The Housemaid

The Housemaid
makin tua makin gurih


__ADS_3

Jimmy mencebikkan bibirnya, pasalnya dia tak suka fi Katai tua seperti itu.


"papa, jika aku tua, anda apa bangkotan?" kesal Jimmy.


"dasar anak durhaka kamu berani menghina ayahmu, kamu bikin orang naik darah saja," kesal tuan Syam mendengar ucapan Jimmy.


"sudah-sudah kenapa ini kok malah saling kesal sih, oh ya papa bagaimana kondisi mama, apa tubuhnya bisa menerima donor jantung itu?" tanya Vita khawatir.


"iya, aku bersyukur pada Tuhan, karena kata dokter mama mu itu menerima jantung itu dengan baik," jawab tuan Syam.


Vita pun bersyukur, tak butuh waktu lama Jimmy pun bangun dan akhirnya Vita bisa bergerak pasalnya kakinya terasa sedikit kaku.


"sayang tolong ambilkan air minum itu," mohon Vita.


tunggu sebentar sayang," kata Jimmy yang mengambil air di dalam kulkas.


"hei pria tua, kamu kenapa begitu menyebalkan, istri sakit kamu kasih air dingin," kata tuan Syam.


"kenapa dokter tak melarang, lagi pula tua tua gini aku masih bisa menggoda wanita secantik dia," kata Jimmy dengan sombong.


Vita pun terkejut hingga tersedak, pasalnya Jimmy begitu percaya diri sekali.


tak butuh waktu lama mereka pun pamit pergi dan sekarang hanya tinggal dia dan Vita.


"apa yang kamu ingin kan mas," kaget Vita melihat suaminya yang kembali baik ranjang dan mulai menindihnya.


"sayang aku ingin menikmati tubuh mu," kata Jimmy


"kamu jangan gila mas, ini rumah sakit, dan suster bisa sewaktu-waktu datang," kata Vita.


"memang kenapa, aku sedang bersenang-senang dengan istriku ini," jawab Jimmy.


"sudah jangan membuatku malu, kita bisa melakukannya di rumah saat sudah pulang, oh ya minta ayah pulang ke rumah kita dulu," kata Vita.


"tapi sepertinya tak baik jika tinggal bersama di satu atap, jadi aku menaruh mereka di dia paviliun di samping rumah, dan kita bisa sarapan atau makan malam bersama, tapi saat malam tak akan ada yang menganggu kesenangan kita," kata Jimmy.


"atur saja, kamu sudah tau harus apa, dan untuk ayah, aku sudah menyiapkan sebuah toko agar dia kelola, terlebih berdiam diri tak baik untuknya," jawab Vita.

__ADS_1


"baiklah sayang, kamu memang anak berbakti," jawab Jimmy.


mereka pun tertawa bersama, Jimmy pun memeluk Vita, kini mereka sedang menonton lewat ponsel.


********


siang ini Vita sudah di izinkan pulang, dan mereka langsung menuju ke rumah baru mereka.


terlebih Yulio dan Yulia sudah membereskan segalanya, semua barang Vita dan Jimmy sudah di atur sedemikian rupa.


Vita masuk bersama Jimmy ke rumah mewah itu, ternyata semua teman mereka datang menyambut mereka.


begitu pula dengan tuan Zein yang sudah berada di paviliun di sebelah kiri, dan orang tua Jimmy akan tinggal di paviliun sebelah kanan.


meski paviliun, rumah itu juga termasuk mewah, karena itu tempat itu yang mendesain dan merancang adalah Jimmy sendiri.


setelah pesta penyambutan dan makan-makan, Vita pun di antar ke lantai dua dengan mengunakan lift.


Jimmy meminta istrinya itu beristirahat, sedang teman-teman mereka juga satu persatu pamit pulang.


"bagaimana dengan restoran ayah, apa berjalan baik?" tanya Jimmy.


"sangat baik, dan Vita membukakan restoran itu di dekat universitas hingga banyak para mahasiswa yang datang," jawab tuan Zein begitu senang.


"ayah lihat, betapa hebat putrimu itu, di bandingkan virnie," kata Jimmy.


"iya nak kamu benar, putri kandungku yang aku buang, malah sekarang membantu ayahnya yang sudah tua ini keluar dari kemiskinan, aku kadang malu pada Arvi, entah kebaikan apa yang telah aku lakukan dulu atau istriku, hingga kami di berkahi putri seperti dia ini," kata tuan Zein.


Jimmy pun tersenyum, sepertinya mertuanya itu benar-benar bertaubat, bahkan pria itu kini nampak begitu santai dan tak seperti dulu.


Jimmy memerintahkan kepala maid untuk menutup pintu karena dia ingin beristirahat.


terlihat Vita sudah tidur dengan nyenyak, dan itu pun dia terlihat begitu seksi karena mengenakan lingerie berwarna hitam.


dan membuat tubuh putihnya itu seakan kontras dengan warna pakaian yang di kenakan.


"aduh sayang, kamu membuatnya terbangun, tapi kamu susah lelap, sabar Jhoni, besok kita minta jatah double," lirih Jimmy yang sudah merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


sedang tun Zein mengambil beberapa roti dan mulai membuat sandwich dan juga mengambil buah.


salah seorang pembantu yang melihatnya pun menawarkan bantuan.


"boleh saya bantu tuan," tanya pembantu bernama Riana.


"boleh Riana, maaf aku jadi merepotkan, oh ya kenapa kamu sering sekali yang membersihkan rumah bagian paviliun," tanya tuan Zein.


"Karena perintah mas Yulio, karena di rumah utama, lantai dua khusus di bersihkan oleh kepala pelayan, dan yang lain memiliki tugas masing-masing, dan tugas say melayani anda," kata pelayan itu


"owh begitu, ya aku dengar putriku itu memang sangat sulit di layani," jawab tuan Zein.


"itu karena nyoba sedang hamil hormonnya tidak seimbang," jawab Riana.


wanita itu menyiapkan air di kamar tuan Zein, dan pria itu sedang duduk menonton tv.


"kamu bisa menemaniku jika sudah tak ada pekerjaan," kata tuan Zein.


"tidak tuan, nanti kepala pelayan marah saat saya tak ada di kamar," jawab Riana sopan


"tak usah takut, oh ya kalau tak salah di paviliun ini ada kamar khusus pelayan, jadi maukah kamu pindah kesana agr tak menganggu teman-teman mu yang lain, dan kamu bisa membersihkan rumah ini sesekali," kata tuan Zein.


"kalau itu, sebaiknya tuan bilang dulu pada tuan dan nyonya, karena saya takut jika mereka tak mengizinkannya," jawab Riana.


tuan Zein pun mengangguk, Riana akan bangkit saat kakinya meras kesemutan dan tak tubuhnya jatuh menimpa tuan Zein.


pria itu menangkap tubuh wanita itu dan memeluknya, aroma tubuh wanita itu begitu wangi dan sangat menggoda.


bahkan adik kecilnya yang lama berdiam diri, kini perlahan mulai bangkit dari mati suri.


"maaf tuan, kaki saya kesemutan," kata Riana yang buru-buru menarik tubuhnya.


"iya tak apa-apa," jawab pria itu.


Riana pun langsung pergi, tapi tak sengaja dia melihat tonjolan yang ada di bagian bawah tubuh pria itu.


tubuhnya pun meremang, pasalnya dia juga sudah lama tak melihat benda itu, telebih ukurannya sepertinya sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2