The Housemaid

The Housemaid
JN_pernikahan Jefry (end)


__ADS_3

Larasati pun tak bisa mengatakan apapun, pasalnya sekarang yang menjadi pasangan dari Ferdi bukan orang biasa.


terlebih setelah dia melihat latar belakang wanita itu, ternyata Farah adalah adik dari pemilik Sky internasional corp.


bukan hanya itu, tapi ternyata suami dari Vita juga seorang pria pengusaha sukses.


terlebih pria itu juga teman Ferdi, jika dia nekat menerjang mereka, maka sudah di pastikan jika dia yang akan hancur.


"sialan!!! kesempatan ku sudah hilang!!" teriaknya marah.


Ferdi juga sudah memastikan jika mantan istrinya itu tak bisa lagi bertemu atau melakukan hal gila lagi pada putranya.


hari berganti, hari yang di tunggu Jefry dan Nat datang, hati ini pernikahan mereka akan di adakan di perkebunan milik keluarga.


rumah peternakan pun sudah di sulap menjadi tempat pesta yang mewah, tak hanya itu bahkan pemandangan juga sangat bagus.


"bagaimana dengan apa yang aku siapkan kak? bagus gak?" tanya Jefry.


"ya... aku tak mengira jika kamu bisa melakukannya seperti ini, bagus kok dan mewah," kata Jimmy.


"ya ... aku menyiapkan semuanya dengan sepenuh hati, terlebih ini sudah pesta pernikahan dari keluarga tuan Syam," jawab Jefry yang langsung dapat pukulan di kepalanya oleh sang papa.


"dasar anak kurang ajar, hati ini tolong jangan menggila," kata tuan Syam yang mengendong baby Jason yang sudah berusia empat bulan.


Jimmy pun mengulurkan tangannya tapi baby Jason malah tak menyahutnya.


"lihatlah... putraku sekarang malah begitu suka ikut eyangnya, sudahlah,kamu siap-siap sebentar lagi acara akan di mulai," kata Jimmy mengusir adiknya itu.


acara di mulai dengan begitu hikmat, terlihat Nat berjalan dengan tuan Zein yang khusus di minta oleh Vita untuk menyerahkan Nat.


pernikahan pun lancar, setelah itu pesta pun berlanjut dengan resepsi dengan konsep garden party.


setelah pesta selesai, para tamu ada yang langsung pulang dan ada yang menginap di villa.


seperti halnya yang lain, Vita sudah menidurkan kedua putranya di ranjang.


"anak-anak sudah tidur sayang?" tanya Jimmy yang mengusap kepala istrinya itu.


"sudah mas, seperti biasa, mereka langsung lelap, ngomong-ngomong besok kita sudah pindah ke rumah baru, dan Benny juga sudah pindah lebih dulu ke depan rumah kita, dan juga Ferdi dan Farah juga sudah pindah terlebih setelah kejadian terakhir," kata Vita.


"baiklah, kita akan mulai di sana, dan mungkin Jefry juga akan pindah kesana karena di rumah ini papa dan mama ingin menghabiskan masa tuanya," kata Jimmy.


"ya... rumah ini memang sangat tenang dan nyama, dan terima kasih sudah menjadikan ku istrimu," kata Vita.


akhirnya malam itu pengantin baru dan pengantin lama menikmati waktu bersama pasangan masing-masing.


dokter Iwan juga sudah menyiapkan perjalanan dengan kapal pesiar mewah untuk teman dan seluruh keluarganya.


pagi ini mereka berangkat ke pelabuhan untuk berangkat dengan kapal mewah itu.


ini adalah liburan sekaligus pernikahan surprise yang akan di berikan pada Rika


dokter Iwan tak ingin jika anaknya nanti lahir tanpa memiliki status orang tua yang jelas.


jadi dia memutuskan untuk mengurus semuanya, mereka akan ke raja Ampat.


di atas kapal semua sedang berkumpul di aula, mereka semua memakai baju biasa.

__ADS_1


"wah ada apa ini?" tanya Jimmy bingung melihat aula pesta ini.


"hari ini kita melakukan pesta pra-pernikahan,"jawab dokter Iwan.


"apa, wah kamu gila, aku belum menyiapkan apapun untuk mu, dan kamu menikah dadakan?" tanya Jimmy.


"ya maaf, aku juga sebenarnya tak ingin ini cepat, tapi ingat saat Rija sedang hamil, jadi aku ingin mempercepatnya karena tak ingin anak ku lahir tanpa status yang jelas," jawabnya lagi.


"tapi ya gini juga, ya tuhan kalau begitu hadiah menyusul," kesal Benny.


"ya, kamu minta apa? ya aku takut memberikan hadiah yang salah, jadi lebih baik minta jadi sekarang saja ya," kata Ferdi yang tak mau pusing dan membelikan hadiah yang tak terpakai.


"kalau begitu berikan saham atau deposito saja, mudah bukan tapi atas namakan istriku," kata dokter Iwan.


"baiklah aku akan berikan dua milyar untuk mu sebagai deposito," kata Ferdi.


"aku akan berikan tiga milyar juga," kata Jimmy.


"dan aku akan memberikan dua milyar juga sebagai hadiahnya," kata Benny.


"karena aku baru menikah dan belum kerja juga, jadi aku kasih satu milyar saja ya," kata Jefry.


"baiklah delapan milyar deposito untuk istriku dari keempat orang sahabatku, terima kasih untuk kalian berempat dan untuk para nyonya ingin memberikan hadiah apa?" tanya dokter Iwan.


mendengar itu, Jimmy reflek langsung memukul kepala temannya itu.


"hei .. itu hadiah dari kami juga sama saja, kenapa kamu masih bertanya pada mereka," kesal Jimmy.


"aku akan memberikan dia satu set perhiasan berlian, anggap saja itu hadiah dari aku dan Nat," kata Vita.


"kalau aku akan memberikan jam tangan mewah satu pasang," jawab Farah


"wah kalian memang mantap," jawab dokter Iwan.


"tunggu dulu, kenapa sekarang aku merasa di peras oleh pria itu," kata Jimmy.


mereka pun tertawa saja, malam hari adalah acara pernikahan yang telah di janjikan.


pernikahan pun sangat elegan dan romantis, tapi sayang Nat sedikit mabuk laut karena ombak di laut cukup tinggi.


setelah selesai, mereka pun melanjutkan pesta, dan yang tak bisa di percaya adalah dia balita itu sangat tenang meski suasana sedikit berantakan karena ombak tinggi.


keesokan harinya mereka pun sampai di raja Ampat, Papua mereka langsung menuju resort-resort yang sudah di pesan sebelumnya.


mereka pun mulai bermain bersama, Jimmy dan Vita hanya duduk bersama kedua bayi mereka.


"sekarang kita sudah bahagia, begitupun dengan yang lain, terima kasih ya sayang," kata Jimmy


busa pun mengangguk, mereka pun berpelukan bersama


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€TAMATπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


halo Semuanya, aku ingin berterima kasih telah mendukung Nobel ini sampai sejauh ini.


tunggu cerita yang lain ya, terlebih di genre horor dan thriller ya, karena saya lagi keluar jiwa psikopatnya.


terimakasih yang sebesar-besarnya love you...

__ADS_1



ini novel baruku ya gaes, mungkin up besok



ini adalah lagu yang sering aku dengerin saat aku menulis ya..


TIARA


Tiara


Menggamit kenangan zaman persekolahan


Tiara


Ku mimpi kita bersanding atas kayangan


Seaaakan bisaku sentuh peristiwa semalam


Di malam pesta engkau bisikan kata azimat di telinga


Kita terpaksa berpisah untuk mencari arah


Kita dipukul ombak hidup alam yang nyata


Engkau jauh miniti puncak menara gading


Yang menjanjikan hidup sempurna


Tapi aku hanya tunduk ke bumi hidup tertekan


Jika kau bertemu aku begini


Berlumpur tubuh dan keringat membasah bumi


Dipenjara terkurung terhukum


Hanya bertemankan sepi


Bisakah kau menghargai cintaku yang suci ini


Oh tiara pedihnya dapatkah kau merasakan


Oh tiara pedihnya dapatkah kau merasakan


Jika kau bertemu aku begini


Berlumpur tubuh dan keringat membasah bumi


Dipenjara terkurung terhukum


Hanya bertemankan sepi


Bisakah kau menghargai cintaku yang suci ini


Oh tiara pedihnya dapatkah kau merasakan

__ADS_1


Oh tiara pedihnya dapatkah kau merasakan


__ADS_2