
"yah!!!" teriak Vita saat berhasil minum minuman itu.
"sayang kamu baik?" tanya Jimmy khawatir.
"iya sayang, aku baik, rasanya mantap sekali!!" teriak Vita.
Yuniar kaget pasalnya Vita itu memiliki kemampuan untuk minum cukup baik tapi dia sudah mulai sedikit mabuk.
"ah... sepertinya aku mulai menyesal," kata Yuniar lirih.
"aku yang memutar botol," kata Vita yang memutar botol.
kini ternyata Benny yang dapat tunjuk dan pro itu juga minum dalam satu tegukan.
dan rasanya kepalanya langsung pusing, "gila rasanya kuat banget," kata Benny terkejut.
akhirnya permainan berjalan dengan baik, semau dapat giliran, tapi perlahan satu persatu tumbang dengan giliran.
tinggal Jimmy, Vita, Iwan dan Benny yang bertahan,sedang yang lain sudah tumbang.
tak lama Benny tumbang juga langsung tidur, Jimmy pun harus minum satu gelas dan itu sudah membuatnya tumbang juga.
"tinggal kita berdua hiks..." kata Iwan pada Vita.
"memangnya kamu ingin apa?" tanya Vita yang juga sudah terpengaruh oleh minuman keras.
"aku ingin mengajak mu menikmati waktu berdua dengan olahraga panas," jawab Iwan.
"kamu gila, aku tak mungkin main dengan mu, karena aku tak mencintaimu," kata Vita yang masih berpikir rasional.
"dasar mudahan, kmu saja mau tidur dengan suami orang berani bicara seperti itu, kmu tak tau malu asal kau tau?" kata Iwan yang mengutarakan isi hatinya.
"menang kalau iya kenapa, toh yang pertama tak setia bukan Jimmy, tapi wanita itu,kamu hany tak suka karena aku memilih Jimmy bukan kamu kan, kamu tau aku tak suka lelaki seperti mu karena kamu terlalu baik untuk ku, ha-ha-ha," tawa Vita.
"aku tak peduli, aku Inging melakukannya dengan mu," kata Iwan ingin menarik tubuh Vita.
tapi wanita itu menendangnya hingga Iwan terjatuh dan tak sadarkan diri.
sedang Vita menuju ke kamarnya di lantai dua dan langsung menguncinya agar aman.
dia memilih mandi dan memuntahkan semu isi perutnya,setelah sedikit sadar dia pun turun dan mulai membuat air lemon.
setelah sadar dia memilih memasak cemilan asin dan gurih, dia menghangatkan bakso yang kemarin dia beli.
__ADS_1
tak butuh waktu lama para wanita satu persatu bangun dan mulai mandi di kamar tamu.
setelah itu mereka berkumpul di meja dan menikmati bakso itu bersama.
mereka pun sudah sadar dan merasa jika lima pria itu tak berguna.
"lihatlah... para pria itu tak berdaya bahkan merasa jas mereka tak berguna sama sekali," kata Yulia.
"ya begitulah para lelaki itu, tak berguna, mau buat sesuatu? kebetulan di kulkas ku masih penuh," jawab Vita.
"sepertinya kita buat iga bakar enak sepertinya, tapi yang pedas mematikan," kata Yuniar.
"setuju sekali, biar aku bantu," jawab Yulia.
mereka bertiga pun memasak,bahkan aroma cabai itu bisa membangunkan toga pria yaitu Ferdi, Yulio dan Jimmy.
mereka juga memilih mandi dan kemudian bergabung dengan ketiga wanita itu.
"kalian mau bunuh orang dengan buat sambel cabe gitu," tanya Ferdi.
"kalau mau mati ya silahkan coba, sedang aku memilih tidak," kata Jimmy yang menikmati es krim miliknya.
"dasar pengecut," ledek Ferdi
bebar saja, baru juga memasukkan daging itu dengan sambal ke mulutnya.
Ferdi langsung kepedasan bahkan wajahnya sampai merah menahan rasa pedas itu.
tak hanya itu, dia juga langsung menangis, sedang Yulio nampak santai meski terlihat kepedesan tapi pria itu masih bisa menikmatinya.
Jimmy juga mencicipi masakan itu tapi tak mengunakan sambal, dan sebenarnya rasa iga bakar itu enak.
saat mereka sedang merasakan makanan yang bisa membunuh manusia itu.
tiba-tiba perut Vita merasa begitu panas dan sakit, dia pun terduduk sambil mengerang kesakitan.
"Argh..... sayang perutku!!" kata Vita yang kemudian langsung pingsan.
melihat itu Jimmy panik dan langsung mengendong Vita dan membawanya keluar untuk melarikan wanita itu ke rumah sakit.
beruntung kawasan itu dekat dengan rumah sakit meski rumah sakit khusus ibu dan anak.
Vita di bawa ke UGD, dan ternyata wanita itu hampir keguguran, beruntung dokter masih bisa menyelamatkan kandungan Vita.
__ADS_1
"maaf siapa suaminya?" tanya dokter yang menghampiri mereka semua.
"saya dokter," jawab Jimmy.
"apa dia baru saja minum minuman beralkohol? kalau iya seberapa banyak?" tanya dokter pada mereka bertiga.
Ferdi, Yuniar dan Jimmy saking pandang, "sepertinya sekitar tiga botol atau bisa lebih, terlebih saya mabuk duluan," jawab Jimmy.
"ya Tuhan, ini masih siang dan kalian mabuk-mabukan, dan kalian tau jika minuman keras tak baik untuk ibu hamil, kenapa membiarkan wanita itu minum sebanyak itu?" tanya dokter.
"apa dia hamil!!" kaget ketiganya bersamaan.
"memang tak ada yang tau?" tanya dokter heran.
Yuniar dan Ferdi melihat Jimmy, "aku tak tau dokter karena dia tak mengatakan apapun, tapi dua bulan ini kami sering melakukannya," jawab Jimmy malu.
"dasar anda ini, padahal di lihat dari usia anda sangat matang, tapi semua masih dalam lindungan Tuhan, hingga janinnya masih kuat bertahan meski terkena minuman sebanyak itu, dan lain kali tolong jaga kesehatan istri anda," kata dokter.
"baik dokter," jawab Jimmy.
mereka pun di perbolehkan melihat Vita yang sudah terlihat lebih baik, ternyata dokter memompa keluar semua isi perut dari Vita.
dan memberikan obat penguat kandungan, dan wanita itu harus menginap sampai kondisinya di nyatakan benar-benar pulih.
Jimmy pun memilih untuk memindahkan Vita di ruang VIP, dan meminta Yuniar pulang untuk memastikan jika semua pria itu pulang.
Jimmy juga memberikan kabar pada keluarganya tentang berita bahagia ini.
Bu Elva dan tuan Syam yang mendengar itu langsung bergegas ke kota, terlebih Jimmy mengatakan jika Vita hampir keguguran.
mereka panik dan tak mau kehilangan cucu kandung mereka lagi, terlebih setelah tau kematian Leon yang begitu tragis.
sesampainya di rumah sakit, Jimmy langsung di pukuli oleh Bu Elva dengan tas yang di bawanya.
dia kesal karena Jimmy yang sudah tua tak bisa menjaga Vita yang sedang hamil anaknya.
bahkan wanita itu sampai terlihat begitu pucat, "sekarang dia ikut kami pulang, janu tinggal di kota sendiri," kesal Bu Elva
"ya jangan dong ma, aku bisa gila kalau jauh dari dia, lusa kami menikah masak iya mama tega memisahkan aku dan dia," kata Jimmy memohon.
"kalau begitu biarkan kami yang tinggal di rumah mu, jika tidak maka tak ada harapan lagi," jawab tuan Syam
"baiklah papa, kalian bisa tinggal dan biarkan Jefry di rumah bisa membuatnya menjadi Harem," kata Jimmy tak habis pikir
__ADS_1
"biarkan saja, dia sudah besar dan bisa memilih jalan hidupnya," jawab Bu Elva.