The Housemaid

The Housemaid
lamaran ini mengejutkan


__ADS_3

rombongan keluarga dari kota sudah sampai di hotel, bahkan Bu Elva yang baru sembuh pun tak ingin melewatkan pernikahan dari sahabatnya dan sekaligus besannya itu.


mereka sampai di hotel yang sudah di pesan khusus oleh Jimmy seluruhnya.


mereka pun segera beristirahat, sedang Jimmy dan Vita masih membeli beberapa perhiasan untuk acara pertunangan.


dia meminta bantuan salah seorang guide yang di sediakan oleh hotel, dan menanyakan apa saja yang biasanya di beli untuk hantaran di desa itu.


akhirnya sudah penuh mobil yang di bawa oleh Jimmy, tapi untuk kue basah, besok akan di antar ke hotel.


bahkan besok Jimmy meminta bantuan beberapa staff hotel untuk ikut dalam acara itu, terlebih agar keluarga mereka terlihat banyak.


tuan Zein sudah menyiapkan cincin berlian, tapi orang di desa lebih mengenal emas.


jadi tadi Vita membeli beberapa perhiasan emas untuk menunjukkan seberapa mampu mereka.


agar keluarga Riana di kampung tidak jadi bahan gosip, Vita tak ingin mereka di hina karena ketidak tauan dari orang kota seperti mereka tentang adat desa itu.


sore itu Vita dan Jimmy baru sampai di hotel saat semua orang sedang berkumpul di lobi untuk makan cemilan.


Jimmy terkejut melihat semua orang yang datang, bahkan temannya dan teman Vita juga, serta para pelayan.


tak terkecuali Jefry yang datang tapi ada Nat di samping pria itu, dan itu semua adalah ulah Vita agar pria itu bisa di kendalikan selama berada di desa Riana.


"selamat sore semuanya, kapan kalian tiba di sini?" tanya Vita yang menyapa Bu Elva.


"tadi nak, dari jam tiga sore, kamu memberitahu kami secara mendadak, terus kalian dari mana kok baru pulang jam segini?" tanya Bu Elva.


"kami dari pasar tradisional di sini untuk membeli beberapa perhiasan emas dan keperluan untuk besok ma, cara kita dan warga desa itu berbeda dalam acara seperti ini, jdi aku meminta bantuan beberapa staf hotel untuk menjelaskan," terang Jimmy.


"itu bagus, besok acaranya jam berapa?" tanya tuan Syam.


"jam sembilan pa, karena setelah acara kita semua harus pulang, karena pekerjaan kami tak bisa menunggu lama," terang Jimmy.


"baiklah, besok semuanya paku baju yang sopan, tak ada yang boleh mengunakan celana atau rok pendek, mengerti," kata tuan Syam.


"baik om," jawab semua orang.


sedang Yuniar pun beruntung membawa satu set baju yang terlihat kasual dengan celana Jeans.


mereka pun akhirnya beristirahat lagi, dan besok acara harus berjalan meriah.

__ADS_1


Jimmy di temani oleh Ferdi memberikan arahan para staf hotel yang besok ikut dalam acara lamaran.


mereka semua juga tak lupa meminta para staf hotel untuk membawa mobil mereka semua untuk di cuci.


ya bagaimana pun mobil mereka semua harus nampak kinclong, dan tak berdebu.


di rumah Riana, meski setelah acara ngunduh mantu dari Ainun selesai, rumah Riana tetap ramai karena persiapan pertunangan antar Riana dan Tian Zein.


Riana tak mengira jika ini semua keputusan dari Vita, Riana tak bisa menolak karena keluarga Vita sudah sangat membantunya.


di samping itu, ada seseorang yang sedang bersedih hati, di benar-benar akan kehilangan wanita yang dia cintai lagi.


setelah dulu Riana menikah dengan Nanang, sekarang wanita itu malah akan dapat pria kaya dari kota.


dia pun hanya bisa meratapi nasibnya yang hanya seorang buruh tani dan tak pernah bisa menyatakan cintanya.


"aduh kasihan amat si Prapto, memilih membujang tapi selalu saja kalah cepet sama orang, bahkan jandanya saja tak dapat kamu," ledek teman-teman pria itu.


dia pun hanya tersenyum mendengarnya, pasalnya cinta tak harus memiliki, dan dia ikhlas jika Riana lebih bahagia bersama yang lain ketimbang dirinya.


malam hari, Tuan Zein dan Rio sedang bermain ular tangga saat Riana masuk membawa susu hangat untuk keduanya.


Rio pun langsung minum tanpa di suruh, sedang tuan Zein melihat Riana, "aku bukan bocah tujuh tahun yang harus minum susu bukan,"


"apa tuan ingin minum susu yang lain?" tanya Riana.


"apa maksud mu dengan susu yang lain,"saut tuan Zein.


"maksudnya susu dengan rasa yang lain?" jawab Riana malu.


"ku kira ada susu yang lain, tak usah itu saja, kamu istirahat, besok kalau muka mu lelah, akan ada orang yang marah," kata tuan Zein.


"siapa tuan besar, anda ya?"


"bukan tapi Vita, dia tak suka saat rencana atau semua yang sudah dia atur berantakan," kata tuan Zein.


"owh... seperti itu, baiklah aku mengerti," jawab Riana.


dia bergegas kembali ke kamar orang tuanya, karena bapaknya sekarang menginap di rumah tetangga sebelah.


terlebih kamar pengantin milik Ainun tak etis jika Riana tinggal di sana, jadi bapak Riana mengungsi.

__ADS_1


pukul enam pagi Riana sudah mulai berhias, dan yang mengejutkan ini bukan lamaran tapi juga sekaligus pernikahan.


karena tuan Zein ingin memboyong mereka ke kota setelah acara ini karena restoran miliknya butuh pengawas.


dan dia tak bisa tinggal terlalu lama, akhirnya orang tua Riana mengizinkan, dan tuan Zein sudah menyiapkan semua sovenir untuk para saudara yang dari kemarin sudah repot membantu keluarga itu.


bahkan sovenir yang di belikan tuan Zein, membuat beberapa toko emas kehabisan stok kalung emas rantai.


akhirnya pukul sembilan rombongan dari Vita dan keluarga datang ke rumah calon ibu sambungnya.


semua orang makin terheran-heran karena mobil yang di gunakan Semuanya bermerek, yang biasa mereka bisa lihat hanya di tv.


tuan Syam menjadi orang yang akan mewakili Vita menantunya, untuk menjadi saudara dari tuan Zein.


acara pun di mulai, semua kaget karena hantaran dan juga barang yang di bawa semuanya sangat banyak.


acara lamaran berjalan lancar, dan pernikahan pun langsung di lakukan secara agama dan lusa akan di resmikan setelah semua berkas selesai.


acara pun berlanjut dengan pesta seadanya, Ferdi dan Yuniar merasa sedikit bingung saat ingin makan, terlebih lauk dan nasi sedikit berbeda dengan di kota.


"hei kenapa diam, cepat kamu membuat yang lain antri," kata Vita menepuk bahu temannya itu.


"aku tak tau ini semua lauk apa?" kata yuniar.


"ini masakan enak kamu tau, dasar kelamaan di luar negri kamu, jadi taunya cuma steak, pesta dan sushi," ledek Vita yang langsung membantu temannya itu.


"memang mbaknya jadi tenaga kerja wanita ya?" tanya ibu penjaga prasmanan.


mendengar ucapan dari ibu itu, Vita ingin sekali tertawa, pasalnya Yuniar Yang seorang model terkenal dan juga seorang CEO wanita sukses, di bilang TKW.


"aduh buk, dia ini seorang pimpinan perusahaan besar di luar negri, dan juga seorang model, jadi di sering seperti ini," kata Vita menjelaskan.


"gak kok ibu benar, saya TKW, orang saya masih kerja sama orang," jawab Yuniar yang langsung pergi.


"mbak TKW saya minta maaf," kata ibu itu berteriak.


Vita ingin tertawa, begitu pun semua orang, sedang Ferdi tak mengira jika Yuniar yang berdandan bisa malah di sebut seperti itu.


akhirnya setelah makan bersama, mereka pun foto dan mulai pamit, dan Riana bersiap membawa putranya untuk ikut ke kota.


terlebih sekarang mereka sudah memiliki keluarga baru di sana, dan di jamin mereka tak akan kekurangan apapun.

__ADS_1


__ADS_2