
"hei tuan, berhenti membuat dia bingung, kamu seperti tidak pernah muda saja," tergiur Vita.
"bukan begitu maksud ku, aku tau gaya pertemanan dari Jefry, mereka berempat sama-sama pecinta wanita, jadi jangan kamu membuat Yulia terluka, ingat lah dia tak sendirian, kami semua keluarganya," peringatan Jimmy.
"aku tau Jimmy, jadi tak perlu kamu membuatku terus mengingatnya," kesal James.
"sudahlah kita jangan ganggu mereka, sekarang ayo pulang, kasihan dengan si kembar yang terlalu lama di luar," ajak Vita pamit.
"baiklah sayang, dan Jane's ingat baik-baik jaga mata dan batasan mu, jika tidak kamu tak tau apa yang bisa aku lakukan saat aku tak menyukai ada seseorang yang ingin mendekati istriku," ancam Jimmy.
"tenang saja tuan, selama kamu menjaganya aku tetap diam tapi saat ada celah sedikit saja, aku akan merebutnya, itu janjiku," kata James yang seakan menjawab peringatan Jimmy.
mendengar itu Jimmy langsung mengajak Vita pergi, sedang Yulia mrligay James yang nampak begitu tertarik dengan Vita.
"kalian saling kenal? dan sepertinya kamu begitu mencintainya?" tanya Yulia.
"ya kami benar, dia adalah satu-satunya orang yang menolak ku, dan hanya dia yang bisa mengeraskan hatiku sampai sekarang," jawab James jujur.
Yulia pun serasa hidupnya tak berguna, pasalnya setelah dia memberikan semua yang dia milik, James bahkan masih mencintai wanita itu.
Jimmy masih terus diam sambil mengendong baby Jason, sedang Vita tau jika suaminya itu sedang kesal atau mungkin cemburu.
"aku bertemu dengannya sudah sangat lama? mau aku ceritakan?"
"tak perlu, aku tak mau dengar," jawab Jimmy sinis.
Vita pun tersenyum, "hari itu hujan lebat, aku tak sengaja menabrak seorang pria yang terluka parah."
mobil Vita berhenti dan langsung menolong pria itu, Nat yang kebetulan bersama dengannya pun langsung memberikan pertolongan.
"kita harus membawanya ke rumah sakit nyonya," panik pelayan setianya itu
"baiklah,"jawab Vita yang ingin mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.
"jangan, kalian bisa mati kalau kita ke rumah sakit, lebih baik bawa aku ke rumah mu," kata Jimmy
awalnya Nat dan Vita takut jika ini penipuan karena mereka juga baru tinggal di luar negri.
__ADS_1
akhirnya mereka pun sampai di rumah dan menidurkannya di Jabar tamu.
tubuhnya sangat panas dan Vita menjaganya semalaman, setelah sehat pria itu menghilang keesokan harinya.
Vita pun kesal karena pria itu tak ada terima kasihnya. tapi yang tak terduga oleh Vita.
dia malah dapat tender besar dari pria itu, dan yang mengetahui siapa James itu hanya Vita dan Nat.
mendengar itu Jimmy gemas sendiri, "sebenarnya kaku itu baik atau bodoh si sayang, bisa-bisa nolong orang tak di kenal, sampai segitunya,"
"kan kasihan mas, dia berdarah-darah, untung Nat itu mantan perawat jadi dia bisa menjahit luka atau mungkin melakukan sedikit hal gila," kata Vita.
"ya kalau begitu semoga Jefry aman selama di tangan Nat, karena aku tak ingin kehilangan adik ceroboh ku itu," kata Jimmy.
Vita hanya bisa tersenyum, Vita tau jika Jimmy cemburu dan dia tak menjelaskan dengan benar, pria itu bisa sangat berbahaya.
sesampainya di rumah, ternyata semua sedang kumpul di rumah utama.
"bagaimana dengan kata dokter nak?" tanya Bu Elva yang langsung menggendong Jayden.
"kamu ikut keluarga berencana gak mbak?" tanya Riana yang masih sungkan memanggil nama Vita.
"kebetulan tidak ibu, jadi jika hamil lagi ya di syukuri saja, toh aku masih ingin punya anak perempuan, benar kan sayang," kata Vita.
"tentu, terlebih kita bisa merawat di bantu dua pengasuh tak papa lah," jawab Jimmy.
"kenapa harus pengasuh, ada mana dan Papa, biar kami yang jaga iya kan pa, dan untuk mu Zein, buat sendiri dengan Riana, ini milik kami," kata Bu Elva.
"aduh ya kali anakku nanti punya keponakan lebih besar darinya kan gak etis banget," kata tuan Zein.
"kenapa ayah tak masalah kok, meski aku harus punya adek yang lebih kecil dari putraku," jawab Vita.
ucapan wanita itu mengejutkan Riana dan tuan Zein, pasalnya dia tak mengira jika Vita tak malu memiliki adek di usianya.
tuan Syam dan Bu Elva langsung tertawa mendengar ucapan Vita dan raut panik dari tuan Zein dan juga Riana.
sedang Rio terlihat senang karena dia juga menginginkan adik baru, tapi apa mereka siap.
__ADS_1
mereka pun beristirahat setelah lelah, Jimny pun memutuskan keluar rumah setelah memastikan jika Vita terlelap tidur.
dia menemui para sahabatnya, ada Ferdi, Benny dan Iwan. mereka berkumpul di tempat biasa.
"apa kamu sudah tau siapa James yang sesungguhnya?" tanya Jimmy.
"kamu bisa membacanya sendiri, terlebih pria itu sampai bisa membuatmu seperti ini, sepertinya dia salah mencari musuh," kata Benny.
"aku tak peduli, siapapun yang ingin mengusik keluargaku, aku pastikan dia akan selesai," jawab Jimmy
ketiganya tak mengira jika Jimmy sekarang lebih kejam dari yang dulu, dia sekarang terang-terangan mengajak perang siapapun yang berani memandang dan berpikiran untuk memiliki istrinya.
"sedang kalian, apa butuh bantuan?" tawar Jimmy yang jarang mengatakan hal itu.
"hah... kamu tumben sakit?" tanya Benny tak percaya.
"sudah bilang saja jika butuh bantuan, jika bisa aku akan membantunya," kata Jimmy.
"aku ingin membuat diriku mandiri, dan mendepak dua setan itu di rumah sangat sulit, terlebih Dwi yang masih terlihat takut dengan Mak lampir itu," terang Benny.
"bawa dia ke rumah, biar Vita yang mengajari istrimu untuk bertindak, dan untuk Yuniar jamu tinggal sabar dan sebentar lagi ajak dia menikah, mengerti Ferdi," kata Jimmy.
"baiklah aku mengerti," jawab Ferdi.
Jimmy tak bisa membantu Iwan karena Vita yang sudah mengajari Rika sampai sejauh ini.
dan pelajaran yang selaku di berikan ternyata berguna untuk menjerat Iwan yang sekarang sudah sangat bucin pada Rika.
mereka pun bubar hanya menyisakan Benny dan Jimmy, "kamu yakin mau melawannya,"
"tentu Ben, aku tak suka ada pria yang mencoba merebut istriku, toh aku juga tak semiskin itu hingga tak bisa melawannya," jawab Jimmy.
"aku tau, itulah kenapa aku meminta bantuan dari mu,untuk membereskan dan membunuhnya jika perlu, terlebih saat dia berani bergerak untuk mendekati Vita."
"baiklah aku mengerti dan nanti coba aku bicara pada James, karena kami memiliki ikatan bisnis, itu lebih menguntungkan," terang Benny.
Jimmy pun bersalaman dengan erat, pasalnya mereka sering melakukan pekerjaan di belakang dua sahabatnya.
__ADS_1