The Housemaid

The Housemaid
om si kembar


__ADS_3

hari ini Vita sudah di izinkan pulang membawa kedua putranya, Jason dan Jayden.


kedua bayi itu nampak tenang di gendongan Bu Elva dan juga Riana, di rumah juga sudah di siapkan penyambutan yang cukup meriah.


tak hanya itu, Jefry khusus datang untuk melihat kedua keponakannya yang baru saja launching.


"boleh aku mengendong salah satu dari mereka ma?" tanya Jefry dengan semangat.


"tentu, silahkan gendong Jason saja sih," kata Bu Elva.


"tunggu dulu, bagaimana aku membedakan mana Jason dan Jayden, muka mereka terlalu mirip," bingung Jefry.


"ah itu yang berada di tangan mama, Jayden memiliki tahi lalat di bawah bibirnya, itu sebagai tanda," jawab Jimmy.


"baiklah, berarti ini Jason wajahnya bersih, halo jagoan ini om Jefry," kata pria itu dengan semangat.


"kapan kamu menyusul Jefry, usia mu juga tak muda lagi, kenapa tak ingin menikah, jangan menunggu tua," ledek Ferdi melihat adik temannya itu.


"hei tuan, jangan menghina ku, kamu juga belum menikah, padahal usia mu lebih tua dari Jimmy," kesal Jefry.


"tapi setidaknya aku sudah punya putra meski pernikahan ku gagal, aku sudah memiliki pewaris untuk meneruskan nama keluarga," jawab Ferdi sombong


mereka pun melakukan pesta secara sederhana, tak hanya itu mereka juga melakukan hal yang sedikit kekanakan.


terlebih semua pria di rumah itu sedang menggoda Jefry yang memang paling kecil dari mereka semua.


tak sengaja Jefry menabrak Nat yang baru saja mengantar sebuah cemilan di meja, "ah maaf nona,"


"jika tidak bisa melihat, tolong jangan banyak bergerak, kamu bisa melukai orang, cukup diam di tempat dudukku," ketus gadis itu.


Jefry terdiam mendengar Omelan dingin itu, "hei kamu itu cuma pelayan," kata Jefry menarik bahu dari Nat dengan kasar.


tapi tak sengaja dia malah merobek baju Nat di bagian bahu, merasa kesal dengan Jefry, gadis itu langsung menampar pipi dari Jefry.


"meski aku pelayan, Anda tak berhak bersikap kurang ajar padaku, itu tata sopan sederhana apa anda tak mengerti," marah wanita itu kesal.


Jefry pun merasa marah, tapi Jimmy menahan adiknya itu yang ingin melawan Nat.


"kamu kembali ke tempatmu Nat, dan ganti bajumu," kata Jimmy memisahkan keduanya.


dia pun langsung masuk, sedang Jimmy melihat adiknya itu, "ingat Jefry kamu masih dalam pengawasan, dan jika kamu melakukan kesalahan-kesalahan kecil aku tak akan mentolerir kamu lagi mengerti," ancam Jimmy.

__ADS_1


"iya kak, aku mengerti," jawab Jimmy.


tak butuh waktu lama, Nat sudah berganti baju dan melanjutkan melayani semua tamu.


setelah itu semua pun pamit karena Vita dan dua putranya harus istirahat karena lelah.


Jimmy membuat janji dengan teman-temannya besok untuk membicarakan bisnis.


Riana pun terlihat begitu senang saat bisa mengendong seorang bayi tadi, terlebih dua bayi itu begitu tampan dan tenang.


"kamu ingin memiliki bayi sendiri?" tanya tuan Zein


"tapi apa kita tidak terlalu tua untuk memilikinya, aku takut dia malu nanti saat remaja karena orang tuanya sudah sangat tua," jawab Riana.


"tentu saja tidak, aku yakin jika mereka pasti bangga saat mereka tau memiliki orang tua seperti kita," jawab tuan Zein meyakinkan istrinya itu.


"apa anda yakin," tanya Riana.


"aku yakin jika itu pasti terjadi, tapi sebelum itu, sebaiknya kita mulai membuatnya," kata tuan Zein menarik istrinya itu


istrinya pun malu melihat tingkah suaminya itu, Rio yang melihat ibunya di pangku oleh tuan Zein pun bertepuk tangan.


"yey.... ayah kuat, Rio juga mau ikut," kata bocah itu yang ikut duduk di pangkuan dari Riana.


"tapi ibu lama, sudah tau Rio tak bisa mandi sendiri," kata Rio.


tuan Zein mengangguk dan melihat istri dan putranya itu pergi menuju ke kamar bocah itu.


sedang tuan Zein juga memutuskan untuk mandi, dan langsung duduk di depan laptop miliknya.


terlebih dia harus kejar deadline laporan keuangan restoran miliknya, agar nilai yang di laporkan untuk pajak tak keliru.


tuan Zein sudah sibuk dengan berkas-berkasnya, sedang Riana sudah kembali dari kamar putranya.


dia pun melihat tuan Zein dan mengecup bibir pria itu, "tuan tolong bantu aku mengosok punggungku itu sangat sulit,"


"kalau anda tidak mau tak masalah, dari pada aku harus malu karena para pelayan melihat ku," kata Riana yang menyadarkan tuan Zein.


pria itu langsung mengendong Riana ke kamar mandi dan langsung menikmati waktu bersama.


Riana pun benar-benar tak menyangka jika suaminya ini begitu hebat dalam segala hal.

__ADS_1


bahkan tubuhnya memberikan reaksi tang sangat jujur saat bersama.


Riana terduduk lemas di lantai kamar mandi, dia kelelahan setelah kegiatan hebat itu.


"tolong bantu aku..." kata tuan Zein.


tuan Zein kembali mendapatkan servis VVIP, dan Riana tak segan melakukan apapun yang di minta oleh suaminya itu.


bahkan perbedaan Riana dan Sekar sangat jauh, jika dulu tuan Zein tak puas, kini dia terus ketagihan.


tapi Riana berbeda, wanita ini begitu menurut dan juga punya aura yang menantang dari dalam dirinya.


Vita sedang menyusui salah satu putranya, saat Jimmy tiba-tiba mencium keningnya.


"ada apa sayang? apa kamu sudah tak tahan? ingat harus puasa sebulan," kata Vita dengan tawa.


"ah tidak kok, aku hanya merasa bahagia dan tak menyangka aku akan di berikan dua putra di usia ku," jawab pria itu.


"kamu masih muda dan tampan jadi itu tak mustahil, tapi kamu harus rajin berolahraga untuk menjaga tubuhmu, ingat saat anak-anak bisa berlari kamu butuh kebugaran tubuh untuk bermain dengan mereka," kata Vita.


"iya aku tau itu, oh ya kemarin aku lupa tak tanya dokter, kamu berapa jahitan sayang?" tanya Jimmy penasaran.


"aku tidak mendapatkan jahitan sedikit pun, dan lagi aku bisa ikut kelas yoga setelah dua bulan agar membantu mengembalikan bentuk tubuhku," kata Vita.


"apa!! kamu jangan terlalu keras sayang, aku akan tetap mencintaimu meski kamu seperti ini," kata Jimmy membujuk istrinya itu.


"seperti apa, kamu jangan aneh-aneh deh, lagi pula aku tak mau besar begini saat kamu begitu tampan, hei... tuan Jimmy kamu tau pelakor di luar sana itu gentayangan lebih menyeramkan dari pada hantu," kesal Vita mendengar ucapan suaminya.


Jimmy hanya tertawa karena itu semua benar, sedang di lantai bawah, Jefry masih merasa kesal.


pasalnya dia tak bisa melakukan kesenangannya di kota, terlebih Jimmy juga membatasi semua keuangannya tanpa ampun.


itu terjadi karena kesalahannya sendiri, dia pun hanya bisa menghela nafas panjang karena Jimmy tak ingin melepaskan dirinya meski sehati saja.


Jefry mendapatkan undangan dari salah satu temannya untuk mengikuti pesta kapal pesiar pribadi.


dia awalnya menoleh, tapi saat di tunjukkan daftar tamu dan model yang di undang dia pun tertarik.


"aku harus ikut, jika harus aku akan meminta uang pada kakak iparku," gumam Jefry yang nekat.


dia pun menyusun rencana untuk mengikuti pesta yang di adakan besok malam itu.

__ADS_1


setidaknya dia harus menyiapkan dana satu milyar untuk berjaga-jaga, bukan apa pesta seperti itu biasanya akan sangat mahal, terlebih model yang di undang juga sudah internasional Semuanya.


__ADS_2