The Housemaid

The Housemaid
bertemu mertua Jimmy


__ADS_3

Jimmy yang mendengar semua yang di jelaskan oleh Yuniar pun merasa jadi pria paling bodoh.


pasalnya dia terus memaklumi hingga tak sadar jika istrinya terus bermain dengan pria di belakangnya.


"tolong ambilkan kotak obat," perintah Yuniar pada Yulio.


Jimmy membiarkan tangannya terluka karena merasa dirinya sangat berdosa, dia bahkan tak bisa memeluk Putranya.


"eh Jimmy mau kemana, aku obati dulu luka mu," panggil Yuniar saat melihat pria itu bangkit dan berjalan menjauh.


"tidak perlu, luka ini tak sepadan dengan luka yang di rasakan oleh Vita, seandainya bisa aku ingin memutar waktu dan mengembalikan semuanya," jawab Jimmy yang berjalan menuju ke dalam kamar.


dia melihat sosok Vita yang sedang tertidur lelap, Jimmy pun langsung memeluk tubuh wanita itu.


"maafkan aku... maafkan aku..." lirih Jimmy begitu pilu.


"seandainya... seandainya... dulu aku tegas dan mencariku, mungkin kita bisa bersama dengan putra kita, maafkan aku..." tangis Jimmy.


tanpa sadar dia pun tertidur, angin malam menerpa kamar mereka, seakan jadi saksi bagaimana kedua orang itu saling menyayangi.


keesokan harinya, Vita bangun dan kaget melihat ada noda darah di sprei kamar itu.


"Yulia, ini darah apa?" panggil Vita yang berlari ke ruang bawah.


"ah itu darah tuan Jimmy, semalam dia terluka karena memecahkan botol dengan tangannya, dan sekarang dia sudah pergi, katanya dia ingin pulang karena ingin mengurus sesuatu," jawab Yulia.


Vita pun terduduk lemas, "kamu kenapa? syok? parah hati? kasihan..." ledek wanita itu.


"aku harus segera kembali juga," panik Vita


"tenang, sarapan dulu Jimmy tak akan mengecewakan mu, jadi santai saja," jawab Yuniar.


Vita pun percaya, terlebih Yuniar memang jarang mengatakan hal yang aneh-aneh.


Jimmy sampai di rumah, dia masuk dan kaget melihat ayah mertuanya dan juga ibu mertuanya yang sudah ada di rumah.


"wah akhirnya kamu pulang, dari mana kamu?" tanya tuan Zein.


"aku menginap di rumah Ferdi, memang kenapa ayah, apa ada masalah?" tanya Jimmy dengan dingin.


"pa... tangan mu kenapa," kata Virnie yang melihat tangan suaminya itu.


"aku terluka saat minum bersama Ferdi hingga tak sadarkan diri," jawab Jimmy.

__ADS_1


"papa... seharusnya kamu jaga diri dong, bikin khawatir saja," kata virnie mencium tangan terluka itu.


"sudah aku mau mandi dulu, dan tolong buatkan aku sarapan," kata Jimmy yang memang belum makan apapun


"ah... aku sudah menghubungi Vita dan dia akan segera pulang, jadi tunggu ya," kata Virnie tersenyum.


"biar mama yang buatkan, kenapa kamu begitu percaya pada pembantu, kamu tak takut dia merebut tempat mu," kata Bu Sekar.


"iya jamu ini gimana nih ma, bukankah pembantu yang merebut tuannya itu menjijikkan, benar tidak papa mertua?" tanya Jimmy tajam.


tuan Zein yang sedang minum kopi pun tersedak mendengar pertanyaan Jimmy.


sedang Bu Sekar merasa tak suka terlebih menantunya itu seakan menunjukkan posisinya dulu.


"sudah tak perlu, aku lebih baik menunggu Vita, dan kamu virnie telpon kedua anak mu, dan minta mereka pulang," kata Jimmy yang langsung naik ke lantai atas.


"iya papa," jawab Virnie yang menuruti perintah Jimmy.


Vita datang dengan membawa beberapa belanjaan dan kue basah yang tadi sempat di beli di pinggir jalan.


terlebih itu semua adalah jajanan kesukaan Jimmy yang dia tau karena pria itu yang memberitahunya.


Vita masuk dan kaget melihat tuan Zein dan Bu Sekar yang ada di ruang tengah.


"ah maaf nyonya sepuh, saya ada Housemaid di sini, dan saya baru kenali dari ruang saudara," jawab Vita dengan menundukkan kepalanya.


Bu Sekar melihat dari atas ke bawah, dan dia tak mengira jika pelayan di rumah virnie begitu cantik.


"kaku sudah pulang Vita, beruntung sekali, sekarang tolong buatkan sarapan untuk suamiku, dan tadi dia ingin makan onigiri," kata virnie.


"baik nyonya, saya permisi," pamit Vita.


"eh virnie, itu pelayan mu, kamu tak takut dia yang terus bersama Jimmy di rumah, dan membuat suamimu tergoda," kata Bu Sekar mengingatkan Virnie.


"ayolah Bu, bagaimana bisa Jimmy suami ku yang tak berguna itu selingkuh, dia bahkan hanya seorang novelis yang mungkin bayarannya tak ada separuh dariku, jadi jika dia ingin selingkuh aku bisa mendepaknya, tapi asal ibu tau jika dia itu sangat mencintai ku, bahkan dia akan memberikan aku sebuah apartemen mewah, kemarin kamu sudah menyetujuinya," bisik virnie.


"bagus, dan kamu jangan lupa jika dia itu pewaris perkebunan yang Sangat luas, jadi setidaknya kamu bisa mendapatkan seperempat dari keluarga mertuamu, karena Jefry yang bodoh itu tak mungkin mau menikah," jawab Bu Sekar tersenyum penuh kemenangan.


keduanya memiliki sifat yang mirip, semua adil dalam perang dan uang.


Jimmy turun dari lantai atas dengan baju santai, Vita langsung memberikan kopi dan juga cemilan di meja.


tak lama dia juga menaruh sarapan yang di pesan oleh pria itu, bahkan mereka semua sarapan bersama.

__ADS_1


saat mereka sarapan, terdengar suara bel rumah, Vita pun bergegas membuka pintu gerbang.


ternyata Tian dan Kris yang datang dengan di antar oleh tuan Syam dan Bu Elva.


"pagi mbak Vita, apa ada kakek dan nenek juga?" bingung Tian melihat mobil Honda jazz hitam.


"iya nona, silahkan masuk, sepertinya mereka menunggu kalian," jawab Vita tersenyum menyapa kedua orang tua Jimmy.


tapi Tian Syam nampak tak suka, dan terlihat sedih, bahkan pria itu tak bisa menyembunyikan ekspresinya sedikitpun.


"ayo kamu juga masuk bak, aku sudah rindu masak bersamamu," kata Bu Elva.


"iya nyonya sepuh," jawab Vita.


tuan Syam juga menepuk kepala Vita seperti putrinya sendiri, dan kemudian merangkul Kris dan Tian untuk masuk rumah.


saat mereka masuk, terlihat keluarga itu seperti keluarga bahagia.


terlebih Tian yang langsung memeluk Jimmy, "papa... wih sarapan onigiri tak ajak-ajak," kata gadis itu.


"sudah lebih baik makan, aku tau kamu tak bisa menahan godaan masakan Vita," jawab Jimmy.


"seratus Papa," jawab Tian.


"tuan, Kris, kalian tak menyapa kami?" tanya tuan Zein.


"halo kakek dan nenek, maaf kami masih kelaparan, dan aku juga harus menyelesaikan tugas sekolahku, mbak Vita tolong antarkan onigiri ke kamar ku ya," kata Kris yang langsung naik ke lantai dua.


"baik tuan muda," jawab Vita.


tuan Zein jika cucu-cucunya itu berubah, mereka biasanya sangat antusias bertemu.


tapi kenapa suasana terasa begitu dingin, bahkan sang besan juga nampak tak memiliki semangat sedikit pun.


"besan, kenapa nampak lesu, bagaimana tentang pekerjaan mu?" tanya pria itu.


"semuanya baik dan lancar, tumben kalian datang kesini?" tanya tuan Syam.


"aku hanya rindu virnie dan yang lain, mereka jarang sekali ke tempat kami," kata tuan Zein.


"ah iya, kemarin mereka menghabiskan waktu di tempat kami, memangnya kalian sudah pulang ke Indonesia, bukankah kalian sering di luar negri?" tanya tuan Syam.


"kamu bercanda atau meledekku, aku sudah lama menetap di Indonesia, dan lagi kamu tau juga kondisi kamu bukan, karena perusahaan yang bergerak di bidang interior yang membuatku sedikit kuwalahan melawan perusahaan baru itu," jawab tuan Zein.

__ADS_1


"masak seorang Zein yang begitu ambisius kini melempem melawan perusahaan baru," goda tuan Syam yang tak mengira pria sombong itu bisa terkena karma juga.


__ADS_2