
"mantan istri ku yang sedang di penjara melakukan bunuh diri, dan besok aku akan melihatnya dan membantunya untuk melakukan pemakaman, bagaimana pun dia sudah menemani selama ini," kata tuan Zein.
"apa tuan tidak ingin memberitahu tuan Jimmy dan nyonya Vita?" tanya Riana.
"tidak perlu karena mereka tak perlu tau, terlebih dia terlalu banyak membuat mereka terluka," jawab tuan Zein.
Jimmy sudah tau karena dua juga dapat kabar, Vita melihat perubahan raut wajah dari suaminya itu.
"ada apa sayang?" tanya Vita.
"tidak ada, ini hanya ada berita dari penjara, jika Bu Sekar bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke dinding hingga mati," jawab Jimmy.
"pasti ayah sedih, dan besok kita datang ke pemakamannya ya?" kata Vita.
"ya dan tadi orang lapas bilang juga ayah sudah mengurusnya untuk besok, dan mereka akan mengatakan akan di makamkan di mana besok," tambah Jimmy.
Vita mengangguk, bagaimana pun wanita itu pernah menemani tuan Zein ayahnya.
mereka pun beristirahat, dan keesokan harinya tin Zein sudah siapa dengan jas hitam miliknya.
begitupun dengan Riana yang ingin menemani tuan Zein agar tak terlalu sedih sendirian, karena pria itu pasti butuh teman saat ini.
mereka menuju ke rumah sakit dan membayar semua biaya, tak hany itu di juga membeli sebuah pemakaman umum untuk Sekar agar bisa di makamkan.
tak terduga, saat pemakaman, Vita dan Jimmy datang, tuan Zein langsung memeluk putrinya itu.
"aku tak mengira jika Tante Sekar bisa bunuh diri seperti ini," kata Vita.
"kita tak tau isi hati seseorang sayang, jadi jangan heran dan lagi mungkin rasa bersalahnya yang membuatnya mengakhiri semuanya," Jawab Jimmy dengan datar.
pemakaman pun selesai,setelah tabur bunga dan doa, mereka pun pergi dari tempat pemakaman itu.
Jimmy dan Vita menuju ke rumah sakit untuk memeriksa kondisinya yang sudah hamil tujuh bulan.
sedang tuan Zein msih duduk di sebuah kursi yang berada di samping tempat parkir.
Riana datang membawa bekal yang tadi sengaja dia buat untuk tuannya itu.
"tuan ayo makan dulu, tadi tuan belum sempat isi perut, terlebih semalam habis mabuk juga, tolong sayangi kesehatan anda ya," kata Riana.
"terima kasih ya Riana, kamu memang baik, nanti mu ikut aku ke rumah sakit untuk menjengguk putri dari Sekar? bagaimana pun dia juga pernah jadi putriku," kata tuan Zein.
__ADS_1
"tentu tuan, kemanapun anda pergi, aku ingin mengikuti anda," jawab Riana dengan hangat.
mereka pun sarapan berdua, bahkan roti goreng isi daging yang sangat enak.
tuan Zein tak mengira jika pelayan yang di Carikan oleh putrinya itu sangat pengertian dan baik.
setelah sarapan mereka akan pergi, tapi sepatu hak Riana malah menancap di tanah.
dan membuat wanita itu hampir jatuh, beruntung tuan Zein menangkapnya.
bahkan dia bisa merasakan gumpalan daging yang kenyal yang menempel padanya, bahkan terasa begitu lembut terasa.
"terima kasih tuan, maaf sepatuku memang selalu seperti ini saat di pakai di tanah," jawab Riana.
"tak masalah," jawab tuan Zein.
mereka pun menuju ke rumah sakit jiwa, mereka pun di antar ke tempat virnie.
tuan Zein tak bisa mendekat karena virnie bisa menyerang seseorang, tapi Riana merasa ada yang aneh karena baju yang di gunakan virnie begitu besar.
tapi dia tak bisa mempertanyakan itu, setelah melihat wanita itu mereka pun pulang.
tuan Zein hanya memastikan jika Virnie baik-baik saja, sedang di rumah sakit mewah.
terlebih bobot bayi juga sudah sangat besar, dan dokter meminta Vita tak makan beberapa jenis makanan agar bisa melahirkan secara normal.
"melahirkan sesar saja ya sayang, aku tak tega jika harus melihatmu kesakitan," kata Jimmy memohon.
"gak mau sayang, aku ingin melahirkan secara normal selama bisa, aku baik-baik saja kok, jadi tak perlu khawatir ya sayang, benar kan dokter?"
"itu benar tuan, melahirkan secara normal dan tak mungkin membuat istri Anda Kenapa-kenapa selama nyonya olahraga dan makan makanan sehat, saya yakin Semuanya pasti bisa normal," jawab dokter.
"baiklah, aku ikut saja," jawab Jimmy pasrah.
"oh ya kalau normal, setidaknya untuk hamil lagi tak harus menunggu dua tahun," kata Vita tersenyum.
"benarkah, tapi satu saja cukup, aku tak mau kamu terluka nanti," jawab Jimmy.
tapi Vita tersenyum saja, dan sekarang mereka pun pulang setelah melakukan pemeriksaan rutin.
saat dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Vita mengatakan hal yang mengejutkan suaminya.
__ADS_1
"sayang mau makan bakmi langganan ku," kata Vita memohon.
"aduh sayang, itu di pinggiran kota loh, dan tadi dokter mengatakan jika kamu tak bisa makan yang sembarangan loh sayangnya," kata Jimmy khawatir.
"tidak apa-apa, aku ingin memakannya, please...." mohon Vita
"baiklah untuk sekarang boleh tapi ini yang terakhir ya," kata Jimmy.
Vita pun mengangguk, mereka pun sampai di tempat bakmi langganan dari Vita.
tapi ternyata sangat ramai dan antri, beruntung karena mereka langganan, dan pelayanan yang sangat cepat.
mereka tak butuh menunggu lama, mereka memilih makan di tempat.
Vita begitu senang meski Jimmy memesan mie hanya separuh tapi isi full daging.
setelah puas makan, Vita malah melihat penjual rujak buah, dia pun langsung membeli dan membawanya baik ke mobil.
pasalnya dia tak keberatan membeli anggap saja membantu penjual kecil.
di dalam mobil Jimmy dan Vita malah berebut hingga rujak itu habis tak bersisa.
setelah puas makan mereka pun pulang, mereka juga tak terburu-buru untuk membeli perlengkapan bayi, karena itu tugas bu Elva.
wanita itu terlalu bahagia hingga membeli berbagai macam peralatan bayi dengan harga fantastis.
saat di larang wanita itu malah ngambek, jadilah mereka membiarkan saja, terlebih untuk kebahagiaan wanita itu.
sesampainya di rumah ternyata tuan Zein belum pulang, "kamu melihat apa sayang?"
"ayah belum pulang?" lirih Vita.
"sudah tenang saja ayah sudah besar, lagi pula dia pergi bersama pelayannya jadi tak perlu khawatir berlebihan seperti ini," jawab Jimmy.
"ya mas benar," kata Vita.
mereka pun masuk kedalam rumah, Vita meminta Bu Kim untuk membuatkan dia jus tapi tanpa gula.
sedang Jimmy langsung menuju ke lantai atas bersama dengan Vita, Bu Kim menyuruh Nat untuk naik mengantar makanan ke ruang kerja Vita dan Jimmy.
Nat menjalankan semuanya dengan lancar, terlebih dia tau di larang melirik Jimmy sedikitpun, jika tak ingin di keluarkan dari pekerjaan ini.
__ADS_1
Vita terlihat beberapa kali mengusap perut buncitnya, dia sudah mulai sedikit kesulitan untuk bergerak karena perutnya yang membesar.