
ayah Benny dan istrinya merasa di bohongi saat mereka baru tau jika Benny dan pelayan baru itu menikah.
"apa-apaan ini Benny, dia menikah tanpa mengundangku, dia kira aku ini apa?" marah pria itu.
"papa sekarang harus tunjukkan kekuasaan mu pa, Benny sudah sangat keterlaluan tak menganggap kita, dan lagi jangan biarkan dia mengusir kita, aku tak mau hidup di jalanan," kata Atik membujuk suaminya itu.
"tenang saja mama, itu pasti papa lakukan, karena dia sudah keterlaluan," jawab ayah Benny yang murka.
pasalnya rencana mereka telah hancur total karena Benny yang menikah secara mendadak.
Bahkan mereka saja tau dari orang lain, setelah pesta di resto selesai, Benny mengajak istrinya itu pulang.
baru juga mengajak istrinya masuk, Benny sudah dapat lemparan sebuah vas bunga.
"dasar anak durhaka, bagaimana kamu bisa menikah tanpa memberitahu orang tuamu, kamu gila hah?" marah ayah Benny.
"tidak, aku memang sengaja, karena aku ingin membuat kejutan, dan terima kasih sudah merekrutnya, karena aku sudah memastikan sendiri jika dia itu virgin," kata Benny dengan senyum iblisnya.
mendengar itu, ayah dari Benny langsung murka tapi Benny tak ingin terus di atur oleh pria itu.
"cukup papa, berhenti berulah atau aku akan melupakan jika kamu itu ayahku, dan aku akan membuat mu pergi ke rumah jompo secepatnya," kata Benny mengancam.
"cih ... atas dasar apa wanita udik dan kampungan itu menjadi ratu di rumah ini," hina Atik tak suka melihat Dwi.
"atas dasar apa pelacur seperti mu berani menunjuk istriku, ingat derajat mu sendiri sebelum berani menghina istriku," marah Benny.
Atik pun terdiam mendengar ucapan dari Benny, dia tak mengira jika sekarang Benny berani terang-terangan menentang mereka.
"jangan lupa Benny, aku masih pemilik saham terbesar di perusahaan kapal milik keluarga ini.
"kamu yakin tuan, sayangnya aku baru saja memiliki saham yang kamu jual pada Ferdi dan juga pada Jimmy, jadi aku menjadi pemilik saham terbesar saat ini, bahkan para direksi tak bisa menggoyahkan posisiku, jadi kamu tak ada apa-apanya, dan seandainya jika aku mengusir mu, maka kalian akan jadi gelandang, jadi jaga sikap kalian jika masih ingin tinggal di sini," kata Benny.
keduanya pun bungkam, Benny memanggil semua pelayan untuk berkumpul.
"dengarkan semuanya,mulai saat ini dia adalah istriku, dan kalian tak boleh mengabaikannya, kalian pulang tanpa pesangon, dan jika ada yang berani menggunjingnya maka aku akan menutup mulutnya selamanya," ancam Benny.
"baik tuan besar kami mengerti!!" jawab semua orang.
__ADS_1
Dwi tak mengira jika keberaniannya mengatakan apa niat jahat dari dua orang itu bisa membawanya dalam pernikahan ini.
bahkan Benny mengirimkan uang pada keluarga Dwi untuk memperbaiki taraf hidup mereka di kampung.
meski awalnya dia di lecehkan, tapi ternyata Benny menikahinya saat tau jika dia adalah seorang perawan.
Benny kini mengendong istrinya menuju kedalam kamar, "tuan... tolong jangan seperti ini, malu di lihat semua orang,"
"siapa yang berani melihat, aku akan mencungkil matanya," jawab Benny yang membawa istrinya itu ke kamar.
sesampainya di kamar, mereka lagi-lagi melakukannya, bahkan kini Dwi berinisiatif pada suaminya.
Benny tak mengira jika gadis kecil ini bisa begitu agresif, "bagaimana kamu bisa tau banyak gaya?"
"aku sering menonton bersama teman-teman ku di desa, kata mereka itu sebagai bekal menyenangkan suami, jadi aku tau setelah tuan praktek semalam," terang Dwi jujur.
Benny pun merasa senang, dia tak harus mengajari istrinya dalam hal ini, terlebih dia suka wanita yang berinisiatif.
sedang di rumah Vita, wanita itu tiba-tiba merasa perutnya kaku, tapi dia berusaha untuk tetap tenang.
Jimmy tau jika istrinya sedang merasakan sesuatu "ada apa sayang, kenapa wajahmu tegang begitu?"
"argh...." teriak Vita yang kesakitan Jimmy pun panik dan langsung membawa Vita ke rumah sakit.
semua ikut panik karena mereka tadi sedang berkumpul di rumah utama.
vita di bawa ke rumah sakit, dan langsung di bawa ke ruang bersalin, Jimmy menemani Vita melahirkan.
ternyata Vita sekali mengejan bayi laki-laki itu keluar dengan keadaan sehat dan normal.
"selamat tuan dan nyonya, bayi kalian sudah lahir, dan bayi laki-laki," kata dokter menunjukkan bayi itu.
Jimmy di minta untuk memotong tali pusar dari putranya, setelah itu bayi itu di bersihkan.
tapi Vita merasa di dalam perutnya ada sesuatu yang ingin keluar, "dokter... sepertinya ada sesuatu yang ingin keluar lagi," kata Vita.
dokter pun melihat dan kemudian terkejut karena melihat kepala bayi kedua.
__ADS_1
"ayo dorong Bu," kata dokter yang memberi semangat.
Vita pun mendorongnya dan bayi itu lahir dengan selamat, "selamat tuan dan nyonya, tenyata bayi kalian kembar, dan kondisi bayi juga baik, dan bayi laki-laki lagi," kata dokter itu.
Jimmy pun mengecup seluruh wajah Vita dengan senang, pasalnya dia tak mengira jika tuhan memberikan dia anak laki-laki untuk mengantikan semua anaknya yang sudah berpulang ke tangan Tuhan.
semua keluarga yang menunggu dengan cemas pun tak sabar saat melihat sosok Jimmy keluar dari ruangan bersalin.
"bagaimana dengan Vita, apa dia baik-baik saja?" tanya Bu Elva.
"Vita baik-baik saja," jawab Jimmy dengan nada sedih.
melihat Jimmy yang seperti itu, mereka semua pun ikut sedih, "ada apa Jimmy, kamu terlihat begitu sedih," tanya tuan Syam.
Jimmy pun menangis memeluk Bu Elva, "ada apa Jimmy, jawab dulu jangan membuatku frustasi," kata tuan Zein yang takut terjadi apa-apa pada Vita.
"ayah... papa... aku punya dua anak laki-laki, dan keduanya sehat, begitupun dengan Vita yang sedang di bersihkan," kata Jimmy.
"kakek...." kata tuan Zein.
"opa...." kata tuan Syam berpelukan senang.
"aku jadi nenek?" kata Riana tak percaya.
"terima kasih Tuhan, atas berkat yang di berikan pada kami, aku jadi Oma lagi," kata Bu Elva memeluk Jimmy.
"kalau aku di panggil apa?" tanya Rio yang bingung.
"om kecil," jawab semua orang kompak.
Vita dan dua anaknya di pindahkan ke ruang rawat karena kedua bayi itu sangat sehat.
Vita juga memutuskan untuk menyusui sendiri jika kuwalahan baru di bantu dengan susu formula.
Jimmy dan semua keluarga terlihat begitu senang, Bu Elva memeluk menantunya itu, "terima kasih ya sayang,"
"iya mama, terima kasih sudah menerima ku," kata Vita.
__ADS_1
keluarga mereka pun kini lengkap dengan kehadiran kedua putra itu, dan akan makin besar nanti, terlebih Riana masih salam masa produktif dan juga ada pengantin baru juga.