The Housemaid

The Housemaid
kesedihan


__ADS_3

Yulio berhasil mendapatkan pelayan yang sesuai dengan keinginan Vita, dan wanita itu sangat kompeten.


tak lupa Yulio juga memeriksa semua latar belakangnya, dan sepak terjang wanita berusia empat puluh tahun itu.


setelah yakin jika wanita itu tak memiliki jejak kriminal atau yang berbahaya atau mengancam rumah tangga Vita dan Jimmy, besok Yulio akan membawanya menghadap kepada Vita.


malam itu mereka makan dengan penuh kebahagiaan, tapi tiba-tiba penyakit Bu Elva kambuh.


mereka semua pun panik bukan main dan langsung membawa wanita itu ke rumah sakit.


"ya Tuhan tolong bantu istriku untuk kembali sehat," mohon tuan Syam.


Vita pun ikut berdoa, karena hanya itu yang bisa dia lakukan. akhirnya dokter keluar dan terlihat begitu lesu.


"bagaimana keadaan istri saya?" tanya tuan Syam.


"maaf tuan, penyakit nyonya sudah semakin parah, kami tak bisa melakukan apapun lagi," jawab dokter itu.


"apa maksudmu, dia hanya memiliki darah tinggi," jawab tuan Syam marah.


"tidak tuan, istri anda memiliki gagal jantung, dan kondisi jantungnya sudah sangat buruk, kami sudah berusaha sebaik mungkin, jadi kita hanya bisa menunggu keajaiban atau mungkin anda bisa mencarikan donor jantung," kata dokter itu.


"tidak, sayang!" kata tuan Syam


dia tak mengira jika senyum istrinya itu menyembunyikan penyakit yang begitu parah.


Vita pun tak percaya dengan apa yang dia dengar, mereka pun di izinkan masuk ke ruangan untuk menjengguknya.


terlihat tubuh wanita itu terbaring lemah, Vita pun memeluk Jimmy karena tak kuat melihat kondisi dari Bu Elva.


"mama kenapa bisa seperti ini, katanya mau menunggu cucu kita lahir, tapi kenapa kamu bisa terbaring di sini, dan kenapa kamu menyembunyikannya, segala rasa-rasa sakit itu dariku, padahal kita sudah berjanji hidup dan mati bersama,kamu ingin mengingkarinya," kata tuan Syam.


Jimmy menepuk pundak sang papa untuk menenangkan pria itu, sekarang yang terpenting adalah mencarikan donor jantung untuk Bu Elva.


Vita dan Jimmy langsung menyebar anak buah mereka masing-masing untuk segera mendapatkan donor jantung itu.


karena waktu dari Bu Elva sudah semakin singkat setiap harinya.


Yulio mengajak pembantu itu ke ru.sh yang akan di tempati oleh Vita dan Jimmy nantinya.


disana setidaknya akan ada tiga Housemaid yang bekerja, tapi mereka belum bisa pindah karena kondisi dari Bu Elva yang tiba-tiba memburuk.

__ADS_1


sudah seminggu ini mereka berusaha, bahkan Vita juga mulai kelelahan karena bolak-balik rumah dan rumah sakit.


terlebih semua proyek harus Vita yang mengawasi dari jauh, siang ini Vita mengantar makanan ke rumah sakit.


tak lupa baju ganti untuk suaminya dan mertuanya, "sayang kamu terlihat lelah, lebih baik istirahat dan biarkan Fredi atau Juan yang menghandle semua disini," kata Jimmy yang merasa kasihan pada istrinya itu.


"tidak apa-apa, aku sehat kok, oh ya aku harus ke perusahaan sebentar, mungkin nanti siang mas harus beli makan di luar, maaf ya," pamit Vita.


"iya tidak apa-apa, jika kamu tidak enak badan, biarkan Yuniar yang menggantikan mu, aku takut kamu kenapa-kenapa sayang," kata Jimmy.


"aduh mas, yakinlah jika istrimu ini pasti sehat kok, jadi tak perlu khawatir," jawab Vita meyakinkan suaminya.


akhirnya Jimmy percaya dan mengizinkan Vita, wanita itu sudah di jemput Yulio.


Vita langsung minum vitamin dari dokter dan juga makan apapun yang ada di mobil, "nyonya lebih baik istirahat,"


"tidak bisa, tuan Kareem tak boleh di kecewakan," jawab Vita.


mobil pun menuju ke perusahaan, Yuniar sudah menjemput rombongan dari tuan Kareem.


mereka langsung menuju ke ruang rapat VVIP di perusahaan, bahkan berbagai makanan tersedia di ruangan itu.


"apa nyonya Vita tidak datang, jika iya tak masalah, kita mulai saja rapatnya," kata tuan Kareem.


suara ketukan pintu terdengar, ternyata Vita datang dengan senyum cerah, Yuniar pun merasa lega.


Vita pun langsung memulai pekerjaan mereka, kali ini Kareem ingin membuat sebuah resort mewah di sebuah pulau yang sudah dia beli.


dan dia percaya dengan desain yang di buat oleh Vita, terlebih wanita itu memiliki selera yang tinggi.


"jadi tuan apa perlu kita buat bandara, atau helipad, atau pelabuhan kecil?" tanya Vita yang kini duduk di sebrang dari kursi tuan Kareem.


"sebuah helipad, karena aku ingin yang keluar masuk pulau itu hanya orang tertentu, dan sebuah pelabuhan bayangan, apa anda bisa?" tanya tuan Kareem.


"tentu tuan, aku akan mencoba untuk membuat apa yang anda inginkan, dan untuk desai dari resort apa perlu di perbaiki?" tanya Vita.


"tidak perlu, itu sudah sempurna, aku ingin jika di lihat dari atas, pulau itu tetap seperti hutan dan bukan sebuah hunian, jadi rancangan kamu sudah sempurna," jawab tuan Kareem.


"aku kira Anda akan suka dengan desai ala kerajaan atau rumah timur tengah dengan pelataran luas di tengah rumah untuk pesta," kata Vira.


"tidak, aku menyukai rumah kaca yang bisa menyatu dengan alam, dan untuk hunian aku suka yang sederhana," jawab pria itu.

__ADS_1


Vita pun mengerti, itulah kenapa kaca yang akan di gunakan adalah kaca anti peluru dan hewan buas, terlebih pria itu memiliki beberapa peliharaan hewan buas yang akan di lepas di hutan itu.


akhirnya rapat selesai, Yuniar juga melaporkan semua pemotretan dan kemajuan dari syuting film yang di adaptasi dari novel Jimmy.


Vita merasa beruntung karena tak ada yang terkendala, tak hanya itu mereka juga seperti dapat bantuan dari Tuhan.


tak lupa Vita menyuruh membagikan bonus dan beberapa uang pada panti asuhan dan panti jompo.


tuan Kareem yang tau kegiatan Vita kali ini ingin mengikutinya, "bolehkah saya ikut, karena saya suka bertemu dengan para orang tua, mereka seperti memberikan pelajaran berharga pada hidup kita," kata tuan kareem.


"baiklah tuan, kami akan di pecah jadi dua tim, Yuniar kali ini ke panti asuhan, sedang saya ke panti jompo, jadi anda bebas mengikuti yang mana," kata Vita menerangkan.


"Ali dan Ahmed, kamu ikuti Miss Yuniar dan asistennya, sedang aku dan Harun akan ikut nyonya Vita ke panti jompo, kamu mengerti," perintah pria itu.


"baik tuan kami mengerti," Jawab Ali.


mereka pun terpecah jadi dua tim, rombongan Vita menuju ke panti jompo tempat tuan Zein di rawat.


entahlah kali ini Vita ingin sekali melihat ayahnya itu, entah dia di terima atau tidak, tapi Vita hanya ingin melihatnya dari jauh.


mobil mereka sampai di sebuah panti jompo yang lumayan jauh dan telihat begitu asri.


ternyata para manula sedang berolahraga pagi, Yulia mempersilahkan tuan Kareem mengikutinya ke kantor pimpinan panti.


sedang Yulio menemani Vita yang mencari sosok ayahnya, tapi dalam barisan para manula itu.


Vita tak dapat menemukan ayahnya, pasalnya tuan Zein selalu sehat, bahkan di usianya yang ke enam puluh tahun pun pria itu masih terlihat bugar.


"nyonya pelan-pelan, anda bisa jatuh dan terluka," kata Yulio yang menahan tubuh Vita yang hampir tersungkur.


"terima kasih, aku hanya ingin bertemu ayah ku, meski dari jauh," kata Vita yang menangis.


"maaf nyonya, apa anda tau dimana tuan Zein Japar," tanya Yulio pada seorang wanita.


"dia sedang di kamarnya, katanya tadi dia sedang merindukan putrinya, jadi dia tak ingin keluar dan memilih duduk diam di kamarnya," jawab wanita itu.


"maaf Oma, kalau boleh tau kamarnya dimana?" tanya Vita yang antusias.


"di ujung, ah itu dia, Zein ada yang mencari mu!" panggil wanita itu sedikit berteriak.


Vita menoleh dan melihat wajah tuan Zein, seketika air matanya jatuh tapi bibirnya tersenyum, "ayah..." panggil Vita yang kemudian pingsan.

__ADS_1


"nyonya!!" kaget Yulio yang menangkap tubuh Vita yang sangat lemah.


__ADS_2