The Housemaid

The Housemaid
rencana selanjutnya


__ADS_3

pesta berakhir, semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing, Jimmy bahkan sudah pulang duluan tadi.


orang tuanya sudah ada di rumah, "kalian batu datang, mau di buatkan sesuatu?" tanya Jimmy


"kok papa, mbak Vita mana?" tanya Tian yang memeluk papanya itu.


"dia sedang ada urusan di apartemen miliknya, terlebih pria bernama Jhon tadi harus membahas beberapa kerja sama mereka," jawab Jimmy.


"apa dia tak akan kembali kesini, kami pasti akan merindukannya," kata Kris yang terlihat sedih.


"dia bilang akan pulang saat semua urusannya selesai, sudah kalian ganti baju dulu, papa dan mama juga, biar aku buatkan cemilan untuk kalian," kata Jimmy.


"memang kamu bisa masak?" tanya Bu Elva.


"tidak, tapi Vita sudah menyiapkan berbagai macam cemilan yang tinggal mematangkan saja, selesai bukan," jawab Jimmy.


Jimmy memasak risoles yang ada di freezer, dan tak lupa membuat minuman hangat untuk Semuanya.


tuan Syam dan Jefry sudah datang ke ruang tengah terlebih dahulu, Jimmy pun membawa minuman dan cemilan itu.


"wah... bertahun-tahun menyamar, kamu pantas memakai apron Jimmy,"ledek Jefry.


"sudah tutup mulutmu dan makan saja," kesal pria itu.


tak lama Bu Elva, Tian dan Kris juga bergabung, mereka pun menonton film.


"jadi apa rencana mu selanjutnya, setahu papa keluarga itu tak akan mudah menyerah, terlebih setelah tau kamu seorang pengusaha sukses," tanya tuan Syam.


"aku juga tak mengerti pa, virnie terlalu sulit di singkirkan," jawab Jimmy.

__ADS_1


tapi tontonan mereka tiba-tiba terpotong oleh sebuah siaran langsung, ternyata itu adalah Vita dan Jhon.


mereka melakukan konferensi pers mendadak, "apa yang mereka berdua lakukan," kata Jimmy.


Vita sedang duduk dengan baju formal di depan semua orang, "selamat malam semuanya, kalian pasti heran kenapa saya mengadakan konferensi pers ini secara mendadak," kata Vita.


"sebenarnya saya ingin menjelaskan semua Kabar simpang siur yang beredar di internet mengenai saya dan Jhon, dan masa lalu saya,"kata Vita.


"biarkan saya yang menjawab, jika kami adalah murni sebagai sahabat dan teman bisnis secara profesional, kami tak memiliki hubungan yang seperti di beritakan, kami masing-masing memiliki pasangan yang harus kami jaga perasaannya, jadi tolong jangan membesar-besarkan hubungan kami," kata Jhon yang langsung mendapatkan pertanyaan wartawan.


"lalu bagaimana dengan masa lalu bos besar seperti anda, apa benar anda mantan pegawai di klub malam yang memiliki reputasi sebagai prostitusi terselubung," tanya seorang reporter.


"itu hanya sebuah bar seperti biasa, dan yang menjalankan prostitusi itu adalah para pemandu lagu secara ilegal dan itu tak terkoneksi oleh bar, jadi tempat kerjaku dulu murni bar," jawab Vita.


"apa benar anda merebut tuan Jimmy dari istrinya?" tanya seorang reporter lain.


semua wartawan pun kaget pasalnya itu semua bukti tentang perselingkuhan yang di lakukan virnie dengan suami Vita yang sudah lama mati.


semua pun mengerti kenapa Jimmy meninggalkan virnie dan memilih Vita, akhirnya acara konferensi pers itu berakhir.


"tunggu dulu nyonya, bukankah Anda juga putri dari tuan Zein, apa yang terjadi?" tanya reporter senior.


"sepertinya anda begitu mengenalku ya reporter anggun, bukankah Anda juga tau apa yang terjadi pada ibuku dan aku yang masih berusia lima tahun, apa perlu aku menjelaskan dan membongkar bagaimana busuknya pria itu memperlakukan ku dan ibuku," kata Vita dengan senyumnya.


"maaf... ini sudah melenceng, ayo Vita kita pergi," ajak Jhon.


mereka pun langsung meninggalkan tempat itu, reporter anggun pun terdiam, pasalnya dia memang tau segalanya.


tapi saat ibu dari Vita meminta tolong, dia menolak dan membuat wanita itu frustasi, padahal dia adalah orang yang begitu di bantu oleh ibu dari Vita.

__ADS_1


Vita mensngis dan menghancurkan semua barang di apartemennya, Jhon dan Yuniar meninggalkan wanita itu agar puas melampiaskan kemarahannya.


Jimmy langsung mengambil jaket dan bergegas pergi, "kamu mau kemana Jimmy," tanya Bu Elva.


"maaf aku akan membantunya, titip anak-anak ma," kata pria itu pergi dengan mobilnya.


"wah... ternyata papa sudah secinta itu, jangan jangan papa..." lirih Tian.


"tidak,papa kalian hanya nyaman saat mama kalian begitu sibuk, dia merasa di perhatikan, jadi saat dia tau jika nama selingkuh, mbak Vita adalah orang pertama yang jadi tempat curhat," terang Bu Elva.


"baiklah," jawab Tian.


"sudah, lebih baik kalian fokus nonton, biarkan papa kalian yang melakukan pekerjaannya," jawab tuan Syam.


"iya opa," jawab kedua cucunya.


Jimmy sudah sampai di apartemen milik Vita, Yuniar dan Jhon sedang duduk di luar.


"kenapa kalian di luar?" tanya Jimmy heran melihat mereka.


"lebih baik di luar, daripada di dalam kena pukul atau lempar barang dari wanita itu," kata Jhon yang sedang minum.


Jimmy pun tetap masuk karena dia ingin melihat Vita, benar saja baru juga membuka pintu kamar.


sebuah vas melayang hampir mengenai dirinya, tapi Jimmy tak gentar.


dia pun menghampiri Vita dan menarik wanita itu ke pelukannya, "tenang sayang,", bisiknya.


Vita pun hanya menangis meraung-raung saja, pasalnya hatinya saat ini sedih, marah, kesal semua pun marah jadi satu.

__ADS_1


__ADS_2