
setelah dapat uang, Jefry dan Nat pun pamit untuk ke beberapa mall untuk berbelanja.
bahkan Jefry tak tau apa yang harus di beli, tapi sekarang dia punya Nat yang bisa mengendalikan semua keuangannya dengan baik.
mereka sampai di salah satu mall yang cukup besar dan langsung menuju ke area supermarket.
mereka pun langsung membawa troli yang berukuran cukup besar, pertama-tama mereka mengambil beras.
"setelah itu mau beli apa?" tanya Jefry.
"kita ke bagian yang kering-kering dulu, baru ke bagian yang basah." jawab Nat yang mengambil semua yang dia butuhkan.
mulai dari pasta, mie dan bumbu kering dan aneka perbumbuan. tak hanya itu sabun deterjen, pewangi pelembut dan pewangi ruangan juga tak lupa.
setelah itu baru membeli daging ayam, daging, dan semua jenis dan juga semua makanan Frozen.
Jefry pun kaget melihat belanjaan yang begitu banyak untuk kebutuhan sebulan.
setelah belanja, mereka pun mulai menuju ke rumah peternakan, tapi saat perjalanan pulang.
tiba-tiba perut Nat kelaparan, "tuan tolong berhenti di tempat makan dong, aku tiba-tiba lapar nih," mohon Nat.
"mau makan apa?" tanya Jefry.
"entahlah, tapi kalau bisa yang berkuah, sate juga boleh," jawab Nat.
"hei sejak kapan sate itu berkuah?"
"kan ada gule kambing, jadi ada kuahnya," jawab Nat tersenyum.
"apa?" kaget Jefry yang tak pernah bisa membantah Nat.
mobil Jefry pun memberhentikan mobilnya ke sebuah rumah makan, dan keduanya pun masuk.
Nat memesan gurame bakar saja, sedang Jefry memesan sate daging dan juga urap-urap.
tak menunggu lama pesanan mereka datang, Jefry pun mencicipi sate daging itu dan rasanya ternyata enak.
sedang Nat sedang merasakan bumbu apa yang di gunakan, mereka sedang berusaha untuk menebaknya.
"hei kamu kenapa cara makan mu begitu?" tanya Jefry heran.
"bukan begitu, aku sedang menebak bumbu apa yang mereka pakai, kamu tak tau karena pemilik warung seperti ini jarang mau memberikan resep masakan."
"wah kamu hebat," kata Jefry.
"aku memiliki Indra perasa yang kuat dan tajam, apapun yang masuk kedalam mulutku sangat mempengaruhi," kata Nat.
"termasuk saat kamu ciuman?"
deg... pertanyaan dari Jefry langsung membuat kenangan buruk Nat kembali muncul.
dia pun tiba-tiba merasa jijik dengan makanan yang dia rasakan, tapi sesuatu yang di lakukan Jefry membuatnya diam dan terkejut.
Jefry menyuapkan makanan dari mulutnya ke dalam mulut Nat, beruntung di restoran itu mereka berada di paling pojok.
tiba-tiba Nat pun bisa merasakan semua bumbu lagi, "jangan ingat hal buruk ingat rasa ciuman dariku rasa sate daging ya, habis itu lebih enak," kata Jefry tertawa.
mereka pun segera makan, dan langsung pulang, hati dan jantung Nat tak mau berkompromi.
mereka terus bergejolak dan berdebar kencang saat ingat ciumannya dengan Jefry.
__ADS_1
bahkan kenangan buruknya pun sudah terhapus otomatis dari otaknya.
benar saja dia bahkan tak sadar sudah sampai rumah, Jefry yang melihat Nat melamun berbisik ke kuping wanita itu.
"sudah sampai rumah sayang," bisik dari Jefry.
Nat menoleh dan otomatis pipinya langsung di cium oleh Jefry, "hei tuan kenapa anda begitu mesum,"
"apa yang mesum, kamus sendiri yang menoleh, bukan aku yang curi kesempatan," kata Jefry tak terima.
Nat pun kesal dan langsung masuk dan membawa semua belanjaannya sendiri.
Jefry pun melongo melihat kekuatan dari wanita itu yang begitu tangguh, bahkan belanjaan sebanyak itu.
dia langsung menata semua belanjaannya di kulkas, dan segera mandi.
tapi yang aneh, semakin ingin mengenang peristiwa buruk itu, semakin besar dia melupakan kenangan itu.
bahkan seperti terhapus dengan bersih, "apa ini, kenapa aku hanya mengingat rasa bibir ku dan tuan berciuman," gumamnya yang sedang mandi dengan guyuran shower.
di kamar Jefry, pria itu juga sedang mandi air dingin, untuk menenangkan dirinya dan adik kecilnya.
"hei di Otong gak mau tidur, ayolah berhenti membuatku terus bersolo karir, aku tau kamu sembuh tapi kita tak mungkin langsung menggasaknya bukan, jadi tidur dong please," gumam Jefry frustasi.
beruntung akhirnya si Otong nurut, dan dia pun keluar karena sudah hampir mati kedinginan.
ternyata Nat sedang membuat kopi dengan rambut yang masih basah dan di tutupi handuk.
"aku juga mu kopi dan cemilan dong, sudah lapar nih," kata Jefry.
"baik tuan," jawab Nat.
Jefry pun memandanginya dengan tatapan yang dalam, seandainya dia punya istri yang bisa melayaninya seperti Jimmy dan Vita, pasti akan sangat menyenangkan.
"ada apa tuan?" tanya Nat yang mendengar dan melihat Jefry.
"ah tidak, aku hanya sedang melamun saja," jawab pria itu.
"owh... ku kira kenapa, kalau begitu saya masuk dulu ya, nanti jika ingin di buatkan sesuatu tolong panggil saja," kata Nat.
"baiklah," jawab Jefry.
diapun terus memandangi Nat yang menuju ke kamarnya, bahkan rambut panjang itu masih tergerai indah.
dan dengan perlahan bat mengosok rambut basah itu dengan handuk, tak sengaja Nat menoleh kearah Jefry dan mata keduanya bertatapan.
Nat dan Jefry pun langsung membuang muka dan malu, Nat pun buru-buru masuk kedalam kamar karena jantungnya terus berdetak kencang.
sedang Jefry juga malu, karena ketahuan memperhatikan wanita itu diam-diam.
dia memutuskan untuk kedalam kamar untuk menikmati kopi miliknya dan beberapa cemilan yang di bawa dari dapur.
sesampainya di kamar, dia pun langsung duduk di teras menikmati senja yang mulai tenggelam.
dia juga memutar lagu milik Judika, jikalau kau cinta....
Jikalau kau cinta, benar-benar cinta
Jangan katakan kamu tidak cinta
Jikalau kau sayang, benar-benar sayang
__ADS_1
Tak hanya kata atau rasa, kau harus tunjukkan
Jangan sampai
Hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata
Mungkin saja
Cinta 'kan menghilang selamanya
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata cinta
Jikalau kau sayang, benar-benar sayang
Tak hanya kata atau rasa, kau harus tunjukkan
Oh-wo-oh (percayalah)
Oh-wo-oh (percayalah)
(Percayalah)
Ke mana pun kau acuh
Cinta tak pernah rapuh
Berpaling pun tak mampu hilangkan cinta
Percayalah
Jangan sampai
Hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata
Mungkin saja
Cinta 'kan menghilang selamanya
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata
Hanya air mata
Hanya air mata
Cinta.
mendengar itu tanpa sadar air mata dari Jefry menetes, begitu pun dengan Nat.
entah kenapa lirik dari lagu itu seperti bisa menyentuh keduanya, Nat yang tak sadar tengah berada di jendela bisa mendengar lagu yang di putar oleh Jefry.
__ADS_1
dan itu seperti tamparan untuknya, ya tanpa sadar, sepertinya dia sudah menyukai Jefry...
"tidak boleh... ingat Nat, tuan Jefry harus dapat wanita yang lebih baik dan suci dari pada kamu, kamu itu kotor, ingat itu...." tangis Nat memukuli dadanya sendiri.