
Jimmy sedang bekerja di ruangannya, saat Vita keluar dan ingin ke dapur.
kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Jefry untuk meminta uang pada kakak iparnya itu.
terlebih dia sudah hampir tiga bulan ini di kurung terus di rumah oleh orang tuanya dan Jimmy.
"ada apa Jefry?" tanya Vita yang merasakan kehadiran pria itu.
"he-he-he kakak ipar sadar ternyata aku di belakang mu, aku ingin meminta tolong," kata Jefry.
"apa itu, jika bisa pasti kakak bantu kok," jawab Vita.
"aku butuh satu milyar kak sekarang, nanti pasti aku kembalikan, tapi tolong rahasiakan ini dari kak Jimmy, aku ingin mengikuti pest di kapal pesiar," kata Jefry memohon.
"bisa saja, aku bisa memberimu lebih tanpa harus mengembalikan, tapi kamu harus mau membantuku untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, dan bagaimana pun caranya, kamu harus dapat barang itu," kata Vita memberikan syarat.
"memang aku harus mencari barang apa kak?" tanya Jefry penasaran.
"nanti asisten ku Yulia yang menjelaskan padamu, ingat apapun yang terjadi brang itu harus sampai di sini dengn selamat," perintah Vita.
"baiklah aku siap, tapi boleh transfer sekarang," mohon Jefry.
"tentu, aku transfer satu milyar, dan saat kamu berhasil akan aku tambah," jawab Vita.
"siap kakak ipar."
Jimmy pun tak tau jika Jefry sudah lari meninggalkan rumah untuk bersenang-senang di kapal pesiar.
Yulia menunggu pria itu di sebuah dermaga, saat mobil Jefry datang Yulia pun melambai ke arah pria itu.
"halo cantik, butuh tumpangan?" tanya Jefry.
"kamu mau mati tampan, kita di sini untuk misi bukan untuk menyenangkan adik kecil mu itu, paham," ancam Yulia dengan dingin.
Jefry pun menelan air liurnya takut, dia tak mengira jika asisten dari biaya begitu kejam meski wanita.
"ya aku tau, ayo kita naik," ajak Jefry.
akhirnya mereka berdua ikut berlayar dan Yulia sudah mendapatkan tiket untuk mengikuti lelang yang di adakan di kapal itu.
tapi sebelum lelang di mulai, Jefry mengajak Yulia menemui teman-temannya.
Yulia pun merasa senang karena teman-teman Jimmy adalah ladang informasi penting.
__ADS_1
dia tak mengira bandar narkoba, ketua gengster juga ada di casino ini, bahkan pria yang terkenal sebagai pangeran negeri penghasil minyak mentah terbesar juga datang.
Yulia terus merangkul lengan Jefry karena dia tak mau pria itu membuat ulah dan menghambat tugasnya.
"hei teman, kenapa kamu sudah curi start duluan, kenapa kamu mudah sekali mendapatkan kekasih, sekali lirik langsung jadi," kata Davin.
"ya mau bagaimana lagi, aku kan memang rupawan dari lahir, benar tidak sayang?" kata Jefry melirik Yulia.
"tentu honey, bagaimana bisa aku bisa menolak pesona mu," jawab Yulia yang mengikuti mereka bermain.
"baiklah terserah saja, tapi Jefry aku dengar jika malam ini akan ada sebuah barang langka yang akan di lelang, dan banyak pengusaha yang ingin mendapatkannya, terlebih pihak Sky internasional corp, bukankah itu milik kakak ipar mu," tanya James.
"ha-ha-ha ya kamu benar, tapi mungkin sekarang dia tak tertarik lagi," jawab Jefry.
"padahal aku penasaran, kenapa mereka semua berlomba untuk mendapatkan benda itu," kata Davin.
"entahlah, sudah ayo kita bermain sebelum ke tempat pelelangan," kata Jefry.
mereka semua sedang bermain, Vita bisa mengawasi dan mengetahui segalanya dari kalung yang di kenakan oleh Yulia.
dia tak mengira jik pertemanan adik iparnya begitu menakjubkan, bahkan bisa di bilang wow.
Vita memperhatikan semua gerak gerik Jefry sambil menyusui kedua putranya.
mereka sedang bermain judi kartu, Jefry tak berani main karena keberuntungannya sangat buruk begitu pun skillnya.
"hei kamu bisa kalah, James itu raja judi," bisik Jefry.
"tenang saja, jika dia raja, maka aku dewa, dan kita lihat siapa yang bisa menang aku atau dia," kata Yulia.
"dasar kelas kepala, jika kami bisa menang aku akan jadi pembantu mu selama sebulan gratis," kata Jefry yang menghina Yulia.
"deal... jika aku kalau bonusku selama satu tahun untuk mu, lumayan bisa buat beli mobil Ferarri," kata Yulia.
Jefry pun setuju, karena dia yakin jika tulis akan kalah, tapi satu babak di menangkan oleh James.
babak kedua pun sama, tapi Yulia masih bisa senyum, dia pun menantang James lebih banyak.
"aku pasang semua, dan ini permainan terakhir kita," kata Yulia.
"tentu nona, dan jika kamu kalah kamu harus menemaniku tidur tiga hari," kata James sombong.
" tentu, jika aku memang kamu harus jadi kacung ku selama seminggu," kata Yulia dengan pede.
__ADS_1
"baiklah kita lihat siapa yang menang," kata James membuka kartunya.
James mengeluarkan dua kartu king, dan dia pun meras Aseng karena itu kartu dengan nilai tinggi.
"kamu kalah, aku menang," kata James.
"tunggu dulu tuan, anda tak mau melihat kartu ku dulu, aku ini fi tangan ku," kata Yulia melempar kartu miliknya.
ternyata tiga kartu as, Yulia memenangkan permainan ini, James kehilangan dua milyar dari tangannya.
"dua babu ganteng," bisik Yulia pada Jefry.
"good job Yulia," kata Vita yang menyaksikan Semuanya.
akhirnya mereka masuk ke tempat lelang, di awal pertama pelelangan hany ada karya seni yang langka.
Yulia masih diam tak berkutik, tapi saat sebuah lukisan pemandangan Piramida Giza yang terdapat di tengah gurun bunga.
dia pun melonjak kaget dan meminta Jefry untuk mulai menawarnya.
"cepat tawar," kata Yulia.
"iya sabar," bingung Jefry.
"seratus ribu dolar," teriak Jefry mengangkat papan nomor miliknya.
"seratus ribu dolar satu, ada yang mau menawar lagi, seratus ribu dolar dua,"
para pengunjung merasa aneh karena itu lukisan tak sesuai estetika.
"seratus dolar tiga, selamat nomor tiga puluh lukisan ini menjadi milik anda dengan harga seratus ribu dolar," kata pembawa acara.
Yulia pun terlihat senang, "good job Yulia, sekarang tinggal satu lagi, pastikan apapun yang terjadi, kamu dan Jefry harus bisa mendapatkan benda ini," perintah Vita.
"baik bos," jawab Yulia.
ternyata ada barang incaran mereka belum di keluarkan, ada berapa barang yang keluar lebih dulu.
tapi dia tak tertarik, akhirnya guci tanah liat yang sudah cukup tua di keluarkan.
"barang antik selanjutnya, sebuah guci peninggalan dari jaman penjajahan Belanda, dan baru saja di temukan, ini di kenal memiliki rahasia tersembunyi dari gambar yang ada di dalamnya, harga kami buka di sepuluh ribu dollar," kata pembawa acara.
"seratus ribu dolar," kata Jefry yang langsung mengajar nomor miliknya.
__ADS_1
dan ternyata tak ada yang tertarik, jadi mereka mendapatkan Semuanya dengan mudah.
tapi Jefry merasa bingung dengan benda yang di inginkan oleh kakak iparnya itu.