The Housemaid

The Housemaid
dasar pria ini


__ADS_3

tuan Zein hanya melihat besannya itu, dia akui jika kali ini lawannya tak mudah untuk di lawan terlebih mereka adalah perusahaan yang berani rugi.


"tidak semudah itu besan, kamu tau jika perusahaan itu sekarang menyasar properti juga, padahal yang aku tau, mereka itu bergerak di bidang entertainment, tapi sekarang malah melebarkan sayap," kata tuan Zein.


"kenapa tidak meminta Jimmy mengurus perusahaan mu, dia lulusan pasca sarjana bisnis, dengan pengalaman yang bagus, pernah bekerja di perusahaan bonafit juga," kata tuan Syam.


"apa Jimmy mau, dia terlalu fokus pada dunia novelnya, aku pernah memintanya tapi dua menolaknya mentah-mentah," kata tuan Zein.


"karena perusahaan itu seharusnya berada di tangan pemiliknya, bukan di tangan menantu mu yang bahkan tak memiliki darah mu pa," saut Jimmy yang datang membawa laptopnya.


"hei bocah kamu susah bangkotan, masak harus di ajari sopan santun terus," kata tuan Syam melihat putranya itu.


"tak masalah besan tapi Jimmy, virnie itu dokter mana bisa mengelola perusahaan ku, kamu ini ada-ada saja," kata tuan Zein tertawa.


"siapa yang menyebutkan virnie, aku bilang putri mu putri kandungmu, yang pasti bukan virnie, karena dia adalah putri yang di bawa oleh ibu mertua bukan," kata Jimmy dingin melihat mertuanya.


"Jimmy jaga bicaramu!!" bentak tuan Zein yang mendengar ucapan lancang menantunya.


"wow... tenang papa mertua, jika itu tak benar kenapa anda marah, padahal aku cuma bicara sembarangan saja," kata Jimmy tersenyum.


"kau itu- sudahlah," marah tuan Zein.


"kamu tau papa mertua, kami dan virnie itu sama, sama-sama pembohong dan tukang selingkuh," kata Jimmy yang beranjak pergi meninggalkan dua pria itu.


"dan satu lagi papa mertua, seharusnya yang menikah dengan keluarga kami bukan Virnie tapi putrimu dari wanita bernama Sonya Mahali, apa kamu melupakan nama itu, kasihan wanita itu..." kata Jimmy yang kemudian pergi baik ke lantai dua.


tuan Zein susah marah, pasalnya sudah dua puluh lima tahun nama itu tak pernah di sebut, tapi sekarang dia harus mendengarnya lagi itupun dari menantunya.


sedang tuan Syam hanya duduk santai, dia juga sudah menyelidiki semuanya dan mengetahui kebenarannya.


bahkan surat wasiatnya juga sudah di ubah, dan dia tak akan memberikan seperserpun pada Virnie.


terlebih dia tau tingkah laku dari menantu yang dengan buta mereka manja itu.

__ADS_1


Jimmy berpapasan dengan Vita saat ingin naik ke lantai dua, "temui aku di tempat rahasia kita, ada sesuatu yang penting," lirih Jimmy.


Vita pun langsung turun dan membawa cucian yang sudah selesai di keringkan dan tinggal di jemur.


sedang Jimmy juga mengunci ruangan kerja miliknya agar di anggap ada di dalam sana.


padahal dia berada di roof top, saat Vita melewati pintu Jimmy langsung mengunci pintu roof top dan langsung menarik Vita dan mencumbunya.


"hentikan tuan, kamu kenapa?" tanya Vita dengan lirih.


"ingin rasanya aku mengusir semua orang, atau berteriak pada mereka jika aku mencintaimu dan aku ingin bersama mu," kata Jimmy.


"tapi apa kamu susah bisa menerima ku sepenuhnya, setelah semua yang anda ketahui tentang diriku?" tanya Vita dengan sedih.


"aku sangat mencintaimu, seharusnya dulu aku mencarinya dan kita menikah untuk bahagia, agar Leon tak menjadi korban seperti ini," jawab Jimmy.


Vita langsung memeluk Jimmy, "kalau begitu, bagaimana jika kamu membuatku Jamil, siapa tau adik Leon akan segera hadir," bisik Vita dengan manja.


"dengan senang hati nyonya," jawab Jimmy yang langsung melakukan kesukaan mereka.


pasalnya tubuhnya sangat lelah, sedang semua tamu masih berkumpul di tuang tengah.


tuan Zein sedang mengintrogasi putrinya karena ucapan Jimmy yang menghinanya dan virnie barusan.


"Virnie, apa kamu berselingkuh, kenapa Jimmy mengatakan jika kamu berselingkuh?" tanya tuan Zein.


"aduh besan, apa yang kamu tanyakan ini, semua itu pasti tak benarkan Virnie," kata Bu Elva.


virnie berubah pucat, jika dia tak mengakui itu sama saja dia memasang bom waktu.


tapi jika dia mengakui, maka kedua mertuanya bisa saja sangat membencinya.


"iya papa, dan itu terjadi saat kami mabuk, kemudian aku di jebak oleh pria itu, tapi mas Jimmy sudah memaafkan aku, dan itulah kenapa kami masih baik-baik saja," kata Virnie dengan menangis tersedu-sedu sambil memohon do kaki tuan Zein.

__ADS_1


Bu Elva kaget, berarti saat liburan anak-anak itu,virnie datang setelah ketahuan berselingkuh.


tuan Syam menenangkan istrinya yang nampak kaget, dia meyakinkan wanita itu jika semuanya baik-baik saja.


dia tak mau kondisi istrinya menurun karena kabar buruk yang di lakukan menantunya itu.


"kamu yakin, tapi kenapa Jimmy nampak tak bisa menerimanya," tanya tuan Zein.


"mungkin itu perasaan papa saja, kami baik-baik saja," jawab Virnie.


dia pun mengerti jika Jimmy memancingnya, "karena semua keluarga susah tau, bagaimana jika aku juga boleh selingkuh juga, ya setidaknya teman-teman ku selalu menawarkan wanita cantik saat kami bersama," kata Jimmy yang turun ke lantai bawah.


"apa maksudmu Jimmy," marah tuan Zein tak Terima.


"ayolah... keluarga inis sangat terbuka bukan, jika dia bisa berselingkuh dan aku memaafkan, aku juga bisa melakukannya, dan kalian hanya perlu memaafkan kesalahan ku," kata Jimmy yang duduk di tangga.


"apa kamu tak bisa berpikir jernih,dia melakukannya karena di jebak tapi kamu itu memang ingin, itu berbeda," kata tuan Zein.


"terserah kalian saja, sejujurnya aku sudah tak ingin melanjutkan pernikahan ini, tapi maaf aku tak bisa tinggal bersama anak kesayangan kalian lagi, dia terlalu banyak membuatku terluka," kata Jimmy jujur di depan semua orang.


"kenapa Jimmy?" kaget Bu Sekar mendengar ucapan menantunya itu


"karena kesabaran ku sudah habis, aku tak butuh wanita yang terus menerus mengejar karir, aku butuh wanita yang bisa menjaga keluarga ini dengan hatinya," jawab Jimmy.


tapi Bu Elva yang malah jatuh pingsan, penyakit wanita itu kambuh mendengar ucapan dari Jimmy.


"Jimmy cepat bantu aku," panggil tuan Syam.


Jimmy pun menggendong mamanya, Vita hanya melihat semuanya dari dapur, dan anak-anak juga menyaksikan semuanya dari lantai dua.


semua orang ke rumah sakit, Vita melihat kedua anak itu, "kalian mau ikut, ayo sama mbak Vita," panggil wanita itu


Tian dan Kris turun dan mereka juga akan menjelaskan semua di rumah sakit, jika mereka mengizinkan orang tua mereka bercerai.

__ADS_1


terlebih mereka tak ingin melihat Jimmy terus terluka selama bersama dengan Virnie.


__ADS_2