
Jimmy keluar dari kamar Vita sambil mengendap-endap dan pura-pura sedang minum, sedang Vita batu keluar sambil meregangkan tubuhnya.
"Anda sedang apa tuan, oh tuhan tubuhku sangat lelah dan rasanya ingin remuk saja," gumam Vita
sedang Jimmy tertawa saja, karena itu semua ulahnya, dan dia duduk sambil mengerjakan semuanya di meja makan.
Vita memilih mendadak di sambi membersihkan rumah, bahkan belum ada yang menyadari siapa Vita yang sebenarnya.
meski terlihat seperti pelayan, nyatanya bos perusahaan besar itu rela melakukan apapun demi dendamnya.
semua makanan sudah selesai di buat, dan sedang di tata di meja makan.
Tian dan Kris turun dan bergabung dengan Jimmy, dan terakhir adalah Virnie.
"sayang kamu tidur lagi di tuang kerja?" tanya wanita itu.
"ah iya, maaf aku masih banyak pekerjaan jadi aku tidur di sana," jawab Jimmy.
"baiklah itu tak masalah, kalian berdua mau ikut mama?" tawar virnie.
"tidak perlu, kami mau di jemput Steve, dan lagi sebentar lagi dia datang," jawab Kris.
tak lama benar-benar pemuda itu datang, Vita membukakan dan mempersilahkan pemuda itu masuk.
"hei kalian masih sarapan, ku kira sudah selesai," tegur Steve.
"maaf deh, ayo gabung makan dulu," ajak Kris.
"terima kasih, kebetulan aku belum sarapan," jawab pemuda itu.
"mbak Vita tolong buatkan bekal untuk Steve juga ya, karena dia sering merebut punyaku," kata Tian.
"baik nona kecil," kata Vita yang memang sedang menyiapkan bekal.
"sayang bisakah berhenti bekerja, ini meja makan," tegur virnie.
"maaf, tapi aku ingat sesuatu, aku butuh tanda tangan mu dan stempel darimu, apa bisa," tanya Jimmy yang mengambil sesuatu.
"apa itu?" bingung Virnie.
Jimmy mengambil berkas dan segera meminta virnie menandatangani semua berkas itu.
Virnie merasa senang, pasalnya itu adalah bukti pembelian apartemen dan jika tanda tangan dirinya yang di butuhkan.
berati apartemen itu akan jadi miliknya, dan itu sangat di impikan dari awal pernikahan bersama dengan Jimmy.
__ADS_1
Virnie pun menandatangani semua itu tanpa berpikiran aneh-aneh, dia hanya berpikiran jika Jimmy ingin menghadiahkan semuanya.
"apa kamu akan beli apartemen?" tanya Virnie setelah menandatangani semuanya.
"ah iya, tidak masalah kan, terlebih setelah pernikahan kita selama ini, Anggap saja investasi," jawab Jimmy.
"tentu saja," jawab Virnie tak menaruh curiga.
sedang Vita yang tau hanya menggeleng pelan, saat di ruang kerjanya, Jimmy membuka lembaran yang sesungguhnya yaitu surat perceraiannya.
bahkan tentang harta gono-gini juga virnie tanda tangani dengan tanpa curiga.
harta itu menyatakan jika virnie tak berhak atas rumah yang di beli Jimmy karena di beli sebelum pernikahan.
dan untuk anak-anak akan ikut Jimmy, tapi tanpa sepengetahuan dari Jimmy.
Vita mendapatkan tugas dari tuan Syam, pasalnya dia tadi pagi dapat telpon dari nomor Jefry.
dia ingin Vita mengambil sampel untuk di lakukan tes DNA terhadap kedua anak Jimmy.
pria itu takut jika Tian dan Kris bukan keturunannya, dan jika itu terjadi maka virnie akan benar-benar habis.
Vita mengambil rambut dari kamar Tian dan Kris dan menyimpannya, dan untuk rambut Jimmy itu mudah.
Vita sedang mencuci piring saat Jimmy mendekati dirinya, "ada Ais lagi tuan," tanya Vira lembut.
"aku ingin mengatakan jika sebentar lagi kita bisa bersama selamanya dan tak terpisahkan," jawab Jimmy.
"Anda yakin, sepertinya nyonya tak akan semudah itu melepaskan. suami seperti mu," kata Vita yang berbalik dan menatap Jimmy.
akhirnya keduanya berciuman, dan dengan mudah dia mendapatkan sampel milik Jimmy.
siang itu Jefry datang, dia ingin bertemu Jimmy dan mengambil pesanan dari ayahnya.
Jimmy menanggapi ketus kedatangan adiknya itu, "ada spa kesini, tumben?"
"ya elah mau main saja gak boleh, dasar pelit, oh ya kata mama ini ada makanan rendang kesukaan anak-anak dan kamu, makanya aku kesini nganter ini dan kebetulan ada beberapa rapat dengan perusahaan besar untuk kemajuan pabrik dan perkebunan," jawab Jefry.
"awas jika kamu kesini ingin menggoda Vita, aku akan memotong adikmu itu," ancam Jimmy.
"kejam sekali, toh dia hanya pelayan mu bukan istrimu," kata Jefry.
"terserah aku, kenapa kamu sibuk sekali," jawab Jimmy kesal.
"jangan bilang kamu jatuh cinta padanya, ayo jujur saja," kata Jefry.
__ADS_1
"sudah pulang saja, pekerjaan mu sudah selesai kan, jadi pulang sana, hus..." usir Jimmy.
"baiklah-baiklah aku pulang, jika memungkinkan pulang sebentar ya,mana sepertinya merindukan mu, dan jangan lupa bawa Vita ya," kata Jefry.
"iya iya pergi sana," usir Jimmy.
Jefry pun pergi, setelah itu Jimmy memutuskan untuk berangkat menuju ke suatu tempat.
sedang Vita juga pergi menemui Yuniar untuk melihat persiapan pesta yang tinggal tiga hari lagi.
Jimmy sedang menuju ke tempat pengacara kepercayaannya, pasalnya dia harus bercerai tapi tidak boleh ada yang tau.
terlebih Virnie adalah wanita yang begitu ambisius, jadi dia harus merahasiakan semuanya.
"apa anda yakin, setelah semua ini," tanya pengacara Joshua.
"ya aku sudah bosan terus di hina karena aku menyembunyikan semua darinya, aku melakukan ini karena dia yang tak pernah bisa berubah, terlebih sekarang dia berani berselingkuh, ini semua bukti-buktinya, silahkan anda lihat sendiri, aku sudah muak," kata Jimmy menunjukkan foto dan video.
pengacara Joshua pun merasa begitu heran, tapi dia setuju untuk mengajukan perceraian.
dan sebisa mungkin dia akan merapikan dan menyembunyikan ini dari tergugat.
Jimmy pun pamit pulang setelah selesai membahas segalanya, dan kini dia harus berbelanja untuk cemilan anak-anak.
sedang di tempat lain, Vita melihat persiapan dari perusahaan yang cukup baik,bahkan selama dia tak di tempat.
Yuniar bekerja dengan baik, "ternyata wanita ini bagus juga," gumamnya.
"nyonya, ini semua laporan yang butuh tanda tangan anda," kata Yulia.
"nyonya ada tamu yang ingin bertemu dengan anda, tapi sudah di tangani oleh bos Yuniar, tapi seharusnya anda juga memantau lewat CCTV," kata Yulio.
"kalau begitu hubungan tenang iPad milikku, dan Yulia tolong belikan aku coklat pahit panas, bisa," perintah Vita dengan sopan.
"baik nyonya," jawab Yulia.
Yulio memberikan iPad pada Vita, dan mulai terdengar semua perbincangan antara Yuniar dan juga tamu itu.
ternyata itu adalah Benny yang ingin bekerja sama tentang promosi hotel miliknya yang baru di bangun.
Yuniar menghadapi pria itu dengan sangat baik, terlebih Benny terkenal dengan pemilik diskotik yang berisi Wanita-wanita malam.
itu kurang di sukai oleh Vita, tapi Yuniar membuat pria itu terdiam dan tak bisa berkutik.
bahkan syarat yang di ajukan oleh Yuniar sangat bagus, dan tak terduga pria itu juga mengiyakan tanpa keberatan.
__ADS_1