
mereka pun sudah selesai dengan acara belanja, dan sudah jam dua siang.
tak lama sebuah telpon masuk ke ponsel milik Farah, ternyata itu adalah Ferdi.
"ada apa Farah?" tanya Vita yang duduk di bagian pengemudi.
"mas Ferdi menrlpon, sebentar ya mbak," kata Farah.
wanita itu pun mengangkat telponnya,"iya mas, ada apa?" tanya Farah dari sebrang telpon.
"tolong ke sekolah Steve, dia ketahuan berantem dengan temannya, aku sedang rapat, mungkin aku akan menyusul mu kesana," kata Ferdi terdengar panik.
"baiklah, aku akan ke sekolah Steve, dan tolong mas tenang oke, nanti kamu bisa menyusul ku saat selesai rapat," kata Farah.
Vita pun langsung menuju ke sekolah Steve yang kebetulan tak jauh dari tempat mereka saat ini.
Farah turun dari mobil mewah itu, "kamu yakin tak ingin di temani?" tanya Vita.
"tidak kak, aku baik-baik saja, sudah kalian pulang dulu," kata Farah tersenyum.
mobil itupun pergi dari sekolah internasional itu, Farah langsung berjalan masuk ke area sekolah itu.
"maaf mau bertemu siapa ya nona," tanya satpam sekolah
"saya keluarga Steve Anggoro Widjojo," jawab Farah.
"mari silahkan ikuti saya," kata satpam itu langsung dengan senang hati mengantar Farah menuju ke ruang kepala sekolah.
semua murid yang sedang istirahat pun nrkihat Farah dengan kagum, pasalnya wanita itu memiliki tubuh proporsional dan wajah yang cantik dengan mata berwarna grey.
"silahkan nona," kata satpam itu mempersilakan dia masuk.
Farah pun tersenyum dan berjalan masuk, dia melihat seorang wanita ingin menampar Steve.
Farah pun otomatis menahan tangan wanita itu, "jauhkan tangan kotor mu dari putraku, atau aku akan membuat mu tak bisa mengunakan tangan itu lagi selamanya," kata Farah melindungi Steve.
"kamu siapa, dasar gadis aneh," kata wanita itu dengan marah.
"ah maaf belum memperkenalkan diri, saya Farahani Anggoro, istri dari Ferdian Anggoro Widjojo, dan ibu dari Steve," kata Farah dengan tegas
__ADS_1
"pantas anaknya jadi berandalan, orang ibunya saja wanita seperti ini," ejek wanita itu.
"terserah kau mau ngomong apa, baiklah Bu tentu anda tau siapa saya, dan apa yang di lakukan oleh Steve hingga anda memanggil kami kesini?" tanya Farah.
"ah itu Bu, putra anda melakukan pemukulan terhadap Evan," jawab kepala sekolah.
"saya butuh bukti," tanya Farah.
"bukti apa, kamu tak lihat wajah putra tampan ku ini jadi luka, anak mu yang berandalan itu memukulinya dengan kejam, padahal putraku ini sangat manis," kata wanita gemuk itu.
"ku bilang tutup mulut mu, jangan berani menghina putraku lagi, atau aku akan merobek mulut mu saat aku kehilangan kesabaran ku, jadi diamlah," ancam Farah yang mulai kehabisan kesabarannya.
kepala sekolah pun menunjukkan video itu, pertama-tama video itu menunjukkan jika Steve sedang berjalan dan di jegal oleh Evan.
Steve pun tersungkur, dan saat dia bangun, Evan sepertinya mengeluarkan kata-kata yang memancing emosi dari Steve.
"lihat kan kamu tak buta, putra ku di pukul oleh putra mu itu," kata wanita gendut itu.
karena susah marah, Farah langsung mendorong kepala wanita itu hingga ke dekat laptop, kamu yang lihat sendiri dengan jelas, putra mu yang mencari gara-gara dengan putra ku, dia yang memancing putraku dengan menamparnya terlebih dahulu, dan putra tersayang mu itu di tonjok sekali sudah menangis, apa ini yang kau sebut berandalan, putra mu itu yang berandalan, kenapa harus menganggu putra ku yang tidak menyinggungnya," kata Farah.
kepala sekolah pun kaget melihat Farah, padahal wanita itu terkenal sangat sabar.
"tidak bisa, anda terlalu pilih kasih, apa salah putraku di sini, hingga dia harus di panggil ke ruang kepala sekolah, dia itu korban, anda ingin menutup mata mau sekolah ini aku tuntut,"
"sudah mama, tolong tenanglah, kepala sekolah tidak akan mendengarkan kita, karena wanita itu istri dari seorang DPRD," kata Steve menahan Farah.
"kenapa kamu takut, aku seorang motivator dan aktifis hak asasi manusia, dan juga seorang model internasional, dan kenapa kamu tak bilang siapa papa mu, biar dia diam karena berani menyinggung keluarga kita," kata Farah.
"tapi tak usah ma, aku tak ingin papa marah," kata Steve sedih.
"kalau begitu biar aku saja yang turun tangan sayang," kata Ferdi yang baru datang dengan asisten Dimas.
semua orang pun tercengang, pasalnya dia tak mengira jika Ferdi sampai datang, dan dengan tidak tau malu.
wanita itu yang tak tau malah menantang Ferdi, "alah seorang pengusaha miskin, aku itu istri dari pengusaha dan juga anggota DPRD, Haris Hutomo,aku akan membuat suamiku membuatmu jadi miskin," kata wanita gemuk itu.
"benarkah, asisten Dimas, bereskan semua yang berhubungan dengan pria bernama Haris Hutomo, dan pastikan mereka langsung beres hari ini juga," kata Ferdi.
"baiklah, saya mengerti tuan," jawab asisten Dimas.
__ADS_1
"aku tak takut, karena tak akan ada yang bisa menyinggung suamiku, karena dia adalah anggota dewan terbaik," kata wanita itu sombong.
"kita lihat saja nanti, halo bung bagaimana wajah mu," kata Ferdi melihat wajah putranya.
"kenapa papa juga datang, bukankah papa sibuk?" tanya Steve.
"hei kenapa kamu bilang begitu, bagaimana pun aku sibuk, aku akan menyempatkan diri untuk mu, sudah ayo pulang dan kamu nyonya, tolong jaga sifat mu, jangan membuat mu malu sendiri," kata Ferdi mengacak rambut istrinya.
"iya mas maaf,habis nih orang bikin gemesnya kelewatan," kata Farah tersenyum.
"sudah, sekarang ayo kita pulang, boleh kan ibu kepala sekolah," ajak Ferdi.
"tentu tuan, tapi tolong jangan bilang pada tuan Jimmy ya," kata wanita itu yang baru tau jika itu Ferdi.
"maaf ya ibu saya gak janji, karena saya adalah adik ipar kak Jimmy," kata Farah tersenyum mengancam.
ketiganya pun pergi, "kamu baik mobil, biar motor mu di bawa asisten Dimas,"
"gak boleh, asisten Dimas bisa menghancurkannya," protes Steve.
"bagaimana kalau mama, lumayan bukan kalau hancur kami bisa ganti motor baru," kata Farah.
"baiklah," jawab Steve.
melihat itu, Ferdi pun menahan tangan Farah, "kamu bisa terluka, itu berbahaya,"
"tenang saja, aku sudah terbiasa, dan ya aku lupa jika aku bukan gadis yang selalu terlihat lemah, kamu tau kak Vita, tentu aku mirip dengannya," bisik Farah
Farah langsung naik motor dan bergegas pergi, asisten Dimas pun mengendarai mobil mengikuti Farah.
terlihat wanita itu begitu tenang saat mengendalikan dan mengendarai motor sports itu.
sesampainya di rumah Farah memarkirkan motor dan langsung berlari naik ke kamarnya.
dia pun muntah-muntah karena polisi udara yang cukup buruk, terlebih tadi dia menghirup asap hitam dari sebuah mobil.
"kamu kenapa," kata Ferdi panik.
"aku lupa tak memakai masker, terus tak sengaja, aku menghirup polusi dari mobil yang mengeluarkan asap hitam pekat," kata Farah
__ADS_1
Ferdi ingin tertawa tapi juga kasihan, ini pertama kali Farah mengendarai motor di kondisi Surabaya yang cukup padat dan penuh polusi.