
perlahan Riana bisa mendengar suara dengkuran halus dari Suaminya.
tuan Zein ternyata begitu lelah bahkan tanpa sadar sudah terlelap dalam tidurnya.
sedang Riana pun membereskan semuanya, dia juga berganti baju untuk mulai tidur di samping suaminya itu.
Rio juga jarang terbangun malam, jadi mereka bisa tidur dengan nyenyak.
Vita sibuk menata bantal di sekitarnya untuk membuatnya nyaman, terlebih kandungannya yang sudah besar sangat menyulitkan.
Jimmy pun membantu menata bantal itu untuk suaminya, "sudah enakan?"
"belum sayang, aku masih merasa belum nyaman, uh... kenapa kehamilan ini aku merasa begitu malas dan manja, padahal dulu aku masih bisa bekerja saat hamil Leon," kata Vita sedikit bingung.
"mungkin dulu Leon kuat karena dia tau jika papanya tidak di sampingnya, sedang Sekarang aku di sini bersama mu, makannya dia manja," kata Jimmy tertawa.
tak butuh waktu lama, Vita pun tertidur setelah Jimmy mengusap punggungnya dengan lembut.
*********
Riana sudah bangun terlebih dahulu, dia langsung mandi dan kemudian melihat Rio.
ternyata putranya itu masih sangat nyenyak tidur, dia memutuskan untuk melihat ke dapur, ternyata ada beberapa masakan yang masih di freezer.
dia pun melihat beberapa roti yang hampir kadaluwarsa karena di tinggal ke desa.
beruntung masih dua hari lagi, "mending di buat puding roti enak sepertinya,"
dia pun mulai membuat puding dan memasak nasi uduk, karena semalam dia membawa sambal goreng tempe kering.
dia juga memasak bihun, dan setelah matang dia ingin memberikan sebagian untuk rumah utama.
tapi tak terduga malah kaget melihat Vita yang datang ke paviliun, "aduh mbak Vita bikin kaget,"
"maaf,habis aku mencium aroma dari nasi uduk yang wangi sampai ke rumah utama, memang masak apa mbak?" tanya Vita pada ibu sambungnya itu.
"saya hanya masak nasi uduk, sambal goreng tempe kering campur udah teri dan kentang, dan tak lupa ada rendang yang kering lalu mbak berikan, kebetulan saya taruh di freezer dan masih bagus karena belum masuk masa kadaluarsanya," jawab Riana menerangkan.
"kamu kesini sayang, ada apa?"
"pagi ayah .. tidak ada hanya mencium aroma yang enak saja, bagaimana malam pertama kalian?" tanya Vita.
"maaf aku harus melihat Rio, permisi," kata Riana yang malu dan menghindari mereka.
Vita pun tertawa, dia memikirkan hal yang biasa di lakukan pengantin baru, sedang tuan Zein hanya tersenyum sekilas.
__ADS_1
tak lama Jimmy juga datang ke paviliun ternyata dia sudah siap ke kantor.
"jadi ke kantor honey?" tanya Vita
"tentu, kamu aku cari dari tadi,mau ikut?" tawar Jimmy.
"tentu, tapi kita sarapan di sini ya,boleh kan ayah?" tanya Vita memohon.
"tentu, tapi kalian bisa duluan, biar ayah tunggu Riana dan Rio," kata tuan Zein.
"baiklah, kalau begitu aku ambil untuk bekal di mobil saja karena sudah terlalu siang, maaf ya," kata Vita yang mengambil nasi dan lauknya.
Riana keluar bersama Rio, tapi kaget sudah tak menemukan Vita, "Mbak Vita kemana mas?"
"dia baru saja berangkat bersama suaminya dan tadi mengambil sarapan karena tak ingin mendahului kita," kata tuan Zein.
"owh baiklah, maaf karena Rio yang telat bangun jadi semua jadwal di rumah berantakan," kata Riana.
"tak masalah dia baru di sini, terlebih dia masih butuh penyesuaian, Rio, ayah akan ke restoran, Rio di rumah dengan ibu ya, ingat jangan bakal, dan Riana ini ATM untuk kebutuhan mu dan Tio, dan ini ATM untuk belanja setiap bulan dan Minggu, kamu gunakan dengan baik, ingat jangan terlalu pelit pada putra mu," kata tuan Zein.
"baik mas," jawab Riana.
mereka bertiga pun sarapan, Rio melihat sang ayah yang memakai baju santai.
"ayah tidak pakai jas?" tanya bocah itu.
"benarkah, padahal kata orang-orang, jika orang kota itu kerjanya pakai jas," jawab bocah itu.
"ya tidak semuanya Rio, lihat buktinya ayah tidak," kata tuan Zein.
"baiklah, tapi bisakah Rio kapan-kapan lihat tempat kerja ayah?"
"Rio... nanti kalau Rio ikut, ayah repot nak," kata Riana yang tak ingin putranya itu menggangu tuan Zein.
"tak masalah Riana, boleh kok Rio, tapi tidak sekarang ya, karena ayah harus menemui beberapa orang hari ini," kata tuan Zein.
"siap ayah," jawab bocah itu senang.
tuan Zein berangkat menuju ke restoran miliknya, tapi dalam perjalanan.
salah satu pegawainya menelpon pria itu,"iya Asep ada apa?"
"anu tuan, di restoran ada wanita yang mencari anda, katanya dia adalah adik ipar anda,"
"tanya siapa dia, karena setahuku kedua mantan istriku tidak memiliki saudara," jawab tuan Zein.
__ADS_1
"sebentar tuan," jawab pria itu.
tuan Zein bisa ke dengar pembicaraan keduanya dari telepon, "maaf nyonya adik ipar dari istri yang mana?"
"bilang padanya, aku adik dari kedua mantan istrinya, aku Nia," jawab wanita itu.
tuan Zein hanya menyeringai saja, dia tak mengira wanita yang susah lama penghilang kini datang dengan tak tau malu seperti ini.
"buat dia menunggu saja, karena aku ada rapat, dan jangan biarkan dia ke ruangan ku, dan jika dia berulah usir," perintah tuan Zein
"baik tuan," jawab Asep mematikan telponnya.
"apa dia sudah dalam perjalanan, jika iya bisakah aku menunggu di ruang kerjanya," tanya wanita itu.
"maaf nyonya, kunci ruangan di bawa oleh tuan,anda tunggu di sini saja, dan tolong jangan membuat keributan, karena perintah tuan sekali anda membuat keributan,kami di minta untuk mengusir anda," kata Asep dengan tegas.
"baiklah, aku mengerti, sudah aku tunggu di sini tapi tolong ambilkan aku teh leci dan juga beberapa cemilan, tenang aku akan bayar kok," kata wanita itu.
Asep pun mengangguk dan mulai mengambil semua yang di inginkan wanita itu.
sedang tuan Zein tak peduli sedikitpun dengan wanita itu, dia bahkan Tsu mau menemui wanita itu.
sedang di rumah Rio memperhatikan sang ibu yang baru selesai bersih-bersih.
dia pun keluar dan bermain dengan pesawat terbang miliknya yang di berikan oleh Vita.
tapi tak sengaja pesawat itu mengenai Nat yang sedang bersantai karena jadwalnya libur.
melihat itu, Rio berlari mendekat, "maafkan Rio ya Tante, Rio salah, Rio terbangun pesawatnya asal," kata bocah itu yang langsung duduk di bawah sambil mengulurkan tangannya.
"kamu sedang apa tuan muda kecil, jangan seperti ini, meminta maaf saja cukup, untuk apa kamu mengulurkan tangan mu, toh pesawat ini tak melukai ku dengan parah," jawab Nat dengan lembut.
"Rio pantas di hukum, karena biasanya seperti itu, bahkan di rumah memecahkan gelas saja Rio tidak boleh makan seharian, jadi sekarang Rio pantas di hukum..." mohon bocah itu.
"ya Tuhan setan mana yang bisa melakukan hal sekejam itu, tidak perlu tuan, mbak Nat gak papa," kata Nat membangunkan bocah itu.
tapi Rio masih terlihat sedih, Nat pun menghiburnya, "kita main bareng yuk, dan untuk permintaan maaf, Rio cukup memberikan mbak Nat puding coklat, itu cukup loh," kata wanita itu
"owh ... iya nanti Rio minta pada ibu ya," jawab bocah itu senang.
mereka berdua bermain bersama, sedang Riana melihat dan menemui bu Elva.
ternyata wanita itu sedang membaca buku, "selama siang nyonya,"
"hai Riana, kemarilah duduk di sini, mana Rio?"
__ADS_1
"dia sedang bermain dengan nay, saya ingin berterima kasih sudah menerima saya dan putra saya," kata wanita itu.
"tak perlu mengatakan itu, karena aku dan Vita ingin Zein bahagia, dan kamu pasti bisa melakukannya, cukup dia mengalami semuanya selama ini," kata Bu Elva tersenyum.