The Housemaid

The Housemaid
JN_rindu itu berat


__ADS_3

Yulia pun mengangguk, sedang Jefry malah merindukan sosok Nat yang dingin, terlebih Yulia lebih cenderung suka dengan James.


"Yulia, mungkin ini terdengar menyebalkan, jika boleh bisakah perjanjian kita di tukar saja?" tanya Jefry


"di tukar, apa maksud mu?"


"iya, aku memberi mu uang dua ratus juta kaldu mau, dan biarkan aku pergi toh sebenarnya kaku tak butuh aku, benarkan?" tanya Jefry


"tiga ratus juta deal," kata Yulia.


"baiklah deal," jawab Jefry yang sudah tak tahan dengan berada di antara kedua orang itu.


Jefry pun mentransfer uang yang di minta oleh Yulia, toh dia tak ingin menjadi orang yang menganggu pendekatan dari keduanya.


"terus kamu mau kemana?" tanya James.


"mau pulang, karena di sana lebih menyenangkan, kalian berdua nikmati kencannya ya," kata Jefry yang menghentikan sebuah taksi.


James dan Yulia pun diam, "ha-ha-ha dua tidak berubah, kenapa bilang ini kencan," kata James.


"aku tak keberatan,karena aku memang tertarik dengan mu dari pertama kali kita bertemu," jawab Yulia jujur.


James terdiam, dua tak mengira akan mendengar itu dari Yulia, kenapa perasaannya kini juga berdebar dan berbunga-bunga.


"sudahlah, lebih baik sekarang ayo antar aku pulang, jika tidak saudara kembar ku itu pasti akan mengomel," kata Yulia


James pun mengangguk dan bergegas mengajarkan Yulia pulang ke apartemen.


saat Yulia turun, dia juga mengajak James untuk mampir sebagai ucapan terima kasih, terlebih Yulio ternyata ada tugas ke luar negeri mendadak bersama Yuniar.


Vita sedang duduk sambil menikmati waktu malam ini, terlebih dua putranya sudah tenang dalam lelap tidur mereka.


Jimmy baru selesai mandi dan melihat istrinya itu, "ada apa sayang?"


Jimmy memeluk Vita dengan erat, entahlah mencium aroma tubuh dan wangi parfum istrinya saja sangat menggoda dirinya.


Vita berbalik dan langsing mengecup mesra bibir Jimmy, "aku menginginkan mu pa, kamu terlalu sibuk, aku serasa ingin kembali ke masa lalu, saat kamu banyak waktu di rumah, dan kita," kata Vita menggambar lingkaran di dada Jimmy


"setelah anak-anak sedikit lebih besar, aku janji, aku akan menyediakan semua waktuku untuk mu, dan sekarang aku harus membuat Jefry mandiri dulu sayang," bidik Jimmy mengecup bibir istrinya itu.


"kenapa tidak menikahkan dia saja, cari calon yang cocok," kata Vita merangkul leher suaminya.

__ADS_1


"tidak bisa, orang tuaku tak ingin memaksa Jefry, mereka takut jika bocah itu berakhir seperti diriku," kata Jimmy.


"kenapa begitu? padahal semua wanita tak akan sejauh itu," kata Vita.


"aku tau, dan lihatlah saat aku telat menemukan wanita yang sudah memberikan hal terbaik pertamanya padaku, dan sekarang aku ingin menikmati umur terakhir ku dengannya," bisik Jimmy yang langsung memberikan ciuman di seluruh titik sensitif istrinya.


malam ini Vita sangat bahagia, setelah lama Jimmy tak menyentuhnya, mereka pun bisa meluapkan kesenangannya.


bahkan tak hanya sekali tapi beberapa kali mereka terus mengulanginya.


bahkan Jimmy tak bisa menahan dirinya karena melihat Vita yang begitu seksi hari ini.


sedang di rumah samping, tuan Zein baru selesai melakukannya dengan Riana di dapur.


beruntung saat Rio bangun, mereka sudah selesai, "ada apa Rio?"


"Rio ingin ayah membacakan cerita untukku," kata bocah itu yang langsung menyeret tuan Zein ke dalam kamarnya.


Rio ingin di bacakan tentang cerita beauty and the beast, entahlah dia ingin saja mendengar cerita seperti itu.


tuan Zein pun membacakan cerita sampai bocah itu tertidur lagi, setelah itu dia pun menuju ke dalam kamar miliknya.


pilihannya jatuh pada sebuah lingerie seksi berwarna hitam tapi belum sempat memakainya.


Riana sudah merasakan sesuatu yang menyentuhnya, "hentikan... aku baru selesai mandi,"


"kamu tinggal mandi lagi," jawab tuan Zein mudah.


akhirnya dua pun tak bisa menghentikan kenakalan suaminya itu dan pasrah dengan apa yang di lakukan pria itu.


Jefry sudah pergi membawa mob James dan besok anak buah James akan mengambilnya di rumah Jefry.


tapi dia lupa tak melihat tanda untuk bahan bakar mobil itu,Jefry berada di sebuah jalanan pinggiran kota tanpa terduga mobil itu malah mogok karena kehabisan bahan bakar.


"ah sialan, kenapa kamu berhenti, ini masih jauh!!!", teriak Jefry frustasi.


dia pun menghubungi anak buah James untuk mengambil mobil itu, sedang dia akan menumpang mobil bak saja.


toh mobil yang menuju ke desanya cukup banyak, dia melambaikan tangan pada mobil yang lewat.


akhirnya ada sebuah pick up yang berhenti, "ada apa ya bos?"

__ADS_1


"tolong berikan aku tumpangan menuju ke desa cadas," mohon Jefry.


"boleh saja, tapi naik bak belakang bos, gak papa?"


"gak masalah asal aku bisa pulang," jawab Jefry


mereka pun akhirnya menuju ke desa yang menjadi tempat tinggal Jefry.


dia mengenakan jaket yang cukup tebal untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat.


tapi sayangnya mobil ini adalah mobil pembawa ternak, jadilah bisa di tebak jika Jefry akan beraroma sama.


pukul lima pagi mobil itu sampai di rumah perternakan mewah itu, Jefry pun turun dan memberikan sedikit uang.


dia langsung berlari ke dalam rumah dan saat akan mengetuk pintu, dia kaget karena Nat membuka pintu.


Nat dan Jefry saling kaget karena mata mereka bertatapan dengan erat.


"tuan anda dari jatuh ke kandang kambing, kenapa bau mu seperti kandang kambing yang sudah lama tak di bersihkan," kata Nat dengan ekspresi datar.


"tutup mulut mu yang menyebalkan itu, aku ingin mandi air hangat dan tolong bantu aku menghilangkan aroma kambing ini," kata Jefry


"baiklah tuan, saya akan membantu anda," jawab Nat.


Jefry sudah berada di kamar mandi dan berendam, Nat datang dan langsung membantu mengisi tubuh Jefry dengan lulur yang dia buat sendiri.


awalnya Jefry tak mau, tapi Deni menghilangkan aroma kambing dari tubuhnya dia pun pasrah apapun yang di lakukan oleh Nat Padanya.


Jefry kini pasrah, setelah selesai Nat memintanya, untuk mandi dengan bersih.


"tuan mandilah, dan saya akan menyiapkan sarapan untuk anda, apa ada permintaan menu apa hari ini?"


"tidak ada tapi jika boleh aku ingin makan nasi goreng Chinese," kata Jefry.


"tapi itu namanya request tuan, baiklah biar saya buatkan," jawab Nat yang langsung pergi.


Jefry menghela nafas, entahlah melihat Nat yang kaku sebenarnya sangat menyebalkan.


tapi saat di kota dia malah merindukan wanita kaku itu, terlebih dua harus melihat tatapan aneh dari Yulia yang begitu ketara jika menyukai James.


sebenarnya Jefry kasihan pada gadis itu, tapi dia membiarkan saja toh keduanya sudah sama-sama dewasa.

__ADS_1


__ADS_2