The Housemaid

The Housemaid
JN_pembalasan setimpal


__ADS_3

"terus kamu percaya begitu saja, memang kamu pernah melihat asisten itu bekerja dengan Yuniar, hei tuan!!! berapa lama kamu mengenal Yuniar, apa kamu tak sadar hah!!" marah Vita.


melihat itu Jimmy menahan istrinya, tak akan selesai dengan marah, toh ini juga bukan sepenuhnya salah Ferdi.


"tenangkan dirimu sayang..."


"begitu mudah kamu menyuruhku tenang, aku menjaganya mati-matian tapi dengan mudahnya pria ini merusak adikku, jika bukan karena ide dari mu Farah tak akan jadi seperti ini," marah Vita.


"hei tenanglah, kenapa kamu malah menyalahkan aku!!" kata Jimmy tak terima.


"arg.... aku benci situasi ini!!" teriak Vita yang langsung berlari masuk kedalam ruang belakang.


dia mengambil koper miliknya dan memasukkan lima peluru ke dalam pistol.


"nyonya, tenanglah tak akan bisa berakhir seperti ini jika anda marah," kata Nat.


"minggir... aku akan membunuh siapapun yang menghentikan ku saat ini," kata Vita.


dia pun keluar sambil menangis dan membawa pistol di tangannya, Jimmy kaget melihat istrinya.


baru kali ini dia melihat Vita yang seperti ini, "Farah kenapa diam, cepat bujuk kakak mu," marah Jimmy.


Vita mengacungkan pistol itu ke kepala Ferdi, di saat itu Yuniar dan Benny datang bersamaan.


"apa sih menyuruhku pulang, setelah aku berhasil membuat Ferdi itu terjebak dengan wanita lain, aku sudah bebas terima kasih," kata Yuniar yang masih belum sadar jika Vita sedang marah


tak terduga sebuah tembakan di berikan di kaki Yuniar, wanita itu pun langsung tersungkur dan kesakitan.


semua orang yang me dengar suara tembakan pun panik dan bergegas melihat.


"apa-apaan kamu buta, aku adalah sahabat mu!! AAAA... sakit!!" teriaknya.


"aku dan mas Jimmy menyuruh mu untuk membuat kak Ferdi menjauh dengan memanfaatkan mas Benny agar dia pergi dengan sendirinya, bukan kamu yang berani mengunakan adikku Fatah sebagai ganti dirimu untuk menjebak mas Ferdi,kamu tau benar apa hukuman dari apa yang kau lakukan," kata Vita yang masih mengacungkan pistol ke kepala Yuniar.


"apa aku tidak melakukan itu, Farah pasti bohong," kata Yuniar yang masih kesakitan.


"tunggu dulu, kita bisa bicarakan nanti, biarkan aku membawa Yuniar ke rumah sakit," kata Benny yang ingin maju.

__ADS_1


tapi Vita menembak marmer di depan kaki Benny, "sekali lagi kamu berniat melangkah peluru itu bersarang di kepalamu,"


Benny pun mundur, semua pun hanya berdiri diam melihat itu karena mereka tak ingin mati.


"benar apa yang di katakan oleh Yuniar Farah, kamu yang memilih untuk menyerahkan tubuh mu, jawab!!" bentak Vita.


"tidak kak, aku sudah empat hari kurang istirahat, dan malam itu aku masuk ke kamar hotel milik kita seperti biasa, dan aku minum obat tidur agar besoknya bisa segar, tapi saat aku bangun,pria itu sudah di sampingku dan kondisiku sudah tak mengenakan apapun," kata Fatah.


"asisten Yoo sialan," gumam Yuniar.


"bawa asisten Yoo kesini," perintah Vita.


pria itu masih kesakitan,bahkan kondisinya juga sangat memprihatikan.


Yuniar pun baru kali ini lagi melihat Vita semarah ini, "Nat!! bangunkan dia,"


Nat mengambil air garam dan langsung menyiramkan ke tubuh pria itu.


asisten Yoo pun bangun dan berteriak kesakitan, pasalnya lukanya terasa begitu perih.


"maafkan saya nyonya!!!" teriaknya.


"iya nyonya, Miss Yuniar meminta saya untuk menyiapkan seorang model kelas atas untuk mengantikan dirinya, tapi model Catherine yang saya pilih tidak datang, karena Miss Yuniar terus mengancam ku dengan semua perbuatan kotor ku, akhirnya aku memilih nona Farah untuk melakukannya, toh dia hanya model biasa juga, dan aku yakin saat itu nyonya tak akan marah karena dia itu hanya adik angkat nyonya," kata asisten Yoo dengan suara gemetar.


dua kali suara tembakan terdengar, "kamu banyak omong," kata Vita dengan mata yang memerah.


Yuniar tak mengira Vita berani membunuh orang, "jangan kau kira aku akan mengampuni mu hanya karena kamu lama ikut aku."


"aku tak bersalah," kata Yuniar yang bangun dan mendorong Vita hingga terjatuh.


wanita itu berdiri tepat di tengah ruang tengah, "Yulio!!" teriak Vita.


lampu gantung kristal berukuran besar di tengah ruang tamu pun jatuh menimpa Yuniar hingga tewas.


semua orang tercengang melihat itu, Vita bangun dan bersikap dingin melihat hal itu.


bahkan tak ada sedikit pun raut rasa bersalah atau duka di wajahnya, dia malah tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Bu Kim tolong bereskan kekacauan ini, aih... sebenarnya aku sudah muak dengan dirinya dari dulu, terutama saat dia berani memandang Jimmy ku dengan penuh nafsu," kata Vita.


semua terdiam melihat itu, Benny syok melihat Yuniar mati dengan begitu buruk.


Jimmy dan Ferdi juga tak mengira Vita adalah sosok yang begitu mengerikan di balik sikap lembut yang di tunjukkan.


Vita pun duduk di kursi sambil melipat kaki dengan angkuh, Ferdi pun memberanikan diri membuka suara.


"jadi aku tak salah karena aku juga di jebak di sini, dan aku tak harus tanggung jawab bukan," kata Ferdi.


"begitu mudah mulut mu bicara, jika kamu tak ingin tanggung jawab silahkan saja, tapi aku akan membuat mu tak punya masa depan selamanya, seperti halnya James yang kini jadi pria cacat seumur hidupnya," kata buat dingin.


"Nat bawa obat itu, dan minta Ferdi menyuntik dirinya sendiri jika dia tak ingin bertanggung jawab atas adikku,"


"baik nyonya," jawab Nat yang keluar dengan satu jarum suntik siap di berikan pada Ferdi.


"pilih sendiri, cacat atau bertanggung jawab," kata Vita.


Vita tersenyum manis melihat suami dan keluarganya yang syok, "apa aku mengejutkan kalian, ah maaf... aku bukan menantu yang bisa kalian injak, karena inilah aku yang sesungguhnya, hidup di jalanan membuat ku kuat, dan kalian kira semua yang terjadi adalah murni kecelakaan maaf sepertinya kalian salah, ha-ha-ha-ha,"


Yulio, Yulia dan Nat berdiri di balik kursi tempat duduk Vita, "aku harus merebut dan membuat apa yang harusnya jadi milikku kembali pada diriku, mau itu barang atau bahkan suami yang seharusnya milik Ki karena perjanjian itu dulu milik ibuku, bukan wanita kejam itu," kata Vita kembali mengingatkan.


tuan Zein terdiam, dia tak mengira sikap manis putrinya adalah sebagian kebohongan.


"jadi suamiku jangan syok begitu, aku tetap istrimu, tapi maaf kami harus melihat ku yang seperti ini," kata Vita yang memeluk Jimmy.


sedang Jimmy harus mencerna semua yang dia dapatkan, Jefry memeluk Nat, dia tak peduli apapun karena baginya Nat adalah wanitanya.


Ferdi dan Benny gemetar melihat tatapan mata tajam Vita ke arah mereka, "aku akan bertanggung jawab," saut Ferdi.


"ah ... bagus, Farah sekarang jamu akan menjadi nyonya dari tuan Ferdi, ingat jadi istri yang baik oke, jangan membuat ku harus membuat mu berakhir seperti Yuniar," kata Vita dengan senyum manis.


"iya kakak, aku mengerti..." jawab Farah.


Vita memberikan kode pada Yulio dan Nat untuk mengusir semua orang.


Ferdi pun mengajak Farah pergi, "jika besok kalian tidak menikah, aku akan mencari mu meski sampai ujung dunia atau bahkan ke lubang semut untuk membunuhmu mas Ferdi," kata Vita.

__ADS_1


"aku mengerti," jawab Ferdi yang langsung pergi.


Benny juga tak ingin terus berada di rumah mengerikan itu, dan Vita masih memeluk Jimmy yang diam bagai patung.


__ADS_2