The Housemaid

The Housemaid
tak menyangka


__ADS_3

liburan pun berakhir, dengan sedikit insiden, beruntung tak ada yang terluka parah, hanya Jimmy yang mendapatkan luka goresan karena terjatuh saat melakukan permainan banana boat.


Vita hanya melihat saja saat suaminya itu di obati, "sayang kamu dingin sekali, aw ini sakit," kata Jimmy.


"siapa suruh kamu sok gak pakai Pelampung, sekarang rasakan sendiri akibatnya, sudah kita pulang karena besok kalian semua harus mulai bekerja," kata Vita.


"baik nyonya," jawab semuanya.


mood Vita sedang tak baik dan itu karena insiden Jimmy, akhirnya mereka pun kembali ke kota untuk mulai bekerja.


Vita langsung mandi air hangat saat sampai di penthouse, dan ternyata ada dua pelayan baru di rumah itu.


"nyonya apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya seorang pelayan yang bertanya.


"siapa yang mengizinkan mu masuk ke kamar ini, keluar!!!" teriak Vita marah dari kamar mandi.


pelayan itu pun pergi dari kamar utama, Jimmy pun kaget melihat pelayan keluar dari kamarnya.


"apa yang kamu lakukan, pelayan di larang masuk kedalam kamar utama, mengerti," kata Jimmy tak suka.


"iya maaf tuan," kata pria itu.


Vita pun mengakhiri mandinya dan benar-benar terlihat begitu marah, "ada apa sayang," kata Jimmy melihat via keluar dengan daster seksi kesukaannya.


"aku tak bisa membiarkan dua pelayan baru itu berlaku kurang ajar, aku tak suka orang yang kurang profesional bekerja di tempat ku," kata Vita yang memang tak suka privasinya di ganggu.


terutama itu adalah kamar Jimmy dan dirinya yang tak boleh orang lain masih selain mereka.


Jimmy pun ikut turun bersama Vita,"kalian berdua kemarilah," panggil Vita.


"iya nyonya," jawab keduanya yang datang menghampiri kedua majikannya.


"aku tanya siapa yang berani masuk ke kamar utama tadi, jawab?" tanya Vita dengan nada kesal.


kedua pelayan itu saling pandang, dan tak ada yang menjawab,"jawab atau kalian tau kemarahan ku," kata Vita.


"maafkan saya nyonya," senjata tamparan dia dapatkan setelah menjawab.

__ADS_1


"kamu tak pernah di ajari, kamu tak mengikuti les sebagai pelayan di kalangan atas, apa ini sikap dari pelayan profesional, tidak pernah boleh masuk ke setiap kamar tanpa izin dari pemilik kamar, mengerti," kata Vita


"maafkan saya nyonya," jawab wanita itu menahan tangisnya.


"kamu baru saya tampar sudah mau menangis, kalau kamu dulu bekerja di apartemen ku, aku langsung menyuruh asisten ku menghajar mu dan kemudian perusahaan penyalur mu harus bertanggung jawab, jika sekali lagi kamu berani masuk ke kamarku, mati hukumannya," kata Vita.


Bu Elva dan tuan Syam keluar dari kamar, dan kaget melihat sisi lain dari menantunya.


mereka baru tau jika kita bisa sekasar dan sedingin ini pada orang yang bekerja bersamanya.


"kenapa aku melihat seperti dia sama seperti virnie," kata Bu Elva.


Vita langsung menuju ke kamar utama, dia benar-benar dalam mood yang buruk,Jimmy tau karena istrinya itu paling tidak suka privasinya di ganggu.


"kalian tidak apa-apa sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Bu Elva pada kedua pelayan baru itu.


"maafkan kami nyonya sepuh, saya tadi tak sengaja masuk ke kamar utama tanpa izin dari nyonya dan tuan, karena takut nyonya membutuhkan apa-apa,", jawab wanita yang tidak di tampar oleh Vita.


"dan kamu menutupinya, dengan mengakuinya," saut tuan Syam.


"iya tuan sepuh," Jawab pembantu itu yang masih merasakan ngilu di pipinya.


Bu Elva pun mengerti karena ini semua privasi, dan dulu virnie melakukan kesalahan besar dengan mengizinkan Vita mengantikan posisinya.


dan sekarang Vita sedang hamil, dia harus sadar karena emosi dari seorang wanita hamil tak seimbang.


Vita hanya bisa menangis di kamarnya, entahlah kehamilan kali ini benar-benar buruk dalam emosinya.


Jimmy hany bisa memeluknya dengan erat untuk menghibur istrinya itu.


dia pelayan itu pun pergi, dan mereka tak mengira jika melayani kalangan atas begitu repot.


"kau lihat Karen kecerobohan mu, haji besar kita melayang, dasar gadis kampung, lain kali jangan pernah berani mencari pekerjaan di kalangan atas saat kamu tak bisa menjaga tingkah laku mu, dasar sialan," marah wanita itu yang pergi dengan kesal.


"kamu hanya tau gajinya, tapi balas dendam ku tidak pernah akan bisa terbalas karena ada wanita itu di sampingmu," kesal gadis itu


dia tak mengira jika berpura-pura jadi pelayan itu sangat merepotkan dan tak mudah.

__ADS_1


Bu Elva merasa bersalah pada Vita, tapi tuan Syam melarangnya saat wanita itu ingin masuk karena takut kondisi Vita memburuk.


di lain tempat, tuan Zein sekarang hidup dengan nyaman dan menikmati hari tuanya bersama teman-teman barunya.


dia pun bermain catur, dan melakukan kegiatan memasak bersama.


dia baru kali ini merasakan hidup bebas tanpa beban seperti ada rapat dari pagi sampai sore, penurunan profit tahunan.


itu tak ada lagi di kamusnya, sekarang dia jadi seorang pria yang ada angkat ahli dalam memasak.


bahkan resep-resep baru mudah di kuasai, dan tak hanya itu dia juga dengan mudah dapat mendekatkan diri pada Tuhan.


setiap Minggu dia akan berdoa memohon agar dia bisa memeluk Vita, putri yang dia sia-siakan.


bagaimana pun dia ingin meminta maaf sebelum kematian menjemputnya.


********


pagi ini Vita sudah bangun terlebih dahulu sebelum semua orang, terlebih dia memang selalu bangun pagi.


Vita sudah membuat sarapan bubur ayam, karena hari ini dia ingin makan itu meski sedikit ribet di buatnya.


tapi dia tak bisa menolak godaan ingin makan bubur ayam, dan selama di bisa but, dia tak segan untuk membuatnya.


"mama, papa, sayang ayo turun sarapan, aku sudah buat sesuatu yang spesial," panggil Vita.


Jimmy turun dengan piyama tidurnya, bahkan pria itu hanya mencuci wajah dan gosok gigi saja.


"kamu bangun jam berapa sayang, aku tadi kaget saat tak melihat mu di samping ku saat bangun," kata Jimmy memeluk istrinya itu.


"aku sedang ingin makan bubur ayam, jadi aku membuatnya sendiri, dan maaf ya aku sudah hilang dari pagi," kata Vita mengecup pipi suaminya.


Jimmy duduk di meja makan di samping istrinya, sedang tuan Syam duduk di meja kepala keluarga.


Bu Elva datang dan tak mengira jika sarapan kalo ini begitu spesial, dia pun mengusap rambut Vita dengan cinta.


"ada hadiah untuk mu sayang, tolong di pakai jangan di lepas, ingat ini berkat Ki untuk mu dan bayimu ya," kata Bu Elva.

__ADS_1


"iya mama," jawab Vita.


__ADS_2