
Nat pun merasa sedih, entah kenapa dia merasa tak tenang karena Jefry yang tak mau menjawab pertanyaannya tentang apa yang ingin mereka temui saat ini.
mobil mewah itu kini memasuki sebuah taman yang begitu indah, tapi dia tak mengerti itu tempat apa, tapi saat dia melihat dari jauh.
ada sebuah bangunan paviliun yang cukup besar, Mereka pun turun untuk bisa masuk kedalam paviliun itu.
seorang pria menunggu mereka dengan keranjang bunga dan beberapa buket bunga, "tuan muda, ini bunga yang anda pesan, dan salam kenal nona," sapa pria itu
"iya pak, terima kasih, oh ya apa ada yang kesini beberapa hari atau bulan ini?" tanya Jefry.
"kebetulan ada tuan Jimmy dan nyonya Vita, dan mereka mengunjungi makan dari nona Tian dan tuan muda Kris," jawab pria itu.
"ah baiklah terima kasih atas informasinya," jawab Jefry yang menggandeng tangan Nat.
pasalnya yang di izinkan masuk ke tempat itu hanya keluarga atau pun orang-orang tertentu yang sudah di izinkan.
Nat pun merasa kagum saat belum tau jika itu adalah tempat pemakaman, tapi saat melihat tempat pemakaman itu, dia pun merasa sedih.
__ADS_1
ternyata itu adalah pemakan keluarga dari Alexander, mereka pun menaburkan bunga dan kemudian berdoa.
"opa.. Oma.. perkenalkan dia adalah kekasihku, dai yang bisa merebut hati ku seutuhnya, sesuai janji ku dulu, aku akan datang sat menemukan wanita itu dan mengajaknya ke sini, sekarang aku penuhi janji itu," kata Jefry menggenggam tangan Nat.
mendengar itu, Nat pun menoleh dan kaget mendengarnya, dia pun tak menyangka jika Jefry benar-benar mencintai dirinya.
"ya Tuhan terima kasih telah memberikan pria sebaik ini padaku," kata Nat sambil tersenyum terharu.
"aku yang berterima kasih pada mu yang mau menerima ku yang tak sempurna ini," kata Jefry yang merangkul tubuh kekasihnya itu.
Nat pun mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.
"aku bukan pelacur yang bisa kau tutup mulut dengan uang mu yang menjijikan itu!!" marah wanita itu.
"hei kamu ingin menantang ku, jika begitu aku terima tantangan mu, aku juga tak mau bertanggung jawab pada wanita tak jelas seperti mu," kata Ferdi menantang Farah.
"terserah dirimu, tapi tunggu apa yang di lakukan oleh kakak ku padamu, dasar pria busuk," kata Farah yang langsung lari karena merasa sedih mendapatkan perlakuan seperti itu.
__ADS_1
dia pun keluar dari apartemen sambil menangis, dan dia tak mengira jika di luar apartemen ada asistennya dan juga wartawan yang cukup banyak.
sedang Vita merasa marah setelah tau apa yang terjadi sebenarnya, dia tak mengira jika Yuniar bisa melakukan ini pada Farah.
hanya demi lepas dari Ferdi dia berani mengorbankan Farah, tapi dia belum tau apa yang harus Yuniar dan Ferdi hadapi sekarang.
yaitu kemarahan dari Vita karena berani mengorbankan adiknya, adik yang selalu di lindungi oleh wanita itu.
"Yulio, minta semaunya pulang ke Indonesia, jika tak ada yang mau, seret mereka,"perintah Vita.
"baik nyonya," jawab Yulio
"tunggu dulu Yulio, panggil Jefry ke sini sekarang, karena aku punya urusan dengannya," tambah Vita dingin.
"baik nyonya, kalau begitu saya undur diri," jawab Yulio yang langsung memilih pergi.
Vita meras perlu mendisiplinkan semuanya, terlebih ulah mereka sudah keterlaluan.
__ADS_1
"hari ini aku akan membuatmu sadar Yuniar, jika aku tak pernah main-main dengan diriku, jika tidak kamu akan menyesal," gumam Vita