The Housemaid

The Housemaid
butuh uang dadakan


__ADS_3

hari ini adalah bagi-bagi makanan ke para tetangga dan saudara, biasa di desa di sebut tonjo'an.


tuan Zein membantu untuk acara yang lain, tapi dia kaget saat Riana terlihat panik.


dia pun menarik Riana masuk kedalam kamar, karena wanita itu terlihat menangis.


"ada apa Riana? kenapa kamu menangis?" tanya tuan Zein.


"tuan aku tak mengerti, set tenda dan pelaminan yang di sewa, tiba-tiba membatalkan begitu saja, padahal kami sudah memberikan uang muka, aku bingung tuan padahal pernikahan sudah besok," panik Riana.


"tenang Riana, aku akan bantu," kata tuan Zein yang menarik wanita itu ke pelukannya.


mereka berdua pun akan mendatangi penyewaan dekor pernikahan yang di pilih oleh Ainun.


gadis itu pun tak di izinkan sedih karena semua pasti bisa baik-baik saja dengan bantuan tuan Zein.


"mobil gak bisa keluar, kita kesana naik apa?" bingung tuan Zein.


Riana membawa motor, tuan Zein pun duduk di jok belakang motor, "tuan yang nyetir dong," kata Riana


"aku udah lama gak bawa motor bisa nabrak, kamu saja, cepet jalan," kata tuan Zein kesal.


Riana pun ingin tertawa, mereka pun pergi bersama Rio juga, menuju ke penyewaan peralatan pesta itu.


ternyata di hari pernikahan yang sama dengan Ainun, ada orang yang berani bayar tiga kali lipat untuk bisa menyewa di sana, jadilah mereka memilih pelanggan baru itu.


tuan Zein meminta uang yang sudah di bayarkan, dan langsung mengajak Riana pergi mencari penyewaan dekor lain.


terlihat ada sebuah plang nama rias yang sudah cukup lama, keduanya pun memutuskan untuk berhenti.


"maaf permisi... apa benar di sini tempat penyewaan dekorasi pelaminan dan sound sistem," tanya tuan Zein.


"iya tuan, silahkan masuk, tapi maaf kami bukan seperti dekor yang baru, kami itu khusus di adat Jawa klasik," kata pemilik tempat itu.


"tidak apa-apa Bu, tapi bisa untuk besok, karena kami baru saja mengalami musibah karena dekor yang di pesan di batalkan sepihak," kata tuan Zein.


"bisa tuan, kebetulan sudah lama kami tak pernah dapat pelanggan karena sering di bilang ketinggalan jaman," kata pemilik penyewaan itu.


akhirnya tuan Zein memilih dekor yang paling bagus dan begitu juga dengan tenda yang akan di pasang.


"tuan, uangnya?" bisik Riana yang kaget mendengar harga seluruh sewanya.


"ibu mau cash atau bisa di transfer?" tanya tuan Zein.

__ADS_1


"bisa transfer dan cash tuan," jawab wanita itu.


tuan Zein pun memberikan uang itu dengan cash, mereka pun pulang sambil menunjukkan jalan pada pemasang tenda yang memang belum pernah ke desa terpencil seperti itu.


saat sampai di rumah, terlihat pak Suki panik dan ada perwakilan dari keluarga besan juga datang.


"nak kenapa tendanya belum di pasang, besok acara, ini sebenarnya ada apa?" tanya pak Suki panik.


"tidak ada apa-apa pak, mereka hanya telat, kami baru saja menjemput mereka, itu," tunjuk tuan Zein.


"semua orang kaget melihat perlengkapan pesta yang tertera nama paes Ningrum, karena itu adalah tempat penyewaan paling mahal di kecamatan.


tenda di pasang dengan begitu indah, banyak aksen bunga dan kelambu yang menghiasi.


"ya Allah, mantu terakhir sangat mewah pak, pasti Riana iri ini sama adiknya," kata ibu-ibu.


"kalau Riana menikah, pasti di hotel mewah Bu, karena calon suaminya ingin yang terbaik," saut tuan Zein kesal.


semua pun merasa tak suka, setelah tenda di pasang dan terlihat begitu wah, rombongan dekor pelaminan juga datang.


bahkan di depan rumah juga di hias dengan adat jawab lengkap, dekor itu seluas sepuluh meter kali Lima meter terlihat begitu luas dan megah.


bahkan beberapa ada hiasan kolam air mancur yang makin memperindah suasana.


Ainun yang melihat pelaminan yang akan dia duduki pun sangat bahagia, "mbak ini sangat mahal,"


"tuan Zein, terima kasih," kata Ainun.


"tidak sekarang, setelah semua pesta selesai baru kamu bisa berterima kasih," kata tuan Zein.


bahkan di jalanan juga di gelar karpet merah sebagai alas untuk para tamu yang datang.


sore itu Ainun mulai di rias, tuan Zein sibuk membantu pak Suki dan beberapa menantunya dan Putranya yang juga baru datang.


akad nikah berjalan pukul enam sore dan lancar tanpa kendala, ada seorang pria yang merasa marah.


pasalnya dia melakukan semua demi bisa melihat Riana mengemis di kakinya dan memohon untuk membantunya, tapi wanita itu sekarang malah sedang bersenang-senang.


bukan apa juragan Nanang mantan suami Riana lah yang menyewa dekor dengan harga tiga kali lipat agar bisa meniduri mantan istrinya itu jika dia datang memohon.


tapi karena tuan Zein rencananya berantakan, dan sekarang malah menjadi pernikahan paling di bicarakan karena menyewa dekor paling mahal.


"kamu kenapa, merasa tak di butuhkan, siapa juga yang butuh kamu orang calon suaminya itu sangat kaya, bahkan bayar bubur saja kembaliannya bisa di buat beli semua bubur itu," ledek Lusiana pada suaminya.

__ADS_1


"diamlah, aku ingin lihat apa pesta itu bisa berjalan baik sampai besok, karen aku tak Sudi keluarga itu bisa bahagia," kata Nanang.


Vita yang tau tentang pesta yang di rancang ayahnya ingin sekali datang, Jimmy pun menurut dan membatalkan kepergiannya.


dan memilih mengirim Juan dan Yulio untuk mengawasi proyek yang sedang mereka kembangkan.


keesokan harinya, semua sudah memakai baju yang di belikan oleh tuan Zein sebagai seragam keluarga.


keluarga Riana benar-benar menjelma jadi keluarga kaya hari itu, bahkan semua kue dan roti datang kemarin malam untuk menyambut tamu-tamu undangan.


belum lagi tempat prasmanan yang juga di sediakan, tuan Zein yang memilih semuanya.


para ibu di desa pun ikut jaga prasmanan dengan mengunakan seragam yang di pinjamkan oleh perias.


semua pun senang, akhirnya pessta berjalan baik, Nanang dan istri juga datang untuk melihat segalanya.


mereka kaget melihat kemeriahan pesta pernikahan itu, tapi dia tak suka saat melihat Rio yang memeluk tuan Zein.


bahkan di sampingnya Riana sedang tersenyum dan bahagia, mereka persis dengan pasangan serasi.


Nanang mulai menyulut api dengan memberikan kode pada seorang anak buahnya.


"hei pak Suki, kamu menjual putrimu Riana pada pria itu untuk menikahkan Ainun, kenapa bisa mengelar pesta semeriah ini, pasti benarkan?" kata seorang pria.


"tutup mulut mu Shodiq, aku tak pernah menjual putriku untuk kebahagiaan putriku yang lain," kata psk Suki.


"kalau begitu kenapa pria itu tinggal dan menginap di rumah mu, dia juga di akui Rio sebagai ayahnya, pasti ini cuma akal-akalan kalian saja, karena ingin menutupi status pelacur putrimu itu bukan, ha-ha-ha," hina pria itu.


kebetulan Jimmy dan Vita baru datang saat mendengar suara pria yang menghina Riana.


"benarkah, dia seorang pelacur?" tanya Vita yang mengejutkan semua orang.


"nyonya..." lirih Riana sedih, dia mengambil Rio putranya.


"iya mbak, tak mungkin jika mereka membantu keluarga ini tanpa syarat, terlebih Riana bilang cuma pembantu, alah bohong itu... pasti di kota Riana jadi pelacur terus pria itu germonya, mana ada juragan yang begitu baik pada pembantunya," tambah pria itu.


Jimmy yang marah melihat mertuanya di hina pun naik pitam, dia ingin memukul pria itu tapi Vita menghentikannya.


" anda memang benar,mana ada orang seperti itu, benar itu kan sayang, kamu germo atau apa??" tanya Vita tersenyum memeluk tuan Zein dengan erat.


begitupun Jimmy, Riana memegang putranya sambil terlihat sedih, "hei... ibu sambung tersayang, jangan sedih dong, ya kali kamu tak bisa menjawab ucapan pria itu, ayah jangan diam saja bicaralah,"


ucapan Vita membuat semua orang diam, "dia bukan pelacur seperti yang kalian ungkapkan, tapi dia calon istriku, dan ini putriku serta menantuku, mereka datang untuk membantuku melamarnya, kalian puas," kata tuan Zein merangkul dua wanita itu.

__ADS_1


"anda penulis novel terkenal itu, tuan J.A boleh minta tangan tangan, dan wanita di samping anda itu bukankah wanita yang menjadi sampul novel itu," kata seorang gadis dengan gembira yang mengenali Jimmy.


"ya kamu benar aku J.A penulis novel dan Pemilik perusahaan percetakan dan properti terbesar di kota, dan kalian semua baru saja menghina mertua ku, dan calon ibu sambung istriku," kata pria itu.


__ADS_2