The Housemaid

The Housemaid
pilihan Jimmy


__ADS_3

Bu Elva sedang di ruang UGD, tuan Syam memukul kepala Jimmy kesal, pasalnya putranya itu hampir membunuh ibunya sendiri.


"papa kamu ingin membunuhku juga?" tanya Jimmy yang memegangi kepalanya.


"kamu ini kenapa, kita bisa bicara semuanya secara baik-baik, tak harus seperti ini," marah tuan Syam.


"aku sudah tak tahan pa, aku sudah muak dengan segalanya," jawab Jimmy kesal.


"tapi apa kamu tak kasihan pada kedua anak mu Jimmy, apa baik mereka melihat perpisahan dari orang tua mereka yang selama ini selalu harmonis," kata Bu Sekar mencoba mengubah keputusan menantunya itu.


"baik atau tidak, itu tergantung aku yang akan menjelaskan nantinya pada mereka," jawab Jimmy dingin.


"kami sudah dewasa dan tau apa yang baik, jadi nenek tak perlu berpura-pura seakan kami terluka, kami lebih baik melihat papa dan mama pisah, karena itu demi kebahagiaan papa," kata Kris yang datang dengan Tian dan Vita.


"kalian kesini, ini urusan orang dewasa, kalian ini masih anak-anak jadi tak usah ikut campur," kata Bu Sekar yang marah.


virnie menghampiri Vita dan langsung menampar pelayannya itu, "mbak Vita," kaget Tian.


melihat itu Jimmy menampar Virnie di depan semua orang, "hentikan sikap gila mu itu," marahnya.


"apa kamu bahkan membela wanita itu," marah Virnie pada suaminya.


"cukup Virnie, dia yang merawat kami selama ini, dia mengantikan peran mu dalam memanjakan anak-anak, bahkan kamu tidak bisa berterima kasih," marah Jimmy.


"bahkan mbak Vita yang menenangkan aku saat aku melihat mama berhubungan dengan om Bram, bahkan saat itu sedang ada pesta di rumah, kalian melakukannya di samping rak buku dan kemudian lanjut di kamar mandi, aku tau semuanya!!" kata Tian mendorong Virnie.


semua terdiam mendengar itu, Virnie juga tak bisa membantah lagi, "bahkan aku pernah meminta bantuan pada Steve untuk menyewa seseorang, dan dengan mudah pria itu mendapatkan foto dan video kalian yang sedang berhubungan, di pinggir jalan, di parkiran rumah sakit hingga klub, mau apa lagi," marah tuan yang menangis.


melihat itu Vita bergegas bangun dan langsung menekuk Tian, "sudah tuan, jangan histeris ini rumah sakit, sebaiknya kita pulang dan tenangkan dirimu," kata Vita dengan lembut.

__ADS_1


"tidak, aku mau bilang pada Oma, untuk mengizinkan papa bercerai, karena aku tak mau papa terus terluka dan di bohongi seperti ini," tangis gadis itu.


"aku juga setuju, pernikahan dan keluarga ini tak baik untuk kami, dan itu terjadi bukan karena papa, tapi semua karena mama, dan kami tau kasih sayang itupun saat mbak Vita datang dan merawat kami seperti anaknya sendiri," jawab Kris.


mendengar itu virnie marah dan ingin melukai Vita, tapi Jimmy dan Kris melindunginya.


"jangan berani menyentuhnya, atau aku akan lupa siapa dirimu," kata Jimmy memperingatkan wanita itu.


"terserah padamu, tapi aku tak ingin bercerai darimu, tak akan pernah karena aku sedang hamil dan ku pastikan ini anak mu," kata Virnie tertawa menang.


"kamu yakin, padahal setelah perselingkuhan mu, aku tak pernah lagi menyentuhmu, dan aku tak Sudi melakukannya," jawab Jimmy.


"kamu berbohong, saat itu aki mabuk dan keesokan paginya aku merasa senang saat kami tidur di sampingku, kamu tak perlu berbohong dan malu suamiku," kata virnie


Jimmy malah tertawa, pasalnya malam itu dia memang melakukannya tapi bersama Vita semalaman.


"asal kamu tau, kamu naik dengan alat yang kamu miliki di lemari mu, aku hanya membuatnya seakan-akan kita melakukannya, meski begitu jika iya pun, aku pasti memakai pengaman yang ku pesan khusus bukan yang abal-abal," jawab Jimmy.


karena seandainya dia hamil, dia kira Jimmy akan bodoh dan senang mengakui anak di kandungannya sebagai miliknya.


tapi sekarang semua berbalik dan menghancurkannya, "aku akan mengirimkan semua bukti perselingkuhan mu, meski kamu tak mau bercerai, tapi aku ingin dan tetap tak ada yang bisa mencegahku, meski itu mama ku sendiri," kata Jimmy yang merangkul Kris.


"maaf pa, aku harus membawa anak-anak pulang, karena di sini mental mereka bisa makin terluka setelah mengetahui semua tingkah mama mereka," kata Jimmy pamit


"baiklah, kalian pergi saja, dan untuk kalian bertiga juga, tolong pergi dari sini, karena aku tak ingin melihat kalian," kata tuan Syam yang merasa semuanya sudah berjalan sesuai seharusnya.


Jefry pun menyuruh mereka pergi, Jimmy menyetir dan di dampingi Kris di sampingnya.


meski keduanya bukan anak-anak Jimmy,tapi Jimmy sudah menganggap mereka anak kandungnya.

__ADS_1


setelah sampai di rumah, Jimmy memasukkan semua barang milik dari Virnie ke kantong sampah.


kemudian dia menaruhnya di depan rumah, dan benar tak lama mobil dari mertuanya datang.


"apa-apaan ini pa, kenapa semua barang ku ada di luar, kamu jangan keterlaluan," marah Virnie.


"bawa barang mu pergi dari sini, karena ini rumah ku, dan aku membelinya sendiri, jadi kamu tak berhak disini," usir jimmy dingin.


"tidak bisa, aku berhak di rumah ini, dan lagi jika aku pergi, aku ingin bersama anak-anak," jaya Virnie.


Jimmy mendorong tubuh Virnie, "tidak bisa, anak-anak tetap bersama ku,aku akan membuat kesaksian mereka tentang perilaku mu, dan ku pastikan jika hak aduh anak-anak akan jatuh padaku, jadi pergi dari sini!!" usir Jimmy.


Vita hanya melihat segalanya dari lantai dua, dia pun tak mengira jika balas dendam Pertamanya berhasil dengan sempurna.


"tunggu giliran mu tuan besar Zein, akan ku buat kamu lebih menderita di banding kami dahulu," kata Vita dari atas.


virnie dan Bu Sekar meligat Vita yang sedang berdiri di lantai atas, kekhawatiran Bu Sekar pun benar-benar terjadi, karena virnie yang fokus pada karirnya, hingga melupakan keluarganya dan percaya begitu saja pada pembantunya.


"sudahlah kita pulang dulu, dan kita pikirkan cara selanjutnya, untuk saat ini kamu ikut ke rumah papa dulu," kata Tuan Zein.


pria itu juga sempat melihat ke atas dan melihat sosok Vita yang tersenyum ke arahnya.


bahkan wanita itu sempat melambaikan tangan padanya dengan tersenyum, tuan Zein mengira jika wanita itu menggodanya.


padahal Vita sedang mengumpat pria tua itu, pasalnya sebentar lagi gilirannya mendapatkan balasan.


tapi tak terduga tuan Zein malah tersenyum sekilas, dia tak mengira jika dirinya masih bisa menarik wanita cantik dan muda.


yang mungkin usianya lebih muda dari pada virnie, tapi untuk bentuk tubuh pelayan itu memiliki nilai sempurna.

__ADS_1


karena wanita itu sangat menggoda di matanya.


up


__ADS_2