The Housemaid

The Housemaid
kamu yang menyebalkan


__ADS_3

Jimmy pun sampai di basemen, setelah memarkirkan mobilnya Jimmy langsung naik ke lantai paling atas.


tapi dia kaget saat melihat ada pasangan yang begitu muda baru masuk kedalam lift.


mereka berdua sempat tersenyum menyapa Jimmy, "sayang... bagaimana jika aku hamil, kamu tak akan pernah menikahiku bukan," tanya sang wanita.


"aku akan menikahi mu, tapi sabarlah sayang tunggu sebentar lagi, aku harus membuat wanita tua itu yakin memindahkan Semua kekayaannya padaku jadi tenang oke," jawab pria itu.


wanita itu pun mengangguk saja, Jimmy pun hanya tak mengira melihat pasangan selingkuh.


terlebih gadis itu masih memakai seragam SMA, setelah keduanya turun Jimmy menghela nafas.


"dasar pasangan gila," gumamnya.


akhirnya dia sampai di lantai khusus miliknya, dia langsung masuk kedalam penthouse.


"sayang aku pulang," panggil Vita.


Vita keluar dengan gaun pendek, meski tak mencetak bentuk tubuhnya.


tapi baju yang dia gunakan begitu menggoda terlebih potongan dada rendah yang menggoda.


"selamat datang sayangku," kata Vita yang langsung mengecup bibir Jimmy.


"kamu menggodaku honey," kata Jimmy memegang janggut dari Vita sambil tersenyum menggoda.


"itu hanya perasaan mu," kata Vita yang merasakan ada sesuatu yang sudah tegak berdiri.


"mandi dulu sayang," kata Vita yang pergi ke arah dapur.


tapi tak sengaja Jimmy melihat gaun tipis itu berkibar saat wanita itu berjalan.


melihat spa yang ada di balik gaun itu pun Jimmy tak tahan lagi dan langsung menarik Vita ke sofa dan mulai menikmati waktu mereka.


Vita sudah di buat tak berdaya oleh Jimmy, bahkan pria itu seperti tak ada lelahnya.


bahkan baju mereka sudah berserakan di lantai mereka melakukannya di berbagai tempat dengan berbagai gaya.


pergulatan mereka di akhiri dengan mandi bersama, Vita keluar terlebih dahulu untuk menyiapkan makan malam.

__ADS_1


Vita mengikat rambutnya yang baru setengah kering asal-asalan, Jimmy turun dengan baju santainya.


"makan yuk sayang," panggil Vita


"iya sayang, kamu terlihat begitu cantik dengan mengikat rambut mu seperti itu, membuatku tak tahan," kata Jimmy.


"hentikan ucapan melantur mu pria tua, kamu membuatku malu," kata Vita mengecup pipi dari Jimmy


Jimmy hanya tertawa saja, keduanya pun makan bersama dengan terus bercanda.


keduanya duduk berdua setelah makan, dan menikmati malam di balkon yang memiliki pemandangan kota malam yang begitu indah.


keduanya berduri sambil berpelukan dengan hangat, "sayang kapan menikahi aku, aku tak mau jika seandainya aku hamil terus anak ku lahir di luar nikah," kata Vita dengan sedih.


"mau kapan, besok menikah sayang, aku bisa melakukannya, kapan pun kamu siap," kata Jimmy.


"jangan membohongi ku tuan yang menyebalkan," kesal Vita tertawa.


"aku tidak bohong, kapan pun kamu siap dan mau, aku pasti akan menikahi mu," jawab Jimmy.


mereka pun berciuman dengan sangat mesra, dan saling mencintai bahkan seakan tak ada yang bisa memisahkan mereka lagi.


"tidurlah... anak ku yang tampan, jangan bersedih lagi karena mama disini, mama akan menjaga kalian dari penyihir jahat itu," kata Virnie yang langsung menangis sedih.


wanita itu terus berubah-ubah emosinya, meski begitu karena wajah cantiknya dan juga tubuhnya yang indah.


beberapa perawat pria sering diam-diam melecehkan wanita itu, terlebih Virnie seakan tak peduli saat tubuhnya di sentuh para pria nakal itu.


malam itu Jimmy tidur sambil memeluk Vita yang sudah terlelap, tiba-tiba ponselnya berdering dan pria itu segera mengangkatnya.


"halo ada apa? kalian ganggu orang istirahat saja," gumam Jimmy menjawab telpon dari Ferdi.


"gaya mu Jimmy, ini anak-anak menunggu mu ditempat biasa," kata pria itu.


"besok saja kalian datang ke tempatku, sekalian untuk melihat rumah batu, aku sudah terlalu lelah untuk keluar, terlebih aku tak bisa menahan kantukku," jawab Jimmy.


"iya iya yang sekarang punya kekasih, dan Hannan bilang dia sedang berada di pelukanmu karena kelelahan setelah bercinta?" ledek Benny.


"memang salah, kami sudah sama-sama sudah dewasa, dan ingat di larang melirik kekasihku," kata Jimmy memberikan ultimatumnya

__ADS_1


"baiklah besok pagi kami kesana, dan ingat siapkan semua yang spesial oke," kata Ferdi


"baiklah, aku tutup dulu telponnya," jawab Jimmy.


Ferdi dan Benny tertawa, tapi tidak dengan dokter Iwan yang nampak sedih karena dia kalah dari Jimmy.


"sudah Iwan hai usah sedih gitu, kamu kalah karena mereka lebih sering bersama, dan lagi kamu juga tau jika Jimmy sulit dekat dengan wanita, tapi sekali cinta, pria itu akan gila dan posesif," terang Ferdi.


"aku juga akan melakukan hal yang sama jika memiliki istri seperti wanita seperti Vita itu, dia itu terlalu sempurna sebagai wanita seakan tak mungkin ada wanita yang sehebat dan sesempurna itu, beruntung Jimmy mendapatkan wanita itu," kata Benny.


"sudah tak usah membahas mereka, sekarang tolong keluarkan semua gadis milikmu, dan aku akan membeli gadis yang masih bersegel jika kamu memilikinya," kata iwan.


"tentu saja aku memilikinya, dan khusus untukmu dia itu adalah gadis batu yang baru sampai tadi sore dari kampung, meski bodinya tak sebagus yang lain, tapi aku yakin dia itu sangat polos," jawab Benny tersenyum menang.


tak butuh waktu lama, rombongan gadis yang terlihat begitu biasa datang, Ferdi dan Iwan hanya bisa geleng-geleng melihat deretan gadis itu.


"aku membawanya pulang, dan uangnya akan aku transfer, oh ya besok tak usah menungguku karena aku tak akan datang karena aku ingin menikmati waktuku," jawab Iwan.


"oke terserah kamu saja tuan dokter patah hati," jawab Benny dan Ferdi yang kemudian tertawa.


Iwan menarik Wanita itu untuk mengikutinya, dia tak melepaskan wanita itu sedikitpun.


sesampainya di rumah miliknya, Iwan pun menarik wanita itu untuk masuk kedalam.


rumah mewah dan cukup banyak pelayan di sana, "mandikan dia dan setelah itu bawa ke kamar ku," perintah Iwan.


"baik tuan," jawab para pelayan.


tak ada yang tau siapa Iwan sebenarnya, pria yang di kenal sebagai dokter itu juga merahasiakan identitas dirinya.


dia adalah konglomerat yang selalu bersikap sederhana, gadis itu sudah mandi dan bersih.


dia di bawa ke sebuah kamar dengan hanya mengenakan lingerie seksi yang begitu tipis.


gadis itu masih terlihat kikuk dan ketakutan, tapi Iwan tak mengira jika di balik kaos oblong dan celana kulot yang di kenakan gadis itu.


ternyata menyimpan tubuh indah nan sintal itu, bahkan gunung kembar itu begitu menantang untuk di permainkan.


"kenapa kamu diam, tentu aku membeli tidak jadi patung, cepat lakukan tugas mu," perintah Iwan

__ADS_1


__ADS_2