The Housemaid

The Housemaid
duka itu


__ADS_3

virnie tersenyum menang karena sudah berhasil menyewa orang untuk mencelakai Vita.


Vita dan semua anak buahnya sudah selesai melakukan rapat, bahkan pria itu mengajak mereka semua untuk makan bersama.


Jimmy mengatakan jika hari ini dia mungkin akan pulang terlambat, Vita juga bilang jika dia tak bisa pulang tepat waktu karena pekerja.


"apa ada yang penting nyonya?" tanya Kareem melihat Vita.


"tidak tuan, tidak ada hanya saja anak-anak di rumah sedang menunggu," jawab Vita.


"anak-anak, maaf sebelumnya jik aku mencari tau siapa anda, tapi anda seorang janda yang di tinggal mati anak dan suami, terus anak-anak?" tanya Kareem heran.


"ah itu, mereka adalah anak-anak dari kekasihku, mungkin tuan sudah melihat semuanya di tv, atau bahkan media online harusnya anda juga tau," jawab Vita.


"ah begitu rupanya, maaf aku tak bermaksud seharusnya aku tau segalanya," jawab Kareem dengan sedikit suara kecewa.


dengan gemas Yuniar mencubit pinggang dari vita, "kenapa kamu begitu menyebalkan, setidaknya jangan bahas mereka itu, bikin orang ilfil saja," bisik Yuniar.


"maaf deh," jawab Vita.


keluarga Jimmy pulang sore itu meninggalkan dua anak-anak di rumah sendirian.


Kris dan Tian bilang jika mereka akan baik-baik saja meski di tinggalkan di rumah hanya berdua.


saat Jefry dan kedua orang tuanya pulang, komplotan preman itu datang.


mereka pun terbilang nekat karena langsung menerobos masuk kedalam rumah.


"jangan bergerak!!" teriak para perampok itu.


Tian dan Kris pun kaget, Kris mencoba melawan, tapi tubuhnya tak sebanding dengan para pria itu.


sedang pimpinan perampok itu merasa tertarik dengan Tian yang di tangkap oleh anak buahnya.


"wah... wah... dua anak bau kencur begini di tinggal di rumah begitu saja," kata pria itu menarik Tian dengan kasar ke pelukannya.


"lepaskan aku!!" berontak Tian.


tapi pria itu menampar pipi Tian hingga pingsan, "kalian bereskan semua barang berharga di rumah ini, biar aku melakukan tugas ku, dan untuk pemuda itu buat dia beres," kata bos mereka.


pria itu mengendong Tian yang sudah tak sadarkan diri ke kamar di bawah itu.

__ADS_1


pria itu langsung melucuti pakaian gadis itu dan terpampang lah tubuh sintal yang sedang ranum-ranumnya.


"aku tak sabar ingin menikmati gadis ini," kata pria itu yang juga langsung melepaskan celananya.


dia pun langsung menikmati tubuh ton dengan sangat kasar, bahkan dia tak peduli gadis itu kesakitan atau tidak.


sebuah tamparan dan rasa sakit membangunkan Tian dari pingsannya.


dia pun berontak tapi tak bisa melawan pria itu, bahkan dia pun hanya bisa pasrah sekarang karena pelecehan ini.


sedang para pria yang lain sedang mencari barang yang bisa di cuti, bahkan semua barang berharga sudah di ambil begitupun dengan uang cash yang ada di rumah.


Kris sudah di ikat dan di tenggelamkan di bak mandi di kamar utama.


setelah mengajak semua harta benda Jimmy, mereka turun dan melihat bosa mereka bersenang-senang.


"bos boleh kami gabung," kata perampok itu


"tentu, kalian juga boleh karena aku sudah puas.." kata pria itu yang sudah puas.


mereka pun berebut dan bergiliran menyentuh Tian, bos perampok itu kembali naik dan melihat kondisi dari kris yang ternyata sudah tak berdaya di dalam bak mandi.


tapi saat pria itu ingin pergi, dia berhasil menangkap tangan pria itu tapi pria itu kesal dan langsung membenturkan kepala pemuda itu hingga tewas karena luka parah.


para anak buahnya sudah selesai menikmati gadis itu, terlihat Tian masih tak berdaya di kamar itu.


"hei gadis manis, jika ingin marah, katakan saja pada wanita bernama Virnie itu, karena dia yang menyuruh kami melakukan ini," kata pria itu.


mendengar itu Tian pun merasa begitu jijik pada hidupnya, terlebih semua keburukan ini terjadi karena ibu kandungnya sendiri.


bahkan gadis itu masih tak bergerak karena tubuhnya terasa begitu sakit dan berlumuran dengan sp***a para pria bajingan itu.


dia pun berlari ke dapur dan melihat obat serangga dan langsung meminumnya dan juga tak lupa mengiris pergelangan tangannya sendiri.


Jimmy pulang ke rumah karena dia memilih membawa pekerjaannya pulang.


terlebih dia tak bisa bergantung segalanya pada Vita karena wanita itu bukan istrinya.


dia pun membuka pagar rumah tanpa curiga apapun, tapi dia merasa heran karena rumah terasa begitu sepi dan semua lampu mati.


"Tian... Kris... kalian dimana, papa pulang!!" panggil Jimmy.

__ADS_1


tapi tak ada yang menyahut, tak lama Vita juga datang di antar Yulio dan dia juga bergegas masuk kedalam rumah.


saat Jimmy baru akan menyalakan lampu, Vita menyentuh punggung pria itu.


"tuan juga batu pulang," kata Vita.


"iya sayang, ini pasti anak-anak membuat kejutan ya," bisik Jimmy.


dia pun menyalakan lampu, saat rumah menjadi terang, Vita kaget melihat suasana rumah yang acak-acakan.


"ada apa ini?" kata Vita.


"Tian!! Kris!!" teriak Vita.


Jimmy pun kaget dan berusaha naik kelantai dia mencari anaknya, tapi Vita terkejut saat melihat ada darah mengenang di dapur.


Jimmy sudah di lantai dua, Vita perlahan mendekat dan melihat tubuh Tian sudah tergletak dengan begitu buruk.


dari mulut gadis itu muncul busa dan begitu banyak sayatan di tangan dan dari sela paha gadis itu juga mengalami pendarahan.


"Tian!!!" teriak Vita.


dia langsung mencoba mengecek gadis itu, tapi Vita sudah tak merasakan nafas dari Tian, tubuh gadis itu sudah pucat, dia buru-buru menelpon polisi dan ambulans.


tubuh Vita gemetar melihat semua ini, "tuan!!" teriak Vita yang kemudian pingsan karena tak melihat kondisi Tian begitu buruk.


Jimmy turun meski dia terguncang setelah menemukan putranya tak bernyawa di bak mandi.


Jimmy pun langsung lemas melihat kondisi Tian, bahkan Vita sudah tak sadarkan diri di samping putrinya.


Jimmy pun hanya bisa menangis, tak lama polisi dan ambulans datang dan membawa keduanya.


sedang Vita juga di larikan ke rumah sakit, dan polisi memeriksa rekaman CCTV.


semua pergerakan dari para rampok itu terekam dengan jelas, bahkan siksaan yang dilakukan pada Kris begitu kejam di lantai dua.


Jimmy pun menemani Vita di ruang UGD, sedang keluarganya yang baru sampai rumah kaget saat melihat berita di tv tentang perampokan sadis yang terjadi di rumah Jimmy.


mereka pun segera ke rumah sakit untuk melihat dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Vita bangun dan melihat Jimmy, "tuan, Tian, mana Tian!!" panik Vita yang nampak tak stabil.

__ADS_1


"mereka sudah di ruang jenazah Vita, mereka sudah pergi mendahului kita," kata Jimmy dengan sedih memeluk Vita.


__ADS_2