
Jefry baru selesai joging mengelilingi desa, dan saat dia pulang ternyata Nat sedang memasak.
Jefry langsung mencoba mendekati Nat, tapi wanita itu terus menghindar darinya.
"ada apa Nat,kamu kenap berubah seperti ini, kamu tau ku bahkan tak bisa tidur semalam karena tingkah mu," marah Jefry.
"tuan muda tolong ingat batasan kita, kamu itu majikan dan aku cuma pembantu," kata Nat dingin.
"apa ini, padahal kemarin kmu masih baik-baik saja, apa ada perkataan ku yang menyakitimu?" tahan Jefry.
"tidak ada tuan, tolong biarkan saya bekerja," kata Nat yang masih terlihat dingin.
Jefry pun tak bisa menahan lagi, dia menarik Nat ke pelukannya dan langsung mencium paksa bibir wanita itu.
bahkan Jefry terus menuntut balasan ciuman dari Nat, sedang Nat yang merasa buruk mendorong Jefry kemudian menampar pipi pria itu.
"jangan keterlaluan!!" teriak Nat
"keterlaluan, biar aku tunjukkan apa yang di sebut keterlaluan padamu, aku berusaha bersikap baik,tapi kamu terus menghindar, aku mendekat kamu menjauh, apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan hah!!"
"karena ku takut akan mulai jatuh cinta padamu, karena aku tak pantas untuk mu, aku wanita kotor dan kamu adalah putra dari keluarga yang terhormat," kata Nat yang berteriak.
mendengar itu Jefry langsung memeluk Nat lagi, bahkan tangisan wanita itu masih tetap sama tak bisa berhenti.
"aku itu cuma wanita yang buruk.. aku tak pantas untukmu... Karena kamu berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku," kata Nat.
"tapi bagaimana jika aku nyaman dan bahagia jika bersama mu, tanpa sadar aku sudah jatuh cinta padamu saat pertama kamu di sini dengan sikap dingin mu," jawab Jefry.
"tidak boleh tuan, aku adalah wanita yang buruk, bahkan aku kehilangan kesucian ku karena di perkosa bergiliran, jadi aku itu kotor," kata nat.
"itu bukan kotor, kamu hanya korban dan tolong jangan ingat lagi, seakrng hany fokus padaku, karena aku mulai terbiasa hidup dengan mu dan mencium aroma mu saat tidur," bisik Jefry.
tak di duga Nat langsung mencium bibir Jefry dengan begitu dalam, keduanya pun berciuman.
Jefry mengendong Nat menuju ke kamar wanita itu, dan Jefry merebahkan tubuh Nat dan dirinya di ranjang.
__ADS_1
saat Jefry mencium leher Nat, tiba-tiba terlintas bayangan dari masa lalunya datang kembali.
Jefry yang melihat tubuh Nat tegang, pun membisikkan sesuatu, "jangan tutup matamu, lihat aku dan nikmati setiap sentuhan ku, dan aku akan menjadi pria paling bahagia saat itu."
Nat pun mengangguk dan benar saja, mereka berdua melakukannya tanpa bat tersiksa.
bahkan Nat berteriak saat mencapai kepuasannya, dan begitupun dengan Jefry yang menumpahkan miliknya di dalam sana.
"semoga lekas jadi ya Nat, karena aku ingin mengikatmu seumur hidup bersamaku, dan tak akan ku biarkan kamu lari lagi dariku," kata Jefry.
"iya tuan, aku akan bahagia jika itu terjadi," pagi itu menjadi pagi yang bahagia untuk keduanya.
sedang di ruangan Benny, Yuniar sedang duduk meninggalkan semua barangnya di resepsionis.
sekarang Benny sedang mengusap lengan putih Yuniar dan kemudian mengecupnya.
"hei aku ingin meminta tolong padamu, buat aku dan Ferdi berpisah apa bisa?" tanya Yuniar yang mengalungkan tangannya di leher Henny
"pasti ini ide dari Jimmy, ya tentu saja, kebetulan aku juga sedang butuh suasana baru, karena istriku sedang hamil dan dia sedang istirahat, dan dokter tak boleh aku menyentuh dia selama sebulan," kata Benny yang menikmati aroma wangi dari tubuh Yuniar.
Benny langsung membawa Yuniar ke dalam kamarnya, dan langsung menikmati wanita itu dengan kasar.
Benny tak mengira jika Yuniar ini lebih menyenangkan di banding istrinya.
bukan karena Dwi hamil, tapi baginya Yuniar ini memiliki rasa yang lebih mengigit saja.
dan itu adalah nilai plus bagi seorang wanita, padahal Yuniar juga di kenal sebagai pecinta pria.
Ferdi sudah gila karena tak bisa menghubungi Yuniar, bahkan alat pelacak yang di pasangnya pun sudah tak berguna.
dan orang yang di minta untuk mengikuti Yuniar juga tak bisa di hubungi karena sudah di bereskan oleh anak buah Benny.
setelah puas, Yuniar akan pulang tapi Benny meminta sekali lagi, Yuniar tak mengira ada pria yang mengerikan seperti Benny.
tapi anehnya dia malah menyukainya, "hei... aku harus segera mengejar pesawat ku," kata Yuniar.
__ADS_1
"tidak perlu, nanti malam kita berangkat bersama, karena itu lebih aman, terlebih aku yakin jika Ferdi akan mengikuti mu naik ke pesawat komersial itu," kata Benny.
"terserah kamu, tapi betapa beraninya itu... aku menyukainya!!!" teriak Yuniar saat puas.
Ferdi pun menuju ke perusahaan Yuniar dan Vita tapi sayangnya hanya Vita yang ada di sana.
Ferdi kaget melihat Vita yang duduk di ruangan itu, "ada apa tuan Ferdi? sepertinya anda tak ada janji dengan saya disini?"
"oh nyonya Jimmy, aku ingin menemui kekasih ku, dia tiba-tiba tak bisa di hubungi," kata Ferdi
"sepertinya dia sudah berangkat tadi setelah dari rumahku, kebetulan ada rekan bisnis yang mengajaknya berangkat bersama," jawab Vita.
"apa? berani sekali dia, awas saja aku akan membuatnya tau konsekuensinya," human Ferdi.
"tuan kalau aku boleh memberikan saran, jangan mengenggam pasir dengan erat, atau kamu bisa kehilangan semuanya, begitu pula dengan wanita," kata Vita.
"terima kasih, tapi aku tak akan membiarkan dia bisa lolos," jawab Ferdi.
tapi pria itu tak tau jika James dan Benny adalah saudara sepupu, dan Benny sudah meminta bantuan pria itu.
"Yulio, bagaimana kondisi Yulia, harusnya hari ini dia masuk bekerja?"
"kondisinya masih aneh, sepertinya dia sedang sangat sakit, jadi mohon di maafkan ya nyonya bos," kata Yulio
"baiklah, ah... karena kisah cinta Yuniar, aku jadi harus kembali bekerja, padahal dua putra ku masih kecil," gumam Vita yang memang tak bisa melepaskan tanggung jawabnya sebagai direktur utama.
Vita bekerja sangat kompeten, bahkan rapat bisa di lalui dengan sangat memuaskan, sebua proyek yang di tangani juga berjalan sangat baik.
Jimmy juga sibuk di perusahaan miliknya, telebih mereka akan meluncurkan beberapa produk baru yang sudah di uji dengan bantuan ide dari Vita.
dan Jimmy menyasar pasar global untuk produknya itu, terlebih perusahaan keluarganya itu harus berkembang pesat sekarang.
Jefry yang mendapatkan telpon pun segera bersiap ke pabrik untuk mengirimkan apa yang di minta Jimmy.
tak lupa dia mengecup kening Nat sebelum pergi,"maaf ya sayang, aku harus pergi, kamu istirahat dulu nanti aku kembali kita nikmati waktu kita lagi," bisiknya.
__ADS_1
saat Jefry pergi, Nat merasa sangat malu, sebenarnya dia sudah bangun tapi karena tak bisa menatap Jefry jadi dia pura-pura tidur.