
pukul sepuluh pagi Benny keluar dari kamarnya, dia sudah bersiap dengan baju tapi dan terlihat sangat tampan karena mengikat rambutnya yang memang sudah mulai gondrong.
sedang Dwi juga sudah bersiap dengan baju yang di sediakan oleh Benny.
pria itu bahkan memiliki baju wanita di kamarnya, tapi baju itu sangat pas untuk tubuh Dwi.
bahkan Benny membantunya menata rambut dengan mengepang nanas dengan sangat rapi.
"tuan muda kita mau kemana? aku masih sedikit kesakitan," mohon Dwi yang masih berusaha berdiri meski kakinya gemetar.
"kamu kelamaan, kita sudah di tunggu, dan jangan sampai telat," kata Benny yang langsung mengendong wanita itu.
Dwi tidak curiga sama sekali, terlebih gaun yang dia gunakan meski berwarna putih tapi gaun itu cukup sederhana.
ayah Benny dan istrinya kaget melihat hal itu, pelayan baru itu sedang berada di gendongan Benny.
"hei pelayan baru, dasar tak tau malu, kamu menggoda majikan mu, turun dan jangan berlagak kamu!" bentak Atik.
"hei jangan berani berteriak di depan ku, atau pergilah dari sini," bentak Benny yang tak suka.
dia pun pergi begitu saja dengan Dwi menuju ke tempat yang cukup jauh.
sedang Jimmy sedang menggerutu kesal, pasalnya pagi tadi Benny memintanya dan Vita pergi ke sebuah gereja yang cukup jauh.
mereka pun berangkat karena Benny mengatakan akan menikah, "sudah sayang, mungkin dia tak berbohong, dan mas Benny mau menikah,"
"bukan begitu jika iya, dia keterlaluan karena menyembunyikan semuanya dari kami, berarti semalam pesta bujangnya," kata Jimmy tak habis pikir.
bahkan mereka saja membeli hadiah secara random, karena semuanya mendadak.
tak hanya Jimmy, bahkan dokter Iwan sudah panik karena harus menggeser semua janji temu pasiennya.
tapi beruntung dia bisa melakukannya, dan dia sudah berada di dalam mobil bersama Rika.
mereka membeli hadiah juga secara mendadak yaitu tiket bulan madu di Jepang seminggu.
sedang Ferdi tak kalah heboh, bahkan Yuniar sedang berdandan di mobil karena tadi Ferdi tau sedikit lebih siang.
__ADS_1
mobil Jimmy sampai di gereja yang di maksud, dan memang ada hiasan pernikahan.
Jimmy membantu Vita untuk masuk ternyata mereka sudah di beri arahan oleh EO.
tak lama mobil dokter Iwan dan Ferdi juga datang, dan mereka berdua bergabung bersama Jimmy dan Vita.
"ini benar pria brengsek seperti Benny mau menikah, mimpi apa pria itu," kata dokter Iwan.
"entahlah, aku juga tak tau apa yang harus aku lakukan jika ini adalah kebohongannya," terang Jimmy dengan kesal.
ternyata Benny datang dengn seorang gadis yang begitu cantik dan terlihat sangat muda.
"kalain datang, ayo kita mulai upacaranya, karena pengacara Johan juga sudah datang," kata Benny yang melihat pria yang dru tadi Dian di bangku paling depan.
Benny dan Dwi langsung menuju altar, ketiga sahabatnya dan pasangan mereka menjadi saksi untuk keduanya.
setelah mengucapkan janji pernikahan mereka pun sudah sah, "ini beneran bukan?" tanya Ferdi.
"menurutmu apa kebohongan, aku tak pernah suka membuat pernikahan sebagai lelucon," jawab Benny.
pengacara keluarga Benny langsung memberikan semua surat-surat kepemilikan dari perusahaan yang di tinggalkan oleh ibunya dulu.
"aku sudah menikah, bagaimana dengan kalian berdua," ledek Benny pada Ferdi dan dokter Iwan.
"bacot banget tuh mulut," saut Ferdi kesal
Yuniar pun melengos saja, dia tak mau memili ikatan jika pria itu tak serius, jadi Yuniar butuh keseriusan yang di tunjukkan oleh Ferdi untuk meyakinkan wanita itu.
sedang dokter Iwan melihat Rika yang sedang bercanda bersama dengan Vita.
gadis itu sudah sangat memenuhi kriteria istrinya itu, dan dia harus berpikir untuk hal yang lebih serius kedepannya bersama Rika.
"aku tunggu hadiah dari kalian bertiga," kata Benny menantang ketiganya.
"aku membelikan mu sebuah mobil BMW keluaran terbaru dan juga satu set jam tangan mewah model terbaru," kata Jimmy.
"terima kasih bro, kamu tak pernah mengecewakan, tapi mobilnya cash atau kredit," tanya Benny meledek pria itu.
__ADS_1
"kau kira aku semiskin itu hingga mengkredit mobil, tenang itu cash dan akan di kirim ke rumah pribadimu," kata Jimmy.
"bagus, dan terima kasih hadiahnya tuan dan nyonya Jimmy," kata Benny.
"aku tak bisa membelikan apapun, karena pernikahan mu yang mendadak, tapi aku membelikan paket bulan madu ke Jepang selama seminggu, dan juga satu set tas dan baju musim dingin dari brand internasional, dan juga perhiasan," kata dokter Iwan.
"baiklah terima kasih jawab, kamu tau kan aku pakai spa, istriku juga sekarang mengenakannya," terang Benny.
"aku tau, sudah tak perlu banyak omong," kata Benny.
sedang Ferdi menghela nafas, "aku memberikan saham perusahaan mu yang ada di tangan ku sebagai hadiah untuk mu, ini suratnya sesuai perjanjian kita dulu, dan juga ada motor gede impian mu,"jawab Ferdi menyodorkan sebuah berkas.
"terima kasih, atas hadiahnya semuanya," jawab Benny tak tau malu.
"ya kita menikah, pasti semuanya bangkrut, tapi tak masalah untuk teman-teman seperti kalian," jawab Jimmy.
mereka pun tertawa bersama, saat Benny mendapatkan telpon ternyata Jimmy tidak hanya membelikan satu mobil melainkan dua.
Benny pun tak mengira jika temannya itu sekaya itu, hingga membeli mobil secara cash.
setelah menikah, mereka pun makan bersama di sebuah restoran yang di miliki oleh tuan Zein.
bahkan Vita meminta ayahnya itu menyiapkan semua dengan spesial.
dan benar saja, saat mereka sampai semua keluarga dari Jimmy ada di sana dan merayakan pernikahan dari Benny dan Dwi.
mereka makan-makan dengan semua menu spesial, semua juga tak mengira jika Rio juga begitu dekat dengan Jimmy dan Vita.
bahkan bocah itu seperti anak Keduanya di banding seperti adik mereka.
"ini kita merayakan dia pernikahan baru, dari pernikahan om Zein dan tante Riana, dan juga Benny dan Dwi, bersulang semuanya," kata Vita mengangkat gelas miliknya yang berisi jus anggur.
"bersulang untuk pasangan baru kita semua," kata Jimmy
setelah bersulang, mereka pun mengadakan pesta dansa, sedang Vita duduk saja karena kondisinya yang sudah trimester pertama dengan perut super besarnya.
"Vita bagaimana kata dokte kandungan mu, apa kamu hamil kembar? kenapa perutmu super besar kalau cuma hamil satu bayi?" tanya Iwan yang juga seorang dokter.
__ADS_1
"kata dokter aku hamil ketuban, jadi air ketuban terlalu banyak hingga seperti hamil kembar, tapi tak masalah, itu akan naik sat persalinan bukan," jawab Vita dengan santai.