
malam itu Virnie seperti biasa menggoda Jimmy, tapi karena deadline yang semakin dekat, Jimmy pun memilih fokus untuk mengerjakan kewajibannya.
Virnie yang kesal pun memilih tidur terlebih dahulu, dan tak memperdulikan Jimmy lagi karena dia terlalu kesal.
Jimmy menelpon Vita untuk membuatkan dirinya kopi dan cemilan karena harus begadang.
Vita pun menggoreng pastel yang tadi di simpan di freezer, dan membawanya ke atas.
"tuan," kata Vita yang masuk kedalam ruang kerja Jimmy.
"masuk Vita, tak perlu di tutup biarkan saja, aku ingin meminta bantuan mu untuk bertukar pikiran dengan mu," kata Jimmy tersenyum.
"boleh dong tuan, ah iya ini maafkan saya gorengnya cukup banyak karena tau tuan suka makan saat begadang," jawab Vita tertawa lirih.
"ha-ha-ha, kamu benar, tapi setidaknya aku tak menjadi gendut kan?" kata Jimmy pada Vita
"sedikit berlebihan ya berat badannya tuan, lebih baik anda mulai berolahraga agar lebih ideal lagi," kata Vita memberi saran.
"boleh deh, besok aku akan mulai berolahraga di rumah, oh ya bagaimana menurut mu tentang cinta lain yang hadir dalam sebuah hubungan pernikahan," tanya Jimmy.
"kita harus lihat dari semua sisi, jika cinta itu hadir karena rumah tangga yang menang sudah hancur itu tak salah, atau cinta yang hadir karena ketidak mampuan pasangan untuk menjalankan tugasnya, tapi bagaimana pun cinta seperti itu tak bisa di benarkan bukan, jadi jangan pernah menyulut api karena mungkin bisa terbakar hangus tak bersisa," jawab Vita yang terlihat sedih.
"apa aku membuat mu sedih dengan pertanyaan ku Vita?" tanya Jimmy melihat pelayannya itu.
"ah aku pernah memiliki pengalaman buruk tentang hal seperti itu, kami di tinggalkan karena ayah saya meninggalkan aku dan ibu karena seorang janda yang memiliki anak," kata Vita jujur.
Jimmy pun bangun dan menepuk bahu Vita untuk menenangkan wanita itu.
setelah itu Vita pun pamit karena tak ingin mengganggu Jimmy, Vira menghapus air matanya.
Jimmy pun merasakan kesedihan tapi idenya sangat lancar karena bicara dengan Vita.
keesokan harinya, Vita sedang menyiapkan makanan yang di minta kedua anak majikannya saat Virnie turun.
"tak usah membuat sarapan, karena aku akan membuat untuk mereka," kata Virnie yang mulai mengikat rambutnya.
"baik nyonya," jawab Vita.
dia kini fokus membuat paha ayam palsu sesuai dengan pesanan dari Kris dan Tian.
dia langsung merapikan kotak makan bertingkah itu dan tinggal memberikan pada keduanya.
Virnie hanya membuat roti bakar, padahal Vira sudah memasak nasi dan sudah matang.
__ADS_1
"nyonya kenapa tidak buat nasi goreng spesial saja, saya bisa bantu," kata Vita.
"tak perlu, aku bisa membuat sarapan sendiri, kamu bisa membuatnya sendiri untuk dirimu," jawab Virnie.
Jimmy turun dengan mata lelah, dia kaget melihat Virnie yang sedang memasak.
"apa yang sedang kamu lakukan ma?" tanya Jimmy yang minum air putih.
"aku sedang membuat roti bakar untuk sarapan," jawab Virnie.
"lebih baik buatlah nasi goreng, karena kemarin adek minta sarapan nasi goreng," kata Jimmy.
"tenang papa, aku tau apa kesukaan dari putriku, jadi ini tak menjadi masalah kok," jawab Virnie percaya diri.
"baiklah, terserah kamu saja," jawab Jimmy.
"tuan apa anda mengantar nona dan tuan muda, aku boleh titip sesuatu?" tanya Vita.
"tentu, mau titip apa?" tanya Jimmy
"mau titip paha ayam,daging dan udang, beli sesuai keinginan tuan saja, tapi kalau paha boleh banyak karena untuk cemilan tuan dan nona muda," kata Vita.
"baiklah, kamu buat catatannya," kata Jimmy.
saat Tian dan Kris turun dan duduk di meja makan, keduanya kaget melihat hanya ada roti bakar dan selai di meja.
"mbak, aku butuh sarapan nasi, karena kegiatan ku banyak," kata Tian.
"sudah nona makan saja, karena ini buatan mama kalian ya," kata Vita.
Vita buru-buru membuat nasi goreng, aroma nasi goreng cukup wangi membuat kedua anak itu melirik ke dapur.
tapi Vita buru-buru mengemasnya dan menaruhnya di mobil milik Jimmy.
Tian dan Kris sarapan dengan cemberut, pasalnya keduanya tak suka roti kering begitu untuk sarapan.
"sayang aku berangkat dulu ya pa, anak-anak,tolong habiskan sarapannya," kata Virnie yang membawa roti bakar itu.
"iya mama," jawab ketiganya.
"Vita mana belanjaannya, aku akan berangkat bersama anak-anak," panggil Jimmy.
Vita memberikan sebuah kertas pada Jimmy, dan saat pria itu membukanya, Jimmy tersenyum.
__ADS_1
"ini bekal kalian berdua, di habiskan oke," kata Vita.
"siap mbak," jawab keduanya sedikit tersenyum meski masih sedih.
Jimmy dan ketiganya pun berangkat, Vita melihat masih ada sisa roti di meja dan menyisakan akan membuat roti lapis untuknya dan Jimmy.
"tuan ambil tas belanjaan di sampingmu, dan ambil kotak di dalamnya, sarapan kalian ada di dalam," perintah Jimmy.
"apa?"kata Tian semringah.
"ah... aku sayang sama mbak Vita, dia pelayan the best," kata Kris yang langsung makan bersama Tian.
keduanya sangat lahap terlebih nasi goreng spesial plus telur setengah matang kesukaan mereka.
setelah mengantar dua anaknya, Jimmy pun belanja sesuai pesanan Vira, dan dia membeli telur omega cukup banyak untuk stok juga.
saat dia pulang, Vita sudah berganti baju dan terlihat begitu segar, dan rumah juga sudah sangat bersih.
"wah, rumah sudah sangat bersih, kamu memang beda," puji Jimmy.
"terima kasih tuan, oh ya silahkan sarapan dulu, saya tau jika tuan masih belum kenyang," kata Vita tersenyum.
Jimmy pun duduk dan mulai makan, dia tak mengira nadi goreng itu begitu pas di mulutnya.
setelah sarapan, Vita mengajak Jimmy untuk berolahraga bersama, karena pria itu sudah cukup berisi dan stamina juga sangat menurun.
"tuan saya boleh tanya, kenapa nyonya dua hati ini sangat mudah marah?" tanya Vita.
"karena aku tak pernah mau saat dia memintaku untuk menyentuhnya, karena aku tak berminat," jawab Jimmy
"owh begitu, sudah pernah bayangkan wanita lain atau film dewasa bersama, agar bisa memancingnya, tanya Vita menunjuk bagian intim Jimmy.
"aku sudah pernah mencobanya, tapi tak bisa," jawab Jimmy jujur.
"owh begitu," jawab Vita yang mengikat rambutnya.
Jimmy pun di buat menelan ludah saat melihat lekuk tubuh Vita yang tercetak karena kaosnya yang mulai basah.
bahkan tiba-tiba adiknya pun ikut bersemangat untuk bangun dengan segera.
"ah tuan itu .." kaget Vita saat melihat Jimny.
"ah, maaf sepertinya melihat mu membuatnya bangun," jawab Jimmy.
__ADS_1
Vita pun merasa malu, tapi Jimmy langsung berlari naik ke atas untuk menenangkan dirinya.