
Jimmy sudah bersiap pergi meninggalkan istrinya yang berpakaian begitu seksi.
"kenapa masih di sana, pergi sana, ajak Jefry juga, jangan berani berangkat sendiri, atau tinggalin adik mu itu di rumah," kata Vita.
"masak ya bisa si Joni di tinggal, terus kalau aku ingin pipis gimana dong sayang," tanya Jimmy yang tak mau pergi.
"sudah pergi sana, nanti Ferdi mengurungkan niatnya, atau pingin tuh Joni beneran lepas," kata Vita.
"jangan dong, iya aku berangkat, ah... aku harus mengeluarkan setidaknya lima botol anggur kesayangan ku untuk pessta orang gila ini," gerutu Jimmy.
"tidak perlu, aku sudah menyiapkan semuanya di luar, itu semua anggur tua, dan sisakan satu untuk malam pertamanya bersama Farah," kata Vita.
"baiklah nyonya, hamba pergi dulu, tolong jangan merindukan pelayan mu ini," kata Jimmy yang mengecup tangan Vita.
"tidak akan," jawab Vita yang langsung mengecup bibir Jimmy.
sedang di rumah dokter Iwan, pria itu juga sudah siap dengan semua amunisi yang di bawanya, bahkan dari kue hingga Snack.
"apa sudah cukup?" tanya Rika.
"sudah, ini sangat banyak kami cuma berempat, sudah kamu tidur Saja, tak usah menunggu ku, mungkin aku bisa pulang pagi," kata dokter Iwan.
"baiklah, aku mengerti," jawab Rika yang melepas pria tampannya itu pergi.
dia juga mengambil ayam yang ada di kulkas dan mulai menghangatkan ayam itu.
kemudian dia pun menikmati ayam itu sambil nonton tv, dia merasa heran kenapa Bella tak terlihat berkeliaran seperti biasa.
"hei sela, tumben nona besar tak terlihat, kalian mengikatnya?" tanya Rika.
"karena dia terus menganggu anda, Bu Lia memerintahkan aku untuk menguncinya, baru bisa tenang," jawab pelayan sela.
"wah bagus, aku tak suka melihatnya dengan wajah menyebalkan itu terus bertingkah seperti ini rumahnya, mau ayam goreng, makanlah," ajak Rika.
"tentu mbak, ah... aku sangat lapar setelah menyeretnya ke kamar, dia terus menghinaku selama perjalanan ke kamarnya, kenapa tuan mempertahankan wanita menyebalkan seperti itu, bikin ilfill saja," kata pelayan sela.
mereka berdua pun tertawa bersama, tak sengaja sela melihat paha dari Rika yang ada bekas merah.
pelayan sela pun malu, sedang Rika pun tak peduli, toh ini juga berkat kegilaan tuan rumah ini.
__ADS_1
sedang Vita selesai menyusui kedua putranya saat tiba-tiba dia merasa lapar.
dia pun turun ke dapur untuk memasak apa yang ada di kulkas, tak terduga dia malah melihat Yulia yang berjalan mengenakan lingerie seksi.
wanita ini benar-benar gila, Vita menekan tombol Bel untuk ibu Kim, dan wanita itu pun datang dengan panik.
"ibu Kim, bawa dia pergi!!" teriak Vita.
Bu Kim juga kaget melihat kondisi Yulia yang mengenakan lingerie itu sambil berkeliaran di rumah ini.
padahal hal itu adalah sangat terlarang karena ada Jimmy di rumah, dan Vita tak suka itu.
Yulia di tarik ke kamarnya, dan besok Yulio harus membawanya pergi sampai dia sembuh dan kembali normal.
Yulia tak boleh ada di rumah utama milik Vita, dia pun memasak cemilan yang ada di freezer.
setelah itu membawanya naik ke atas dan memakannya sampai habis, bukan apa selama menyusui dia sering merasa lapar di malam hari.
Jimmy dan Jefry sampai di rumah Ferdi yang masih terlihat bercahaya di lantai satu.
tenyata pria itu sudah siap dengan berbagai merk anggur, tak lama mobil dokter Iwan datang bertepatan dengan mobil yang menculik Benny.
"tutup mulut mu, ini namanya penculikan," marah Benny.
"kamu bukan gadis atau bocah yang bisa di culik, lagi pula menculik mu itu tak sesuai standar kami, jadi jangan mengada-ada, sudah ayo masuk," ajak Jimmy.
Benny pun terpaksa ikut, dia tak mengira jika ketiga temannya itu tetap mencarinya meski dia sempat berbuat salah.
"kakak ipar dan kak Jefry datang," sapa Farah yang menaruh beberapa jenis makanan di meja.
"wah kamu tak jauh beda dengan Vita ya, suka buat kue dan makanan sehat," kata Jimmy yang melihat kue wortel dan juga ada kuaci dan aneka jenis kacang.
"maklum ajaran dari suhu untuk tetap menjaga penampilan, kakak ipar kan tau buktinya," kata Farah tersenyum.
"itu benar, kakak iparku tetap seksi dan bahenol setelah melahirkan dua putranya," saut Jefry.
Jimmy pun menjitak kepala adiknya itu, karena berani memuji Vita fo depan Jimmy.
"kamu mencari mati di depan ku hah," kata Jimmy.
__ADS_1
"tidak kok aku cari aman," jawab Jefry yang di tertawa kan oleh Farah.
"Fatah apa kondisi Steve sudah membaik?" tanya Ferdi pada wanita itu.
entah kenapa ada rasa tak suka melihat Farah yang tersenyum begitu lebar bersama Jefry.
"tenang dia sudah istirahat, kalian semua tolong nikmatilah, dan ingat tuan Ferdi kamu besok menikah jadi jangan membuatku harus meminta Bu Kim menyeret mu," kata Farah yang kemudian pergi.
"sama dengan kakaknya," kata Jimmy.
"hei bung, jika kamu sudah menyiapkan semua seperti itu, terus buat apa aku bawa anggur merah lagi, sialan..." marah Jimmy.
"tau nih, aku juga bawa kue yang tadi di buatkan Rika, katanya takut kira kelaparan nanti," kata dokter Iwan.
"ah maaf, tadi rencananya memang aku sediakan minuman, tapi Farah turun dan bertanya-tanya padaku, saat aku selesai menjawab, dia langsung menyiapkan semua ini," kata Ferdi.
"sekarang telihat perbedaannya bukan bang Ferdi, sama-sama orang sibuk, tapi didikan kakak ipar ku selalu the best, lihat meski Farah seorang model internasional dan sibuk,dia tetap menyiapkan semua ini," puji Jefry.
"hentikan memuji orang lain, bagaimana kamu juga mau menikah dengan Nat,mau aku mengadukan mu padanya," kesal Jimmy.
"aduh Jimmy kamu berani mengadukan ku pada Nat, aku akan mengadukan mu pada kakak ipar, aku tak takut," jelas Jefry.
"sudahlah kami ke sini ingin berpesta bukan malah mendengarkan kalian berdua bertengkar." kata Benny yang mulai membuka dua botol anggur.
mereka pun mulai minum, dan di halaman depan, ada beberapa orang yang sedang menghias taman rumah itu untuk pesta kebun besok siang.
Fatah belum memiliki gaun, tapi Vita berjanji besok akan mengantarkan gaun pernikahan untuk adiknya itu.
Jimmy dan Jefry hanya minum sedikit, begitupun Ferdi yang tak ingin membuat kacau.
tapi Benny sudah mabuk parah begitupun dokter Iwan, "mereka berdua ada tekanan batin, kenapa sampai mabuk separah itu?"
"entahlah, sepertinya mereka sedang dalam tekanan hebat," terang Jimmy melihat keduanya.
Ferdi pun memerintahkan kepada para pengawal untuk mengantar keduanya.
pasalnya besok mereka akan jadi pengiring pengantin pria malah seperti ini, tapi ya Ferdi berharap jika pernikahannya dengan farah adalah terakhir kali.
karena dia sudah muak jika harus gagal lagi dan lagi, dia ingin seperti Jimmy yang memiliki istri yang sempurna.
__ADS_1