
"kami jangan gila Jimmy, dia itu pelayan," marah tuan Syam.
"apa hanya seperti ini tinggal di negara ini, semua berdasarkan status," kata Vita.
"bukan seperti itu, tapi kamu tau jika Jimmy pria menikah, dan kamu merebutnya dari istrinya," kata Bu Elva.
"tidak mama, aku sudah bercerai dengan virnie, dan itu terjadi dari lama, dan untuk Vita, dia juga korban dari kegilaan virnie, bahkan dia harus kehilangan putra kami karena hal itu," kata Jimmy.
"apa maksudmu, putra apa?" tanya Bu Elva kaget.
"aku pernah melakukan pelecehan pada Vita, hingga dia hamil putra ku, dan karena virnie dia kehilangan putra kami," kata Jimmy.
"jelaskan, jangan berputar-putar," marah tuan Syam.
Jimmy pun menjelaskan semuanya tanpa di tutupi, kini Bu Elva makin merasa bersalah setelah mendengar Semuanya.
"sekarang di mana mama mu nak, aku lama tak mendengar kabar dari Sonya, dulu kami bersahabat," kata Bu Elva.
"kalau begitu kenapa Anda tak menolongnya saat dia jatuh, dia bahkan meninggalkan aku yang baru berusia tujuh tahun, dia mati karena kesepian dan juga frustasi," jawab Vita.
"apa?" kaget Keduanya.
"pria tua itu datang membawa selingkuhannya dan putri wanita itu ke runah, bahkan dia berani merebut semua milik mama, dan kami di usir dari rumah, mama sakit karena perlakuan itu hingga akhir hayatnya, dan aku harus tinggal di jalanan hingga besar karena kerasnya hidup," jawab Vita.
"maafkan aku Vita, aku tak tau itu, seharusnya aku mengenalimu," kata Bu Elva yang menangis sedih.
"berarti selama ini dia membohongi kita, dia mengatakan jika Virnie putri sonya, bahkan Sonya dia katakan pergi meninggalkan dia karena pria lain, dan inilah kenapa tadi ucapan mu seperti ini Jimmy," kata tuan Syam.
"ayolah pa... kenapa kalian begitu mudah terpengaruh dari wanita itu, padahal semua sejelas itu, bagaimana bisa seorang wanita yang bisa menerima anak dari istri sebelumnya sebaik itu," kata Jimmy
"ayolah ada buktinya, itu dirimu, bisa membesarkan anak yang bukan darah daging mu," kata Jefry.
"aku sudah tau, karena aku juga melakukan tes DNA, tapi bagaimana pun mereka tetap anak-anak ku," jawab Jimmy.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, sekarang papa dan mama ikut apapun keputusan mu Jimmy," kata tuan Syam.
"kemarilah Vita, bolehkah aku memelukmu," kata Bu Elva dengan lirih.
"tentu," jawab Vita.
Jefry tak mengira jika ini semua adalah balas dendam Vita, bahkan wanita itu bisa memporak-porandakan segalanya.
dia bahkan tak mengira terlebih Vita yang seorang pemilik perusahaan mau jadi pelayan demi balas dendam.
"wah... jadi sekarang kalian .au go publik," tanya Jefry.
"tentu, aku sangat mencintainya, bahkan aku tak mau menyembunyikan segalanya lagi, dan akan ku tunjukkan siapa aku sebenarnya," jawab Jimmy yang kini sedang berada di cafe bersama Jefry dan tuan Syam.
"tapi bagaimana dengan kedua anak-anak, mereka pasti kaget saat tau kamu dan Vita bersama," kata tuan Syam.
"kalau melihat dari segi mental virnie, sekarang pasti wanita itu sedang mencari Tian dan Kris, untuk membujuk mereka agar tak mengizinkan kami bercerai," kata Jimmy tersenyum.
tebakan pria itu benar, saat ini Virnie sudah berada di rumah Ferdi, bahkan Steve menatap wanita itu tak suka.
"hei jaga bicaramu Steve," kata Ferdi mendengar ucapan putranya.
"kenapa sih pa, dia itu ya pa lebih buruk dari mantan istrimu itu, jika dulu mama itu matre, dia malah lebih buruk dari pelacur," jawab Steve.
mendengar itu Ferdi melihat sosok Virnie, "pantes Jimmy tak menyentuhnya, dan lebih memilih wanita lain," gumamnya.
"sudahlah kalian tak perlu mengurusi ku, sekarang tolong panggilkan tuan dan Kris, karena aku ingin mengajaknya pulang," kata virnie.
"kalau mereka tidak mau, anda mau apa? bukankah mereka sudah memilih untuk tinggal bersama papanya," Jawab Steve.
"itu benar, mama lebih baik pergi dari sini," usir Tian.
"apa yang kamu katakan, jika kalian ikut pria tak berguna itu, kalian akan jatuh miskin, dan mungkin akan di buang, karena kalian bukan anaknya!" marah Virnie yang keceplosan.
__ADS_1
"apa, kami bukan anak papa, terus kami anak siapa!!" teriak Kris yang mendengar itu.
semua terdiam, Virnie pun tak bisa berkata lagi, sedang Ferdi tak mengira jika Virnie yang fi kenal sebagai dokter hebat.
ternyata lebih buruk dari siapapun, karena selama ini tega membohongi dan menipu Jimmy.
"yah... sekarang aku merasa kasihan melihat Jimmy," gumam Ferdi.
Tian dan Kris nampak terkejut, virnie tak bisa menjawab dan hanya menunduk dan menangis.
"tak usah menangis, jawab saja mama! jika kami bukan anak papa, kami anak siapa?" teriak Kris.
"papa kalian sudah meninggal dunia dalam kecelakaan, dan keluarga ayah kandung kalian juga sudah bangkrut," jawab Virnie.
Tian pun menangis mendengar itu, Steve memeluk gadis itu agar tenang.
Steve tak mengira akan melihat Tian sehancur ini, perpisahan orang tuanya saja sudah menghancurkan.
ini lebih parah karena ternyata mereka baru tau jika mereka bukan anak dari Jimmy, papa yang mereka sayangi.
Ferdi mengirimkan pesan pada Jimmy, dan pria itu pun pergi bersama Jefry untuk membereskan kekacauan itu.
Jimmy tak mengira jika virnie berani mengatakan segalanya, ini bisa sangat menghancurkan dua anak itu.
mereka pun sampai di rumah Ferdi dan langsung masuk kedalam rumah.
"dasar wanita tak tau malu, setelah semua yang kamu lakukan, sekarang kamu ingin menghancurkan kedua anak ku, berhenti melakukan itu Virnie!!" teriak Jimmy.
"anak mu, kamu itu mandul asal kau tau, bagaimana bisa kamu memiliki anak, karena selama lima belas tahun pernikahan kita ini kamu tak bisa membuatku hamil," ejek wanita itu.
"ha-ha-ha, kamu lupa jika selama ini aku selalu memakai pengaman, jadi bagaimana bisa jamu hamil, terlebih aku tak mau anakku lahir dari wanita seperti mu, yang tak pernah setia dari dulu," jawab Jimmy kesal.
"anjing... keren sih Jimmy bisa bertahan seperti itu selama ini," kata Ferdi terkejut.
__ADS_1
"tapi kamu akan kaget saat tau siapa wanita yang bisa membuat pria itu bertekuk lutut, dia itu pemilik perusahaan besar, yang bahkan Virnie saja tak ada apa-apa di kaki wanita itu," jawab Jefry.
Ferdi pun tak percaya dengan apa yang di katakan oleh adik temannya itu, tapi dia tak pernah tau bahkan pria itu sangat tertutup tentang masalah wanita yang tengah dekat dengannya.