The Housemaid

The Housemaid
JN_gadis ini menyenangkan


__ADS_3

sedang di rumah peternakan, keduanya sudah berhasil menangkap b*bi yang berukuran cukup kecil.


mereka berdua sedang melakukan pemasakan dengan metode di jadikan babi guling.


meski hanya tinggal berdua, saat ini mereka tetap melakukannya toh mereka berdua ingin makan daginlg itu untuk beberapa hari.


Nat membuat bumbu untuk olesan di hewan yang sedang di guling itu, setelah matang, mereka pun duduk di teras bersama para pekerja yang lain.


"bagaimana rasanya, apa enak setidaknya tolong jujur ya semuanya?" tanya Nat dengan lembut.


Jefry terkejut melihat ekspresi Nat di depan semua orang, "wah gila gadis ini, dia begitu lembut dengan yang lain, sedang dengan ku, dia begitu dingin dan menyebalkan," batin Jefry kesal.


setelah makan-makan mereka pun bubar, tapi Jefry memilih duduk di depan perapian sambil menghangatkan tubuh.


"mau mencoba anggur merah yang kami buat tuan?" tawar Nat yang membawa anggur itu.


"benarkah? tapi tak enak loh minum tanpa cemilan? boleh minta kacang atau kuaci," tanya Jefry.


"hei tuan kamu tidak bisa elegan sedikit, mana ada minum anggur dengan cemilan begitu, sebaiknya kita makan keju, atau yang mau lebih elegan bisa kue," kata Nat.


"aku tak suka hal seperti itu, cukup kacang atau kuaci itu sudah sangat enak," terang Jefry.


Nat pun pasrah dan mengambil cemilan yang di inginkan oleh tuannya itu.


Jefry mengambil gelas spesial miliknya dan memberikannya pada Nat juga.


kini mereka berdua minum bersama sambil menikmati api unggun di dalam rumah.


"tuan aku heran padamu, kenapa kamu begitu suka celup sana sini, padahal tuan Jimmy tidak seperti itu?" tanya Nat.


"kami berbeda Nat, dulu kakak selalu di jadikan putra kesayangan orang tuaku, bahkan dari pendidikan pun selalu dapat yang terbaik, sedang aku di biarkan jadi preman di sekolah, bahkan aku berumur lima belas tahun saat aku pertama kali membunuh," jawab Jefry.


"apa lima belas tahun?" kaget Nat mendengar itu


"iya aku membunuh Jefry yang baik dan menurut, dan sekarang aku seperti ini, terlebih aku pernah tanpa sengaja membacok salah satu musuh sekolah saat tawuran hingga tewas, bukan hanya satu bagian ada tiga," jawab Jefry.


"apa anda masuk penjara?"

__ADS_1


"tentu meski cuma dua hari, ya kamu tau bagaimana koneksi keluarga ku, itu mudah untuk mengeluarkan aku," jawab Jefry.


"tapi aku tak percaya, terlebih tuan Jimmy bilang jika tuan sepuh Syam dan nyonya sepuh sangat menyayangi tuan Jefry," kata Nat.


"ha-ha-ha benarkah, jadi kak Jimmy salah paham ya, bagaimana bisa dia berpikir begitu pada adiknya yang tukang bikin ribut ini," kata Jefry.


tapi Nat tak percaya saat Jefry membuka bajunya, telihat ada beberapa berkas luka yang begitu besar, meski sedikit telah pudar, tapi Nat masih bisa melihatnya.


tanpa sadar, tangan Nat mengulurkan tangan dan menyentuh luka itu, "itu adalah bekas pukulan sabuk dan rotan dari papa,"


"kalau ini, seperti bekas jahitan, bahkan jahitan juga terlihat tak rapi," tanya Nat menyentuh bekas luka itu.


"itu aku dapatkan dan hampir mati, dia aku di SMA sedang melakukan tawuran, tak di duga satu orang mengayunkan pedang padaku dan aku pun langsung tersungkur dengan pedang itu tetap menancap di punggung ku," jawab Jefry.


"pasti sakit, tapi kenapa anda tak berubah, malah sekarang menjadi?" tanya Nat yang sekarang terdengar begitu lembut.


"sejujurnya aku juga tak mengerti, tapi jujur saja meski aku membawa para wanita itu, aku sering meminta mereka main berdua sendiri, karena sejujurnya tubuhku tidak normal, tapi hanya dengan ini aku tak membuat keluarga ku khawatir dan aku ceritakan ini hanya padamu, karena kamu sekarang adalah teman ku satu-satunya di sini," kata Jefry.


Nat mengangguk, dia sekarang bingung harus memberikan reaksi seperti apa, senang, sedih, khawatir atau kasihan.


tapi dia malah menunjukkan ekspresi datar dan menyebalkan, "hei ternyata kamu tak tersentuh ya, ha-ha-ha kamu memang wanita yang unik,"


Jefry pun mengangguk, siapa yang ingin dia bohongi, toh saat para wanita itu di dalam kamar.


mereka pun di ikat dan matanya di tutup dan di minta untuk menikmati semuanya, padahal itu bukan dia.


sedang untuk masalah pengaman itu, itu adalah milik tuan Syam, ya pria itu memang sering melakukan imajinasi s**.


karena terlalu mabuk, Nat dan Jefry kembali tertidur di depan perapian sambil berpelukan.


entahlah bagi Jefry aroma tubuh. Nat sangat menenangkan pikiran dan hatinya.


bahkan telepon dari James yang ingin main ke perternakan pun tak di gubrisnya.


tapi dia yakin jika Jefry tak melakukan apapun di sana, "bagaimana besok jadi?" tanya James pada Yulia.


"tentu saja, aku penasaran karena melihat foto dari pelayan Nat, ada sebuah air terjun yang begitu bagus," kata Yulia penasaran.

__ADS_1


mereka sudah bersiap untuk berangkat dari subuh, Yulia pun tak memikirkan siapa yang di cintai James.


yang terpenting sekarang, pria itu miliknya dan tak ada yang bisa merebutnya dari tangan Yulia.


James dan Yulia berangkat pukul lima pagi untuk ke rumah itu, jalanan cukup menantang karena musim hujan.


itulah kenapa Jefry memilih membawa mobil Jeep Wrangler berwarna merah.


pukul delapan pagi mereka sudah sampai, dan suasana begitu sejuk, mang Edi langsung menyambut keduanya.


"mas James datang bersama kekasihnya ya, cantik..."


"iya pak terima kasih, sudah ayo masuk,", ajak James


kedua pun masuk, tapi tak di duga ternyata Nat dan Jefry baru saja selesai mandi.


"eh... kalian sudah datang saja, ayo masuk," kata Jefry.


"baiklah terima kasih,", jawab keduanya


Nat pun menyuguhkan minuman dan cemilan, James tak mengira jika wanita itu terlihat makin cantik.


"hai Nat, lama tak bertemu sekarang kamu terlihat makin cantik ya?"


"benarkah, terima kasih atas pujiannya, kamu juga makin gila ku rasa, benar tidak James?"


"ha-ha-ha Kau benar, karena tebakan mu tak pernah meleset," kata James.


mereka pun berbincang sangat akrab, bahkan mereka tertawa bersama.


setelah itu Nat baru mengajak mereka bersiap untuk menuju ke tempat yang di maksud.


perjalanan sudah menguras tenaga mereka tapi Nat begitu santai, tak lama mereka sampai di air terjun itu.


"selamat datang," kata Nat saat sampai di tempat itu.


mereka pun kaget melihat apa yang ada di depan mereka, sebuah tempat yang belum tersentuh oleh siapapun.

__ADS_1


"ayo kita mulai bermain," ajak Nat


__ADS_2