
dokter Iwan kali ini ingin mengunjungi rumah Jimmy, tapi dia bingung mau buat alasan apa, karena tak mungkin tiba-tiba dia datang begitu saja.
Virnie sudah bersenang-senang dengan dokter Bram di sebuah homestay, pasalnya saat Virnie ingin pulang dokter Bram menariknya.
"kita mau apa,aku bosan," kata Kris yang sedang tidur di sofa menemani Tian dan Vita yang asik nonton drama kesukaan mereka.
"hei tuan cerewet, lebih baik ambilkan aku cemilan lagi, ini kuenya sudah mulai habis," kata Tian pada saudara kembarnya itu.
"huh dasar kalian suka sekali menyuruh,mbak kuenya ada dimana?" tanya Kris yang bangun dari sofa.
"ada di lemari atas kompor, disana sudah mbak masukkan ke toples," jawab Vita yang fokus menonton.
Kris mencari toples yang di maksud, ternyata itu adalah kue kesukaannya, yaitu kue lapis nanas, dan ada kue coklat.
"mbak kenapa gak bilang kalau buat kue ini, ini kue kesukaan ku," kata Kris menunjukkan toples itu.
"lah mbak mana tau, itu saja tuan yang nyuruh bikin tapi setelah itu mbak lupa, jadi mbak taruh di sana," jawab Vita.
"uh.. aku mau ikut nonton ah, minggir kasih tempat," kata Kris mengeset Tian.
"sempit Kris, kenapa aku jadi di tengah," protes gadis itu.
tapi Kris langsung mengganti channel TV menjadi film horor, dan parahnya itu adalah film the Conjuring.
benar saja tuan sudah ketakutan dan menekuk Vita, sedang Kris dan Vita menikmati film itu.
akhirnya hati semakin malam dan Tian sudah mengantuk, "kalian tidur atau besok kesiangan karena besok kalian sekolah."
"iya mbak, padahal besok cuma pengembalian rapot saja,ya gak papa lah," kata Kris yang berjalan naik bersama dengan Tian.
ternyata Virnie baru pulang, dan terlihat begitu lesu dan sedikit berantakan.
Vita melihat area bawah Virnie yang basah, dia pun tau apa yang habis di lakukan wanita itu.
"mama pulang, kalian masih bangun?" tanyanya dengan sedikit sempoyongan
"memang penting untuk mama, bersihin dulu kalau mau pulang, bikin jijik saja," kata Tian yang langsung naik ke atas.
"hei kamu ngomong apa tuan?" tanya Virnie bingung.
Kris melihat baju dan kaki dari mamanya, tanpa bicara dia pun pergi.
__ADS_1
"mereka kenapa, memang aku kotor?" bingung virnie.
"baju nyonya ada bekas darah dan itu Tian tak menyukainya," kata Vita menunjuk baju Virnie.
"oh ini, tadi tak sengaja aku sedikit ceroboh, kalau begitu aku baik dulu, oh ya kemana tuan?" tanya Virnie.
"Tian sedang minum bersama temannya, sepertinya ke club langganan mereka."
"owh... pasti mereka tak akan pulang lagi kali ini dasar keempat pria itu tak berubah sedikitpun," gumam Virnie yang langsung naik ke lantai atas.
ketiganya tidur dengan nyenyak di kamar masing-masing, sedang Vita membereskan rumah dan memilih naik ke roof top, dia harus melihat beberapa pesan.
sedang di sebuah club malam, kali ini Benny memanggil sepuluh wanita untuk menemani mereka berempat minum.
"kamu gila, kenapa malah begitu banyak wanita disini, kamu ini mau bikin pesta atau apa?" tanya Jimmy tak habis pikir
"ayolah bung,ini sudah biasa, kalian semua jangan ada yang berani menyentuh siapapun, sebelum mereka yang menyentuh kalian oke, kalau mau kalian main saja di sini," kata Benny.
Jimmy rasa kecenderungan Benny makin aneh, pasalnya pria itu terus menerus berhadil mendapatkan wanita muda yang masih segar entah dari mana.
"Jimmy lain kali bolehkah kit main ke rumah mu, kami tak pernah ke sana lagi, sudah cukup lama," kata Ferdi.
"tidak!! kamu mau mati," kata Jimmy.
"hey... tak usah berlebihan begitu, jika kamu mau pakai bagi-bagi lah, jangan kamu pakai sendiri," kat Ferdi yang sudah mabuk.
"dasar otak mesum, tak akan ku biarkan kamu menganggu dia, dia itu wanita baik jadi jangan melakukan hal yang gila," marah Jimmy.
"tau nih, kalian ini jangan keterlaluan oke," kata dokter Iwan.
"iya iya, ternyata Iwan sekarang sudah ketularan Jimmy menjadi baik," kata Benny meledek temannya itu.
akhirnya pukul dua belas malam Jimmy pulang, dan sudah melihat mobil Virnie, "dasar istri tak tau diri, kamu kemarin mohon-mohon untuk minta maaf, tapi sekarang sudah berselingkuh, tapi tak masalah aku juga bisa melakukannya," gumam Jimmy menyeringai.
dari roof top Vita memberikan sinyal dengan sebuah laser, Jimmy melihat ke atas dan melihat Vita sudah dengan pakaian seksi di atas sana.
dia pun langsung berlari menuju k lantai itu,dia pun pelan-pelan karena tak ingin menganggu semu yang sudah tidur.
setelah sampai roof top, ternyata Vita sedang tidur terlentang di meja yang kemarin dia beli.
bahkan wanita itu mengenakan baju yang begitu tipis, Jimmy mengunci pintu agar tak ada yang menganggu.
__ADS_1
bahkan dia juga mematikan telpon miliknya, Jimmy langsung menindih tubuh sintal wanita itu.
"ada apa tuan, kenapa anda bisa di sini?" tanya Vita tersenyum menggoda.
"aku menginginkan mu, jadi tolong buat aku bahagia malam ini," kata Jimmy.
Vita pun dengan senang hati melakukannya, akhirnya malam itu mereka melakukannya dengan senang.
angin malam pun tak di perdulikan lagi, mereka benar-benar menikmati suasana malam ini.
keesokan harinya, Vita sudah memasak seperti biasa, Kris dan Tian turun tak lama Virnie juga bergabung.
"Vita apa tuan susah pulang?" tanya Virnie.
"saya tak tau nyonya, tapi mobil tuan sudah ada di depan," jawab Vita.
"hais... kemana pria ini pergi, apa dia menghilang," kata virnie yang mencari Jimmy.
ternya dia sedang tidur di ruang kerjanya, setelah meliht itu virnie kembali turun.
"mama, kami minta uang saku, karena ayah sedang tidur tak baik menganggunya," kata keduanya.
"baiklah, ini untuk kamu dan Tian, apa kurang?" tanya Virnie yang memberikan uang lima ratus ribu.
"cukup kok," jawab Kris membagi uang sakunya.
"baiklah kalau begitu mama berangkat dulu ke kantor, dan kalian baik-baik di sekolah, dan Vita tolong jaga suamiku," kata virnie sebelum pergi.
"baik nyonya saya mengerti," jawab Vita.
akhirnya ketiganya berangkat, tak lupa Vita membuat bekal untuk kedua anak majikannya itu.
setelah semua pergi, Jimmy turun dan langsung memeluk Vita, "tuan jangan nakal, bagaimana jika mereka kembali lagi," kata Vita tersenyum malu.
"tidak mungkin, sekarang aku ingin menikmati sarapan indah ku ini," kata Jimmy.
Virnie pun langsung menuju ke sebuah tempat untuk membeli tiket liburan.
kebetulan dia ingin menyiapkan kejutan untuk liburan akhir semester untuk keluarganya.
dia juga ingin Jimmy makin produktif untuk menerbitkan lebih banyak buku.
__ADS_1