The Housemaid

The Housemaid
ada aku sayang


__ADS_3

Jimmy hanya bisa memeluk kekasihnya itu, pasalnya dia juga bingung harus berbuat apa.


perlahan Vita pun mulai tenang, Jimmy kemudian mrngendong Vita keluar kamar.


Yuniar pun yang melihat kaget, pasalnya Jimmy keluar tanpa luka sedikitpun.


"apa kalian punya kamar lain? kamar tamu mungkin?" tanya Jimmy


"bawa ke apartemen milik saya saja, kebetulan di depan unit ini, dan biar saya bereskan kekacauan ini," kata Yulia.


"terima kasih," jawab Jimmy.


Jhon pun yakin jika keduanya saling mencintai, terlebih Vita yang terlihat begitu nyaman dengan Jimmy.


Yulio menidurkan wanita yang dia cintai itu di ranjang, tapi saat


dia akan beranjak, Vita menahannya.


"temani aku... aku mohon..." lirih Vita.


"baiklah sayang, apapun untuk mu," jawab Jimmy yang kemudian tidur dengan memeluk tubuh wanita itu.


"tidurlah sayang," bisik Jimmy.


"apa aku seburuk itu, bahkan semua orang menghinaku, memang aku sepertinya salah lahir di dunia ini," tangis Vita.


"apa yang kamu katakan, kamu gila ngomong begitu, kamu itu anugerah yang di kirimkan tuhan padaku, dan kamu adalah orang pilihan yang di percaya sanggup untuk menjalani Semuanya," kata Jimmy menenangkan wanitanya itu.


"terima kasih sudah mau bersama ku," kata Vita merasa senang.


Keduanya pun tidur bersama malam ini, dan semua orang tak berani menganggu mereka.


bahkan saat Jimmy bergerak sedikit saja,Vita akan terus mengenggam baju pria itu.


baru kali ini Jimmy merasakan di butuhkan okeh seorang wanita, bahkan dia seperti sebuah sandaran kuat untuk wanita yang tengah rapuh itu.


"aku mencintaimu sayang," lirih Jimmy mengecup kening Vita.


sedang di apartemen sebelah, Yulia sudah mengeluarkan semua barang yang pecah oleh Vita.


"tafsiran harga semua barang pecah dari kamar Vita," tanya Yuniar.


"mau taruhan, aku yakin ada sekitar dua ratus juta," kata Jhon menerka.


"tiga ratus lima puluh juta," kata Yuniar.

__ADS_1


"seratus lima puluh juta, karena yang mahal cina vas bunga kristal yang di hadiahkan oleh seorang rekan bisnis asal Dubai," kata Yulio.


"sekitar seratus empat puluh lima jutaan, karena mbak Vita tak seperti biasanya, yang paling mahal yang pecah hanya vas kristal dan dua parfum yang di pesan kemarin, yang lainnya cuma di acak-acak doang," jawab Yulia menunjukkan ras sampah itu.


"idih... tumben," kata Yuniar tak terima.


"maklum sepertinya dia sudah sedikit berubah sekarang, jadi mana uangnya, terlebih kita tenang karena sekarang mbak Vita sudah sama pawangnya," kata Yulio.


"padahal aku ingin menjadikan pria itu pria milikku, tapi kenapa malah memilih Vita sih, bikin marah saja," gumam Jhon


"eh tuh mulut di jaga ya Jhon, ya kali semua mau kamu Embat, tiga berondong ku saja sudah kamu ambil, mau kamu ngambil cinta matinya Vita juga kamu," kesal Yuniar yang berdiri sambil bertolak pinggang.


"tenang dong honey, aku kan cuma bercanda, pendendam sekali sih kamu, terlebih salah satu brondong mu itu tak enak jadi aku buang," jawab Jhon.


"sialan lu, sudah aku mau tidur, besok pasti semua orang akan datang dan meminta penjelasan, terlebih aku harus mulai berpikir untuk melanjutkan semua kerjasama yang sudah tercapai kesepakatannya."


"baiklah aku juga mau tidur, ayo Xeon," panggil Jhon pada asistennya.


Malam itu terlewati dengan sangat tenang di apartemen maupun di rumah Jimmy.


tapi tidak dengan di rumah keluarga tuan Zein, putri dan istri yang dia buang kini sudah berubah jadi burung Phoenix yang bisa merengkuh semua dunia di cengkramannya.


dan lagi menantunya yang ternyata pengusaha kaya pun juga sudah tak mencintai Virnie tapi malah mencintai putri yang dia buang.


"papa belum tidur?" tanya Bu Sekar pada suaminya.


"benarkah, apa sekarang kamu menyesal telah meninggalkan wanita itu dan putri mu, saat tau mereka sudah kaya raya," kata Bu Sekar.


"jangan mengajak bertengkar, aku sedang berpikir bagaimana cara mengalahkan gadis itu dalam pertarungan ini. kamu tau jika perusahaan ku pun sudah dalam keadaan kritis, putrimu bukan membantu malah melakukan hal gila seperti ini, bahkan Syam saja menarik semua investasinya, dan sekarang aku bingung dengan semua hutang yang harus di bayar," marah tuan Zein


"kalau begitu lakukan sesuatu, aku tak mau jatuh miskin," kata Bu Sekar.


"kalau begitu minta putrimu itu mencari sumber investasi, aku dengar selingkuhannya adalah dokter Bram yang terkenal, coba minta dia untuk membantu kita," kata tuan Zein.


"baiklah aku akan melakukan itu, tapi tolong jangan berpikiran untuk bisa kembali pada mereka," kata Bu Sekar.


"baiklah, aku tunggu aksi dari kalian berdua," jawab pria itu.


*******


keesokan harinya, Vita terbangun dan melihat Jimmy masih tertidur memeluknya.


dia pun mengecup bibir pria itu sekilas, "pagi sayang, lihat apa katamu bengkak, pasti kamu tak bisa membuka mata ya," kata Jimmy membuka matanya.


"aku pasti sangat buruk ya," kata Vita dengan lirih.

__ADS_1


"tidak, kamu tetap paling cantik, sudah tidak usah sedih, sekarang bangun kira mandi, semalam anak-anak dan orang rumah begitu menghawatirkan dirimu," kata Jimmy.


"mau di mandikan," bisik Vita.


"apa sayang, mau di mandikan, baiklah nyonya, sekarang kita ke kamar mandi," kata Jimmy yang langsung mengangkat Vita.


mereka pun mandi dan berendam berdua di sana, sedang yang berada di bawah sudah dapat ratusan telpon dari seluruh rekan bisnis.


bahkan Yuniar tak ambil pusing toh ini juga bukan mempengaruhi mereka, karena perusahaan Vita dan dirinya itu sangat mandiri tidak bergantung pada siapapun.


bahkan petinggi Bank juga menghubungi Yuniar untuk bertanya tentang berita tentang Vita, "sudah ku katakan, jika anda bukan tipe wanita itu, jadi hentikan menganggunya," kesal Yuniar.


"gila gak tuh, petinggi Bank di Singapura bisa di bentak, padahal dia menawarkan uang yang yang tak sedikit untuk pembiayaan perusahaan kalian," kata Jhon tak habis pikir.


"maaf aku dan Vita melakukan usaha ini secara mandiri, dan lebih lagi pria sialan punya maksud terselubung, jadi aku tak suka mendengarnya," jawab Yuniar.


"ada apa sih?" tanya Jimmy yang turun bersama Vita.


"kalian sudah selesai, tuh semua orang berisik," kesal Yuniar.


Vita mengambil ponsel itu dan dengan mudah membantingnya hingga hancur.


"bereskan," jawab Vita.


"dua wanita gila, sudahlah kalian sarapan dulu," kata Jhon.


"tidak, aku akan mengajaknya pulang, anak-anak terus meneror ku untuk bertanya dimana Vita, jadi kami pergi dulu," pamit keduanya.


"baiklah kalian pergilah, dan Jimmy aku titip dia, jika kamu membuatnya sedih, kamu habis dengan kami," ancam Yuniar.


"aku tau itu, tapi mana mungkin aku melukai wanita yang aku cintai, jadi tenanglah, dan persiapkan tenaga mu untuk pesta pernikahan kami itu lebih penting," jawab Jimmy


Yuniar pun tak mengira jika Jimmy benar-benar serius,bahkan menikah itu aja tak di bayangkan dulu oleh Vita dan Yuniar.


dan terlihat jelas jika Vita juga terlihat terkejut mendengar itu, tapi mereka mengiyakan saja toh umur mereka juga tak muda lagi.


Vita dan Jimmy pun pergi menuju ke rumah Jimmy, dan saat keduanya datang Tian dan Kris langsung memeluk Kris.


"mbak Vita jangan sedih, kami semua mendukung mbak Vita kok," kata Tian.


"kris selalu bersama mbak juga," jawab pemuda itu.


"terima kasih atas dukungannya," jawab Vita dengan senyum yang mengembang.


"papa juga mau peluk semuanya," kata Jimmy bergabung memeluk ketiganya

__ADS_1


mereka pun tertawa bersama, dan nampak begitu bahagia tanpa kehadiran wanita seperti Virnie.


__ADS_2