
Jefry mengajak Nat menemui orang tuanya secara resmi, bahkan Keduanya kini sudah duduk berhadapan dengan mereka.
"jadi ada apa Jefry?"
"anu pa, aku ingin meminta restu padamu dan mama, aku ingin meminang Natalie sebagai istriku," jaya Jefry dengan serius.
"bagaimana dengan mu Nat, jangan pikirkan tentang siapapun, aku ingin jawaban mu sendiri," tanya Bu Elva.
"saya juga mencintai tuan Jefry, maafkan saya nyonya sepuh, saya tak bisa menjaga hati saya," jawab Nat dengan suara lirih.
"kenapa kamu minta maaf Nat, saya menyetujui cinta kalian, terlebih kamu sudah lama mengenal Vita, ingat tolong jaga Jefry ya nak dan tolong berikan dia cinta yang sepenuh hati," jawab Bu Elva.
"baik nyonya sepuh," jawab Nat
"bukan nyonya sepuh, Sekarang panggil kami mama dan papa, seperti halnya Vita, sekarang kamu juga menantu dan juga anak mama," kata Bu Elva tersenyum
tuan Syam mengacungkan jempol pada Jefry, melihat reaksi sang papa, Jefry pun langsung memeluk pria itu.
"terima kasih pa, aku menyayangimu," kata Jefry.
pertemuan ini berjalan lancar bahkan mereka langsung membahas pernikahan.
sedang mansion James, semua pengawal bingung melihat James yang di tinggalkan di depan mansion begitu saja.
dan saat asistennya Jon melihat kondisi pria itu, James sudah seperti orang linglung.
melihat itu Jon marah, dia tau jika tadi James bertemu dengan Jefry, pria itu pun datang untuk membalas dendam.
dia membawa tiga puluh orang mencari Jefry di rumah Jimmy. "Jefry keluarlah!!! dasar pria pengecut kenapa kamu berani pada bos kami!!!" teriaknya dengan keras.
Jefry keluar bersama Jimmy, keduanya tak gentar sedikitpun, "ada apa kamu membuat ribut di rumah orang.
"kami ingin membalas dendam pada mu, kenapa kamu berani melakukan ini pada bos kami,dia selalu baik padamu," kata Jon dengan marah.
"apa yang kau katakan, bukan Jefry yang melakukan ini pada James, tapi aku, memang kenapa?" tanya Vita yang kini berdiri di depan dia pria itu.
melihat Vita, Jon mundur, "kau pikir hanya bos mu yang bisa, aku juga pernah tinggal di luar negri, mencari obat seperti yang kalian gunakan pada Yulia itu tak sulit, aku hanya mengembalikan apa yang kalian lakukan, kamu ingin membalas, baiklah aku tak segan lagi sekarang," kata Vita.
mengangkat tangannya, di lantai dua sudah ada Nat dan Yulio yang siap dengan senjata Laras panjang milik mereka.
"tapi kenapa? bukankah tuan James sangat mencintai anda," kata Jon.
__ADS_1
"aku tak memintanya untuk mencintai ku, karena aku hanya mencintai Suamiku," kata Vita yang langsung menunjuk ke arah rombongan Jon.
satu persatu pengawal itu pun mati dengan luka tembak di kepala, kedua orang itu sudah sangat terlatih.
Vita pun memberikan instruksi untuk berhenti, "sekarang pergi atau aku akan membunuh kalian semua dan menjadikan kalian makanan hewan di laut," kata Vita.
Jon pun memerintahkan kepada anak buahnya mundur, dia tak mengira jika Vita berani melakukan ini.
"sayang... minta pengawal membersihkan semua bekas ini ya, terima kasih,"kata Vita mengecup pipi Jimmy.
sedang kedua pria itu masih diam membatu, "mereka baru saja membuat hal gila, bagaimana bisa Vita seperti mafia begitu!!" kaget Jimmy.
"sayang cepat lakukan sebelum ada yang lapor polisi," kata Vita dari dalam rumah.
Jimmy pun melakukannya, dia meminta satpam membereskan mereka semua.
dan membuangnya ke dalam hutan yang jauh agar tak bisa di lacak. sesuai instruksi semua pun berjalan baik.
Riana yang tak sengaja melihat pun di buat gemetar, pasalnya wanita itu baru kali ini melihat adegan yang hanya dia saksikan di film.
terlebih sekarang yang bertindak sebagai pemimpin adalah putri sambungnya.
"tenang saja, Jon itu sebenarnya hanya tukang gertak, dia juga tak punya kuasa sebenarnya, hanya karena James lumpuh dia tak akan berani melawan kita, karena dia tetap tak memiliki kewenangan apapun," jawab Vita.
mereka semua pun mengangguk, sekarang mereka tinggal menunggu kedatangan dari tiga orang itu yang tinggal menunggu nasib mereka.
"malam ini kita mau melakukan barbeque sayang? kita sudah lama tak melakukannya," tanya Jimmy
"tentu boleh, Nat dan Jefry tolong belanja keperluannya dan minta kartu pada suamiku," kata vita.
"hei kenapa kartu milikku, bukankah kartuku semuanya ada di tangan mu honey?" tanya Jimmy.
Vita hanya tertawa, "maaf sayang aku lupa, Nat tolong belanja dan bisakah kamu bertanya pada semua orang mu apa untuk nanti malam," kata Vita dengan suara yang terdengar lelah.
"baiklah kakak ipar," jawab NT tersenyum menerima kartu hitam itu.
mereka pun mulai berangkat belanja, setelah tau apa yang di inginkan oleh semua orang, Vita tersenyum melihat suaminya.
"berhenti syok sayang, aku tetap istrimu yang manis dan lembut kok," kata Vita yang ingin tertawa melihat Jimmy.
"manis apanya, kamu tadi begitu mengejutkan, aku bahkan sampai kaget melihat dirimu yang seperti itu, kamu seperti orang lain," kata Jimmy.
__ADS_1
"maafkan aku, karena aku hanya mengembalikan sesuatu yang di berikan, aku paling tak suka jika ada orang yang berani mengusik keluargaku, terutama dirimu dan anak-anak kita," jawab Vita.
di tempat lain, Farah masih sesenggukan di ruang tunggu bandara.
asisten Yoo ketakutan pasalnya mereka di kawal dari bandara dan tak di biarkan hanya berdua saja.
ya Farah memilih untuk naik pesawat komersial kelas bisnis, sebenarnya dia sayu pesawat dengan Ferdi tapi keduanya tak saling sapa.
terlebih Fatah masih sangat terluka setelah apa yan terjadi, sedang Yuniar berangkat dengan pesawat pribadi milik Benny.
Nat dan Jefry sudah sampai di mall, saat sedang memilih jenis daging, seorang wanita menghampiri Jefry.
"Jefry... kamu di sini, apa kamu merindukan ku? sayang ku ...." kata wanita itu memeluk Jefry.
Jefry mendorong wanita itu menjauh, "maaf Tante anda siapa? aku tak mengenalmu?"
"apa kamu memanggil diriku Tante, kamu keterlaluan Jefry, setelah puas melakukannya dengan ku malam itu, uh... jahat sekali," kata wanita itu yang pura-pura menangis.
"aduh Tante anda salah orang mungkin, bagaimana suami saya bisa menyelingkuhi istri secantik saya dengan Tante-tante girang begitu, mungkin Tante sudah mulai buta mungkin," kata Nat pedas.
"tidak benar, aku ingat dia bernama Jefry," kata wanita itu kekeh.
"ya Tuhan nama jefry di Indonesia tak hanya satu Tante, lebih baik pergi,atau ku buat kamu malu sepenuhnya di sini," ancam Nat dengan dingin.
"coba saja kau lakukan," kata wanita itu menantang Nat.
tanpa wanita itu sadari jika tali dari gaunnya sudah tak terikat dan itupun tak terekam CCTV.
Nat hanya tersenyum. saja, "sudah sayang ayo pergi," ajak Nat pada Jefry.
"tidak boleh," kata wanita itu yang bergerak untuk menahan Jefry, tapi bajunya melorot begitu saja.
semua pun langsung berbisik melihat itu, "aduh Tante, makanya lain kali kalau cari baju yang bener dong, baju cacat kok di pakai, kamu tak malu tubuh sudah kendor begitu, cih..."
Nat pun merangkul Jefry pergi, tapi setelah sedikit jauh, Nat melepaskan pelukannya, "menjijikkan, ternyata aku tidur dengan pria yang suka Tante-tante tua begitu .. iyuh...." kata Nat.
mendengar itu Jefry ikut kesal, "aku tak menyentuhnya, itu hanya kelakuan teman ku yang brengsek memakai namaku," kata Jefry.
"tapi dia ingat wajah mu," kata Nat.
"karena aku yang dia goda, tapi eksekusinya di lanjutkan teman ku, dan mereka berdua melakukannya dengan lampu yang gelap," jelas Jefry.
__ADS_1