The Housemaid

The Housemaid
JN_mama si kembar


__ADS_3

Vita pulang ke rumahnya bersama dengan Dwi, ya wanita itu masih ketakutan untuk pulang.


beruntung Benny mengiyakan saat Dwi ingin tinggal di rumah Vita sampai dia selesai bekerja.


"wah mbak Vita pasti senang ya punya anak kembar mengemaskan begini?" kata Dwi yang bermain bersama si kembar.


"ada suka dukanya sih, kalau lagi rewel Semuanya, ya tuhan... rumah serasa pasar, fan saat sakit aku tak bisa tidur karena khawatir, karena jika satu sakit maka yang satu juga ketularan biasanya," terang Vita.


"tapi lucu ya melihat mereka, dan aku yakin mbak Vita itu ibu terbaik di dunia," terang Dwi.


"terima kasih," kata Vita.


mereka pun terus berbincang dengan hangat mengenai seluk beluk kehamilan dan juga merawat anak.


bahkan Dwi menceritakan beberapa mitos di kampungnya. "kamu sudah tau jenis kelamin dari bayi mu?"


"belum mbak, kata dokter bayinya terus bersembunyi saat dokter ingin melihat jenis kelaminnya," kata Dwi tersenyum.


"bagaimana kalau perempuan," tanya Vita ingin melihat reaksi dari Dwi.


"tak masalah mau laki-laki atau perempuan, yang terpenting mereka sehat," saut Benny yang pulang tepat jam lima sore.


"mas sudah pulang, biasanya lembur," kata Dwi.


mendengar itu Vita melihat Benny, "ah... pekerjaan cuma sedikit dan aku ingin segera melihat mu, bagaimana Bu bos benar kan?"


"itu bagus, sudah kalian bisa pulang dan ingat Benny, berhenti melakukan hal gila seperti yang sudah-sudah, karena sekarang kamu sudah punya orang yang perlu kau lindungi," kata Vita.


"tentu Bu bos," jawab Benny yang kini pamit, dia juga memberikan sebuah pie buah untuk Vita.


tak lama Jimmy juga baru pulang, dia pun tersenyum kearah istrinya itu, "selamat datang papa..." kata Vita memeluk tubuh Jimmy.


"iya mama sayang, tumben di kembar tak tidur, mereka berdua ini kan raja tidur, gabus ngempeng pasti tidur ya kan?" kata Jimmy melihat kedua putranya di ayunan.


"ya tadi mereka habis main bersama ku dan Dwi, sebenarnya wanita itu sangat baik, tapi sayang saja punya jodoh modelan mas Benny," kata Vita.


"memang kenapa modelan dari Benny?" bingung Jimmy.


"suka celup sana sini, aku bila jadi istrinya, aku gembong biar saja gak bisa kemana-mana tuh modelan pria begitu," kesal Vita.

__ADS_1


"aduh mama si kembar ini serem ya kalau marah, untuk papa setia," kata Jimmy.


"yakin papa setia, bukannya dulu papa juga tergoda oleh pembantu seksi," ledek Vita.


"ya bagaimana gak kecantol, orang modelan pembantunya begini..." kata Jimmy mengecup bibir Vita.


Vita pun tertawa mendengar ucapan suaminya itu, karena Vita memang selalu menggoda di mata pria manapun.



Vita pun meminta pengasuh untuk menjaga kedua putranya, karena dia ingin membantu Jimmy mandi karena pria itu begitu manja.


setelah mandi Vita juga basah dan langsung mengeringkan rambut panjangnya.


sedang Jimmy tersenyum sambil mencium pipi istrinya itu, "ayo turun sayang, kita makan di bawah yuk," ajak Jimmy.


"baiklah sayang," jawab Vita.


Vita turun terlebih dahulu untuk melihat semua makanan apa sudah siap.


tapi saat dia naik, dia malah melihat suaminya yang sudah sibuk dengan pekerjaannya.



dia pun segera berlari dan duduk di pangkuan suaminya itu dan memeluk leher suaminya.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


sedang di rumah dokter Iwan, Bella baru saja di keluarkan setelah hampir seharian di kunci di gudang.


"hei dasar wanita ******, kamu berani mengunci diriku, kamu tak takut pada kemarahan mas Iwan, karena dia itu pasti melindungi ku," kata Bella yang ingin menyerang Rika.


tapi dengan cekatan para pengawal meringkus Bella, "kamu sudah sembuh sepertinya, sekarang bawa dua pergi dari sini dan jangan membuat keributan, dan jika dia tak mau, potong lidahnya, atau buat dia cacat saja, karena aku tak suka dengan wanita yang penuh drama dan menyebalkan seperti itu," kata dokter Iwan.


"baik tuan besar," jawab para pengawal.


"jangan kak, aku mohon aku bisa memberikan servis lebih baik dari wanita tua itu, tubuhku lebih bagus darinya," kata Bella terus berontak.


"tidak butuh, karena aku sudah mencintai Rika, jadi tak akan bisa siapapun menggantikannya di hatiku," kata dokter Iwan.

__ADS_1


sebenarnya dia sudah menyiapkan sebuah pesta mewah di atas kapal pesiar mewah.


tapi dia belum tau kapan bisa mengajak wanitanya itu menikah, karena semua yang tejadi belakangan ini sangat sulit di jelaskan.


tapi dokter Iwan merasa beruntung karena Rika bukan tipe wanita yang suka menuntutnya.


dan itu seperti nilai plus sendiri bagi dirinya, karena tak semua wanita seperti itu.


"sudahlah sayang, biarkan dia pergi, sekarang ayo kita makan malam dulu," ajak Rika.


"tentu, aku tak ingin wanita ku ini kelaparan," jawab dokter Iwan.


di rumah Ferdi, semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga. Steve masih di obati agar tak berbekas.


setelah Steve, kini Farah membawa sebuah masker untuk Ferdi, setelah memakaikan bando Farah mengoleskan masker itu pada Steve terlebih dahulu.


"mas ayo kita masker bersama," ajak Farah


"untuk apa? memang berguna?" tanya Ferdi.


"sangat, terlebih mas yang bekerja di ruangan ber-AC, kadang juga kena polusi, itu lihat Steve sudah pakai, kini giliran mas," ajak Farah.


Ferdi pun langsung memposisikan dirinya terlentang, dan kemudian Farah langsung mengoleskan masker itu.


Farah juga menyalakan lilin aroma terapi dan musik jazz yang lembut, dia juga ikut memakai masker.


Ferdi pun mengenggam tangan Farah dan kemudian menutup mata, Farah pun melirik suaminya yang nampak tenang.


sedang Steve masih fokus dengan games miliknya, akhirnya setelah dua puluh menit, Fatah membersihkan wajah suaminya itu


tak lupa semua perawatan dan skincare juga di pakaikan pada wajah Ferdi.


"jika dilakukan secara rutin, bisa memperlambat proses penuaan diri, itu sangat penting sekarang.


terlebih untuk pengusaha seperti mas yang selalu bertemu klien, agar terlihat bercahaya," kata Farah.


"baiklah kalau seperti itu, tolong bantu aku berubah menjadi tampan ya," kata Ferdi tersenyum ke arah Farah.


"aku ke kamar ya, aku gak akan ganggu, tapi tolong segera buatkan adik, jika tidak aku akan lebih tua lagi saat punya adik," kata Steve tertawa.

__ADS_1


"dasar bocah sialan, bisa-bisanya menggoda papa mu heh!!" teriak Ferdi.


sedang Farah merasa malu, tapi hubungannya dengan Ferdi tak sejauh itu.


__ADS_2