The Housemaid

The Housemaid
pelayan kesayangan


__ADS_3

pagi ini Vita bangun seperti biasanya selalu lebih pagi di Bandung suaminya.


dia pun turun dan melihat seorang wanita paruh baya yang terlihat begitu dingin.


tapi Vita langsung memeluknya, "apa kabar ibu Kim?" sapa wanita itu dengan lembut.


"baik nyonya, ada butuh sesuatu, biar mereka semu yang menyiapkannya?" tanya ibu Kim.


"tolong buatkan sarapan nasi liwet ya, oh dan ingat selalu gunakan garam khusus, dan jangan ada kerang atau MSG di masakan itu," kata Vita.


"tentu nyonya,"


"ah dan bagaimana dengan ayah, apa dia sudah di perhatikan," tanya Vita sambil tersenyum.


"tentu nyonya, sesuai dengan permintaan anda," jawab Bu Kim tersenyum sekilas.


ternyata pagi itu, ibu Kim sudah menyuruh Riana untuk pindah ke area paviliun tempat tuan Zein.


pasalnya Bu Kim tak mau tuan Zein terluka saat dia membutuhkan sesuatu.


Vita juga sudah mengizinkan hal itu, dan lagi Vita ingin membuat pria itu bahagia di sisa umur senjanya.


Vita pun mengecup bibir suaminya itu, "selamat pagi honey," sapa Jimmy yang memeluk tubuh Vita.


"pagi honey, ayo bangun ini sudah jam enam pagi, memang mas mau tidur sampai kapan?" tanya Vita yang gemas pada suaminya itu.


"benarkah maafkan aku sayang, tunggu sebentar lagi, aku masih ingin bermalas-malasan, lagi pula aku tak ada rapat pagi ini," jawab Jimmy.


"baiklah, kalau begitu aku yang akan membuatmu bangun," jawab Vita yang langsung memainkan sesuatu yang sangat dia sukai.


"kamu nakal sayang, kamu tau aku sudah menahannya," gumam Jimmy dengan suara serak.


pagi itu mereka pun bergulat dengan gairah, Vita memang sering kali memintanya karena wanita itu ingin.


sampai-sampai Jimmy pun tak habis pikir bagaimana wanita hamil bisa begitu aktif seperti Vita.


pukul setengah delapan keduanya turun dengan baju seni formal, sedang tuan Zein susah menunggu di sana juga.


"selamat pagi ayah," sapa Vita melihat tuan Zein.


"pagi nak, kalian baru bangun, apa semalam kalian kelelahan," tanya pria itu.

__ADS_1


"ya ayah, mungkin aku juga terpengaruh hormon bayi juga jadi sedikit malas," jawab Vita.


"kamu sebagai wanita hamil gak boleh begitu sayang, kamu harus rajin bergerak ya," jawab tuan Zein..


"iya ayah," jawab Vita.


Jimmy terlihat begitu lahap makan, dan tau jika itu bukan masakan istrinya.


tapi dia juga tak pilih-pilih toh istrinya itu juga sedang hamil, jadi tak etis jika dia meminta istrinya memasak.


"Jimmy pelan-pelan, tak ada yang berebut dengan mu, memang kamu mau kemana? tidak ke perusahaan?"


"itu, aku pasti ke perusahaan pa, tapi aku memang jarang mengunakan pakaian yang formal, jadi tak masalah," jawab Jimmy.


"kamu memang pengusaha paling aneh, di saat semua orang ingin menunjukkan dirinya, kamu malah bersembunyi cukup lama," kata tuan Zein.


"karena bagiku itu hanya sebuah usaha, yang penting dia jalan sudah, tapi setelah kejadian kemarin, aku sadar jika orang akan di hormati saat mereka tau siapa kita yang sebenarnya, benar begitu tidak ayah mertua," kata Jimmy yang masih terlihat marah.


"iya, maafkan sikap papa yang dahulu, sikap papa memang keterlaluan," kata tuan Zein.


Jimmy hanya mengangguk saja, dia pun tak mau membahasnya lagi karena itu bisa membuatnya sakit hati sendiri.


Vita dan Jimmy pun berangkat bersama menuju ke perusahaan Jimmy.


terlebih mereka ingin melihat kinerja semua orang, karena Yuniar terus mengomel mengatakan jika perusahaan Jimmy melakukan kesalahan-kesalahan.


jadi Vita ingin melihatnya sendiri, dan Jimmy juga merasa aneh, karena pekerjaan mereka selalu baik.


mereka berdua mengenakan kacamata hitam dan masker, Juan langsung menyapa dan mengawal keduanya.


bagaimana pun Jimmy tak bisa menyembunyikan identitasnya dari dua asistennya itu.


mereka ingin langsung ke tempat lantai milik Jimmy, tapi mereka berhenti di bagian divisi proyek yang bekerja untuk perusahaan Sky internasional corp.


karena Jimmy memang membuat divisi khusus untuk proyek itu. dan semua adalah orang-orang pilihan.


terlihat seorang pria sedang memarahi beberapa karyawan, "ada apa ini?" tanya Juan


"asisten Juan, Anda ada di sini, ini loh mereka membuat kesalahan dan sedang bermalas-malasan, padahal aku menyuruh mereka melakukan perbaikan di beberapa kesalahan yang mereka buat," kata pria itu


"benarkah Tuan Adjie?" kata Jimmy yang melepas kaca matanya.

__ADS_1


"tidak tuan, tapi pak Kardi melakukan hal yang seenaknya sendiri, dia membiarkan kesalahan dari susi hingga membuat Bu Yuniar marah," jawab pria itu


"itu fitnah, kenapa kamu menyalahkan orang lain dari ketidak becusan mu dalam bekerja, dasar pria menyebalkan," marah Kardi selaku tim kepala senior


"owh seperti itu, kamu tau pak Adjie berapa ratus milyar kerugian perusahaan jika proyek ini gagal, kamu tau aku tak pernah mentolerir kesalahan sedikit pun," kata Jimmy yang mulai marah.


"maafkan kami tuan, tapi itu memang benar-benar bukan kesalahan kami," kata Adjie.


Vita melihat wajah dari semua tim yang bekerja di lantai itu, tapi tidak dengan seorang wanita yang terlihat tersenyum.


Vita langsung menghubungi Yuniar dan menanyakan tentang masalah dan meminta wanita itu datang ke perusahaan Jimmy.


Yuniar pun dengan senang hati akan datang, karena dua juga ingin melihat wanita yang kemarin begitu sombong di perusahaan mereka saat dia tak ada.


tak butuh waktu lama untuk yuniar sampai di perusahaan Jimmy, dia langsung di antar oleh Fredi.


Yuniar sampai di lantai khusu itu, Susi kaget melihat wanita yang kemarin dia hina karena berpenampilan buruk, dan lagi wanita itu mengatakan jika dia salah.


"tunjukkan mana wanita yang kemarin datang ke perusahaan dan mengatakan dengan sombong jika di kekasih dari pemilik perusahaan J.A industry," tanya yuniar marah.


"apa?" tanya Vita yang langsung berdiri.


Jimmy juga kaget, terlebih semua orang tau jika dia sudah menikah dengan Vita.


"kenapa kamu diam, kamu sudah di Sina, begitupun dengan perusahaan kita, atau kamu ingin nyonya Vita yang bertanya padamu," kata Yuniar dengan kesal.


"wanita memakai blazer pink itu, bahkan dia bilang jika sebentar lagi tuan Jimmy akan menceraikan istrinya karena di yang akan mengantikan nyonya," jawab pegawai Yuniar.


"pecat wanita itu atau perjanjian perusahaan ini batal, dan untuk mu tuan Jimmy jelaskan semuanya, kenapa dia bis bilang kamu kekasihnya dan ingin menceraikan ku," kata Vita yang melepaskan kaca mata dan masker yang dia pakai.


Susi pun terkejut pasalnya dia tak mengira jika kelakuannya yang suka mengakui sesuatu bisa mengakibatkan seperti ini.


"tolong jangan pecat saya, saya hanya bercanda dan untuk kesalahan kecil itu, say bisa menjelaskan," kata Susi panik.


"maaf aku tak butuh wanita seperti mu di tim ini, kamu dan Kardi, segera ke tim HRD untuk melaporkan pengunduran diri kalian, dan mengambil pesangon itu juga," kata Jimmy dingin.


"dan untuk mu Adjie, sekarang kamu jadi tim kepala proyek ini, dan aku ingin melihat hasilnya tanpa cacat," kata Jimmy.


"baik bos," jawab semua pegawai di lantai itu.


pasalnya mereka begitu senang mendengar ucapan dari Jimmy yang menunjuk Adjie yang memang lebih kompeten.

__ADS_1


"minta Vera dan Yoga ke ruangan ku, karen mereka harus bertanggung jawab atas orang pilihan mereka," kata Jimmy pada Juan.


"baik bos," jawab asistennya.


__ADS_2