The Housemaid

The Housemaid
JN_malam pengantin


__ADS_3

"sayang cepat belajar, agar kita bisa lekas praktek," kata Jefry.


"menikah dulu woy!!" bentak semuanya.


mereka pun tertawa bersama setelah itu, sedang Farah melihat kakaknya.


"kalau untuk Farah, dia tidak usah di ajari, karena aku yakin dia bisa, karena dia sudah ikut belajar dengan ku dulu," kata Vita.


"apa kamu mengajari anak di bawah umur?" kaget jimmy.


"ya habis bagaimana dia terus mengikuti ku kemana pun aku pergi, jadi otomatis saat aku belajar dari film-film, dia pun juga belajar tapi beruntung dia tak sampai terjerumus ke pergaulan bebas," kata Vita.


"berarti Ferdi dapat paket komplit dong, mulai dari cantik, dan sempurna, pintar masak hingga hebat di ranjang," puji dokter Iwan


"hei kekasih mu juga, jangan puji wanita lain di depan istrimu," kata Ferdi.


"aku tak cemburu tuan selama aku tak melihat dia bersetubuh dengan wanita lain,aku bisa menyingkirkan enam wanita di sisinya, berarti aku lebih enak bukan," kata Rika tersenyum.


"ya kamu memang paling juara, hingga membuat ku tergila-gila dengan dirimu sayang," kata dokter Iwan.


Vita ikut senang melihat kemajuan dari Rika dan dokter Iwan, ya sekarang mereka sudah bahagia.


sedang yang menjadi ke khawatiran adalah Dwi yang belum bisa mengendalikan laki-laki miliknya.


pesta pun berakhir, dan Ferdi mengajak Farah ke kamar utama miliknya.


awalnya Farah masih takut, tapi Vita membujuk adiknya itu untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu untuk Steve, pasalnya kedua pria itu butuh kasih sayang.


Farah kesulitan untuk melepas kancing di belakang gaunnya, "boleh aku membantumu?"


"tentu, aku memang ingin minta bantuan, dan setelah kita bersih-bersih, kira bicara sebentar ya," kata Farah dengan lembut.


"baiklah, aku juga ada yang ingin di sampaikan padamu," kata Ferdi.


Farah pun mandi tapi dia lupa tak membawa koper miliknya yang masih di kamar tamu, "ah maaf tuan, bisakah tolong ambilkan koper milikku di bawah,"


"iya, kamu lanjut mandi biar aku ambilkan," kata Ferdi.


dia pun ke bawah dan melihat ada dua koper, jadi dia membawa keduanya naik ke lantai atas.

__ADS_1


ternyata Farah keluar dengan jubah mandi, dan langsung mengambil koper miliknya.


"ah... terima kasih," kata Farah mengambil piyama miliknya.


tapi saat koper itu di buka, semuanya berisi dalaman seksi, bahkan Ferdi pun malu melihatnya.


"aku mandi dulu," kata Ferdi yang langsung berlari ke kamar mandi.


Farah pun cuek dan mulai menata semua bajunya di dalam lemari yang kosong.


bahkan lemari itu benar-benar kosong, tak ada satupun baju yang tertinggal.


setelah selesai, Farah ingin pergi tapi malah melihat Ferdi yang keluar dari kamar mandi dengan tubuh setengah kering.


bahkan darah pun langsung berlari keluar untuk membuatkan kopi, Ferdi pun cuek dan mulai mengambil baju miliknya.


Ferdi keluar kamar, Farah sudah membawa dua cangkir kopi dan juga cemilan.


"ayo kita bicara," ajak Farah.


keduanya pun duduk di balkon, mereka saling diam awalnya, "jadi kita mau bagaimana hubungan ini?" tanya Ferdi.


"jika tak cocok?" tanya Ferdi.


"anda lucu ya, kita belum berjalan tapi anda sudah bilang tidak cocok, kalau begitu kita bersahabat saja, setidaknya kita bisa bersama selamanya bukan," kata Farah.


"baiklah, kalau begitu kita akan menjadi teman satu ruangan sekarang," kata Ferdi.


"tapi apa aku boleh main ke tempat tuan saat anda bekerja, seperti mengantarkan makan siang mungkin?" tanya Farah.


"tentu boleh, aku akan senang menerimanya, karena aku jarang makan siang kalau sudah sibuk bekerja," jawab Ferdi.


"baiklah tuan, kalau begitu," jawab Farah.


malam itu keduanya pun tidur, tapi Ferdi tanpa sadar memeluk tubuh Farah yang begitu harum.


keduanya pun tidur berpelukan tanpa terjadi apapun, sesuai perjanjian mereka.


pagi hari, Ferdi kaget saat tirai di buka, ternyata Farah sudah bangun dan terlihat cantik.

__ADS_1


"selamat pagi tuan, itu ada air putih dan kopi untuk mu, sarapan juga sudah siap, bagaimana kalau mandi terlebih dahulu?" tanya Farah


"kenapa kamu melakukan ini, kamu bukan pembantu, kamu nyonya rumah ini," kata Ferdi tak terima.


"hahaha... aku tau tuan, tapi ini kewajiban istri bukan, melayani suami dan putra mu, itu yang selalu di ajarkan oleh kak Vita,"jawab Farah.


"baiklah terserah dirimu saja, sekarang tolong lihat apa Steve sudah bangun, karena pria itu harus sekolah jika tidak pasti bolos lagi," kata Ferdi.


"tenang tuan, dia sedang sarapan di bawah," jawab Farah yang juga tersenyum langsung turun.


Ferdi pun tak mengira memiliki istri yang sebaik ini bukan impian, terlebih Farah mirip dengan Vita.


dia pun selesai dengan setelah kantor dan bergegas turun, ternyata benar, Steve sudah akan pergi.


"papa aku berangkat dulu ya, oh ya uang saku tolong di transfer ya," teriak pria muda itu bergegas pergi dengan helm di tangannya.


Ferdi duduk dan mulai sarapan dengan Farah, wanita itu terlihat begitu anggun saat di meja makan.


"apa di keluarga kalian menjunjung tinggi sopan santun?" tanya Ferdi.


"iya, kami semua model di perusahaan di bawah pengawasan mbak Vita, sangat di ajari untuk tetap penuh tata Krama dalam bidang apapun, itu sebagai nilai tambah yang sangat penting," jawab Farah.


Ferdi mengangguk, "apa ada rencana hari ini? kamu bisa memilih mobil untuk di pakai, dan ini ada dua ATM untuk mu, yang berwarna gold untuk kebutuhan rumah, sedang yang berwarna hitam itu adalah uang untuk mu belanja, perawatan dan juga mempercantik diri," kata Ferdi.


"untuk gaji dan yang lain?", tanya Farah.


"sudah ada bagiannya sendiri, fan untuk uang sekolah dari Steve, aku sendiri yang memantaunya, dan mulai sekarang bisakah kamu memantau perkembangan Steve, karena selama ini aku terlalu sibuk bekerja hingga menomor duakan putraku itu," kata Ferdi.


"tentu," jawab Farah.


sedang di rumah Vita, pagi itu sedikit ada insiden yang membuat Vita hampir membunuh Yulia.


pasalnya wanita itu hampir menggoda suaminya, bahkan dengan sengaja memamerkan bagian intim miliknya.


beruntung Jimmy tak tergoda dan bisa menahan istrinya itu, dan Bu Kim pun terpaksa mengunci Yulia di kamar.


Yulio yang datang langsung meminta maaf dan segera membawa saudaranya itu untuk pergi menjauh, karena dia sudah sangat keterlaluan.


Yulia sudah seperti orang gila mendadak, sepertinya efek obat yang di berikan oleh James adalah merusak saraf.

__ADS_1


terbukti sekarang Yulia sudah seperti orang gila yang tak bisa melakukan apapun dan terus seperti orang linglung.


__ADS_2