ini," jawab Jefry tak ada pilihan.
dia pun segera ganti baju, sedang Nat memilih memakai celana Jeans dan kaos, tapi itu malah membentuk tubuhnya begitu indah, bahkan lekukan pinggangnya begitu ketara.
"sial, ternyata wanita ini begitu seksi, lihat bops dan bagian atasnya sudah begitu menggiurkan," batin Jefry.
tapi dia harus sadar jika wanita itu datang untuk mengaturnya dan itu sangat menyebalkan untuknya.
mereka berdua pun berbelanja di supermarket, tak terduga Nat memborgol tangan Jefry agar tak keluyuran.
dan tak lupa dia menutupinya dengan jaket yang dia bawa,"ikuti aku, atau jika tuan tak mau, Anda tak akan sangat malu jika aku bertindak," kata Nat.
"baiklah, tak usah mengancam ku," kesal Jefry yang tak bisa melakukan apapun.
dia terus mengikuti kemana wanita itu pergi, ternyata dia benar-benar berbelanja dengan sangat terorganisir.
bahkan terlihat begitu profesional, setelah selesai mereka ke kasir dan Jefry membayar semua belanjaan dari pelayannya itu.
"sudah, kamu mau pulang atau masih ada tepat yang harus di datangi lagi?" tanya Jefry yang tak mau repot lagi.
"kita mampir di daerah pasar tradisional," jawab wanita itu.
Jefry pun menurut, tanpa di duga Nat mengambil kunci mobil dari Jefry.
dia pun terpaksa jadi ajudan dari pelayannya itu, setelah membeli sos buah.
mobil Jefry di tabrak oleh seseorang dan baret, "hei siapa pemilik mobil ini, kenapa parkir sembarangan, lihat mobilku jadi lecet," kata pria itu.
Jefry ingin marah, tapi Nat memberikan belanjaannya pada Jefry.
wanita itu langsung menonjok dan menendang pria sombong itu, " jika jamu buta, jangan keluar membawa mobil, kamu tak bisa melihat tanda parkir itu, sekarang ganti rugi, atau akan ku buat kamu tak memiliki momongan selamanya, dan juga cacat," ancam wanita itu
__ADS_1
Jefry melongo di buatnya, dia tak mengira jika Nat bisa tanpa takut berhadapan dengan pria yang berbadan dua kali lebih besar dari tubuhnya.