
pagi ini semua berita masih membahas Benny, dan menghancurkan Henry dan juga ayah angkatnya.
tapi tak butuh waktu lama bagi Jimmy untuk membereskan berita seperti itu.
karena pagi ini mereka sedang melakukan fitting baju untuk pernikahan Jefry.
Jimmy tak mengira jika adiknya itu sudah menyiapkan semua untuk pesta pernikahannya bersama Nat.
"jadi pestanya akan bernuansa seperti apa?" tanya Vita penasaran.
"seperti pesta kebun saja, tapi yang akan membuat mewah mungkin dari pemilihan bunga dan juga sovenir," kata Jefry.
"kamu tak memiliki pernikahan impian Nat?" tanya Vita penasaran.
"tidak mbak ini sudah cukup,bahkan membayangkan akan menikah seperti ini saja dulu aku tak berani, tapi lihatlah Tuhan saat ini bahkan memberikan hadiah sebaik ini, bahkan Keluarga ini bisa menerima wanita sepertiku," kata Nat
"kamu bicara apa sih sayang, kamu itu wanita kuat yang cocok dengan keluarga ini, jadi jangan minder oke," kata Vita.
Nat pun mengangguk dengan patuh, semua pun memilih gaun yang lebih nyaman.
terlebih Vita yang masih menyusui juga, tak hanya keluarga mereka. tapi semua teman Jimmy dan juga tuan Syam juga di beri kain untuk di buat baju yang sama.
setelah selesai fitting, kedua anak kembar Vita pun di culik oleh tuan Syam dan Bu Elva.
"kita kok cuma berdua lagi sih sayang, anak-anak di culik lagi," kata Vita sedih.
"maklum sayang, papa dan mama kan memang butuh mereka untuk mencurahkan kasih sayang mereka, terlebih setelah kematian anak-anak sebelumnya, di kembar adalah hiburan dan semangat mereka," terang Jimmy.
"aku tau, dan aku bercanda tapi kenapa kamu begitu serius, oh ya hadiah untuk pernikahan mereka apa?" tanya Vita.
"aku sudah menyiapkan rumah di dekat rumah kita, di samping rumah Benny, ya agar jika butuh apa-apa jadi dekat kan," kata Jimmy tertawa.
"kamu pintar ya, padahal itu kan perumahan milik mu, benar bukan," tanya Vita.
"kamu tau rupanya, tak masalah untuk itu, lagi pula harga satu rumah di sana juga tak murah asal kamu tau," kata Jimmy yang mengecup bibir istrinya itu.
sedang di apartemen Benny, Dwi sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.
tapi pagi ini Benny tak ingin bekerja, karena dia ingin menemani istrinya.
__ADS_1
setelah sarapan mereka pun mencoba mengikuti kelas olahraga ibu hamil berpasangan.
karena Benny ingin jika istrinya itu baik-baik saat melahirkan nantinya, "kita mulai sayang," ajak Benny.
tapi baru juga mau mulai, eh tak terduga dokter Iwan dan Rika datang untuk ikut bergabung.
"boleh ikut ya," katanya menggelar matras yoga.
"aku bilang tidak pun, kalian tetap ikut, eh pak dokter kamu itu mau olahraga atau mau ke pantai pakai baju begitu," tanya Benny kesal.
"kan kalau olahraga gunakan baju yang nyaman dan menyerap keringat," terang dokter Iwan.
"baiklah terserah dirimu saja, ayo kita mulai saja," jawab Benny yang pasrah.
mereka pun melihat dengan jelas dan mengikuti setiap instruksi dengan sangat hati-hati.
berbeda di rumah keluarga Ferdi yang pagi ini sedang joging mengelilingi komplek.
dan siang nanti mereka akan melakukan fitting baju untuk pesta pernikahan dari Jefry dan Nat.
"papa sarapan bubur yuk," ajak Steve
"tak masalah dong, kan sarapan kedua, ayo ma," tarik Steve.
mereka berdua pun mengikuti keinginan dari putranya itu, dan mereka langsung duduk di tempat penjual bubur di area kompleks.
Farah memesan bubur untuk ketiganya, bahkan Steve minta berbagai jenis sate-satean juga.
tak hanya itu minum pun minta es teh,Farah pun tak habis pikir lagi, "aduh ini mah percuma meski berolahraga model lari lima kali keliling komplek tak berguna Steve, masak habis lari, eh.... makannya beginian," kata Farah.
"kapan lagi kita berkumpul begini mama, jadi jangan marah dong, benerkan pa?" kata Steve
"baiklah untuk kali ini saja, tak usah marah gitu dong Farah, itu tuh abangnya udah selesai, bang punya saya telur kuningnya dua ya," kata Ferdi.
"hah..."
"pasti dong bos," jawab penjual bubur langganan pria itu.
Ferdi pun memberikan jempolnya, "ayo kita makan," ajak Ferdi.
__ADS_1
mereka pun kembali di hadapkan dengan masalah, dengan cara makan bubur.
Farah tipe yang tak di aduk, sedang Ferdi dan Steve itu tim bubur di aduk, "aduh mama adik dong biar kerasa semua,"
"no!!! mama tak suka karena itu tak elegan sayang, ayolah jangan bahas itu, kita sama-sama makan bubur jadi tolong jangan di bahas oke," kata Farah tak mau bermasalah.
mereka pun selesai dan ingin kembali ke rumah, tapi sebuah mobil mewah berhenti di depan ketiganya.
"wah ada wanita tak tau malu datang," kata Ferdi.
ternyata dia adalah Larasati, mantan istri dari Ferdi yang datang tanpa undangan.
Farah mengenal wanita itu karena dia adalah model yang sedang mengalami sedikit kasus.
"halo Steve, kamu tak kangen mama?" tanya wanita itu.
"kangen, mama sedang tak waras ya, bagaimana bisa aku kangen pada wanita yang sudah membuang ku dan papa," kata Steve.
"apa, tanya saja sama papa mu yang tak berguna itu, tapi sekarang mama ingin bersamamu," kata Larasati
"sayangnya aku tak mau karena aku sudah memiliki keluarga yang sempurna sekarang," terang Steve.
"ayolah wanita itu akan membuang mu jika dia punya anak sendiri," kata Larasati.
"maaf ya nyonya, anda datang-datang ngomong hal busyit seperti ini, memang anda ini siapa sih, apa anda tuhan sampai bisa ngomong seperti itu," kata Farah tak terima
"owh ternyata istri mu sekarang model juga, tapi aku jamin dia akan meninggalkan dirimu, tapi kamu model apa sih, kok aku tak pernah lihat," ejek Wanita itu.
"bukan urusan mu, sudahlah jangan berani datang ke depan kami, karena bagi kami kami sudah menghilang dan tak perlu ada di sini," kata Ferdi.
"tapi Steve juga anakku," kata Larasati.
"coba tanya pada anaknya, toh dia sudah dewasa mau ikut siapa," kata Ferdi menantang Larasati.
"ayo Steve ikut mama ke luar negeri, kamu bisa sekolah di sekolah yang bagus di sana," kata wanita itu membujuk putranya.
"tidak mau, aku sudah nyaman dengan papa dan mama ku, jadi kamu tak perlu datang lagi dan mengacaukan kehidupan ku yang sudah sempurna," kata Steve yang menarik mereka pergi.
"kalau begitu aku akan menempuh jalur hukum untuk bisa membawa Steve," kata Larasati.
__ADS_1
"kamu gila, Steve sudah tau mana yang baik dan buruk, jadi pengadilan tak akan menerima kasus aneh mu itu, setelah puluhan tahun kamu baru datang, lucu sekali cih," kata Ferdi.