
Vita dan Jimmy merokok berdua setelah selesai, bahkan mereka melihat virnie yang masih tertidur begitu lelap di sofa.
"tuan kamu tau, tadi putrimu menyaksikan istri cantik mu itu berselingkuh dengan pria di rumah ini," kata Vita dengan gampang.
"apa, siapa? berarti dia datang ke pesta ini?" tanya Jimmy.
"ya, dan istri cantik mu itu yang mengundangnya, tentu kamu tau bukan siapa dia?" kata Vita tersenyum ke arah Jimmy.
"ah ya... kenapa aku bodoh sekali, selain Miss Yuniar, tadi Bram sempat menghilang cukup lama, berarti pria busuk itu, dan brengseknya kenapa harus di rumah ini," kata Jimmy kesal karenanya.
"hei ekspresi apa itu, kenapa kamu begitu biasa saja, bukankah kamu marah besar kemarin?" tanya Vita yang tak terima reaksi Jimmy.
"terus aku harus bagaimana, aku harus menangis seperti bocah yang kehilangan mainan, maaf aku tak sebodoh itu, aku tau jika pria itu terus mengincar istriku, dan ternyata Virnie sudah menerimanya, seandainya ada bukti perselingkuhan mereka, akan mudah saat menggugat cerai dan orang tuaku akan diam tak mempertanyakan keputusan ku,"kata Jimmy tertawa.
"sialan kamu tuan, tapi aku suka itu," kata Vita terkejut.
"tapi mau di bantu, itu mudah kita pasang pelacak di mobil dan ponsel nyonya, jadi saat dia pergi kemana pun, anda bisa mengetahuinya, dan bisa mencari bukti sebanyak-banyaknya," tambah wanita itu.
"wanita pintar, dan saat aku sudah beres, maukah kamu menjadi istriku," kata Jimmy.
"emm ... boleh aku pikirkan dulu, aku perlu waktu, ya setidaknya aku harus siap melayani mu yang tak tau batas ini," jawab Vita tertawa.
Vita bangkit dari sofa, dan meminta Jimmy mengantar wanita itu kedalam kamar.
sedang Vita langsung tidur karna lelah, keesokan harinya Tian dan Kris bangun terlalu pagi.
Tian pun langsung turun untuk mencari Vita, ternyata wanita itu masih tertidur.
"mbak Vita bangun mbak, kok tumben masih tidur?" kata Tian mengguncang tubuh wanita itu.
"lima menit lagi, aku masih kelelahan karena ulah mu," jawab Vita yang masih belum sadar.
"lah kok karena aku," kata Tian yang bingung.
Vita membuka matanya saat sadar mendengar suara Tian, dan melihat sosok gadis itu tengah duduk di depannya.
"maaf...aku mimpi aneh," kata Vita.
"mbak Vita kalau tidur kok pintunya gak di tutup, terus bajunya acak-acakan begini? hayo habis ngapain?" kata Tian.
"ha-ha-ha, maklum nona, semalam mbak kecapekan banget," jawab Vita.
"ya... padahal aku mau minta di buatkan roti goreng isi daging yang viral itu loh mbak," kata Tian yang malah tidur di kamar Vita
__ADS_1
"iya mbak buatin, tapi kamu mandi dulu gih, mbak juga mau bersih-bersih," kata wanita itu.
"baiklah Tian mandi dulu," jawab gadis itu yang sepertinya sudah bersikap biasa.
Vita melihat dirinya di cermin, kondisinya begitu acak-acakan, bahkan dia kaget melihatnya.
"ah.... kami tidak mengunakan pengaman, dasar pria ini," gumam Vita.
dia bisa saja hamil dengan Jimmy, terlebih beberapa hari ini adalah masa suburnya, dan karena kegiatannya yang begitu padat.
dia tak sempat minum pil KB, di tambah sekarang Jimmy juga melakukan kecerobohan.
"semoga tak jadi, karena aku tak bisa hamil sekarang," gumam Vita.
dia pun segera mandi dan memakai celana pendek dan kaos santai saja, toh tak akan keluar rumah juga.
dia sedang membuat adonan roti untuk membuat makanan pesanan dari Tian.
Kris turun dan terlihat begitu segar, "mau di buatin susu tuan muda," kata Vita tersenyum.
"jus semangka saja mbak, karena aku ingin makan yang segar-segar," jawab Kris.
"oke, nona kecil turun juga," panggil Vita.
"iya mbak," jawab Tian yang juga memakai baju santai.
"siap mbak," jawab Tian dan Kris.
"eh Kris,kemarin kamu bilang Kan bagaimana jika papa dan mama bercerai, aku sih setuju, karena mana keterlaluan," kata Tian.
"kamu yakin, bukannya kamu tak suka jika ada teman mu yang broken home?" tanya Kris berbisik.
"tapi aku tak mau papa terluka, terlebih mama keterlaluan," jawab Tian.
"sudah, mereka bisa menyelesaikan masalah orang dewasa, kalian cukup fokus pada pelajaran, dan sekolah," kata Vita yang mengantar sebuah roti seperti odading.
"apa ini, aku minta roti goreng isi daging mbak," kata Tian.
Kris tak banyak bicara langsung mengambil dan memakannya, "ini roti goreng isi daging, dasar makanya jangan protes Mulu," kata Kris menunjukkan roti itu.
"hehehe... kan bentuknya gak sama kayak yang ada di Instagram," jawab Tian.
"ini roti goreng kampung nona, jadi berbeda," kata Vita.
__ADS_1
Jimmy turun dengan sedikit tergesa-gesa, pasalnya dia baru saja lari dari virnie.
"Vita tolong kopi pahit dan apa ini," kata Jimmy main mengambil roti goreng itu.
"enak," kata Jimmy.
"papa itu milik kami.." kata Tian tak suka.
"aduh nak, bagi dikit lah, jangan pelit-pelit," kata Jimmy.
"sudah,ini mbak gorengkan lagi, sudah jangan berebut, tuan tidak keluar kan? karena saya ingin minta bantuan untuk membereskan roof top," kata Vita.
"boleh dong,memang mau di buat gimana?" tanya Jimmy penasaran.
"mau di buat taman sederhana, agar nyaman saja kalau buat ngisis," kata Vita.
sedang di Otak Jimmy ada hal lain yang pria itu, Virnie turun dari lantai dua sudah dengan baju dinasnya.
"pagi sayang, pagi Tian, pagi Kris," kata Virnie yang ingin mencium kedua anaknya.
Vita datang menaruh roti goreng itu, kini kursi mereka sedikit berantakan, Jimmy pun menyentuh kaki Vita.
"kenapa masih di rumah, biasanya sudah pergi," ketusnya.
"aduh kamu marah ya sayang, nanti mana belikan kue kesukaan mu ya," kata virnie membujuk Tian.
"tak perlu, mbak Vita bisa membuatnya, ya kan mbak," kata Tian.
"eh buat kue apa ini, kalau kue yang aneh-aneh mbak gak bisa loh," kata Vita.
Tian melotot dan membuat Vita bingung, "sudah, kamu pergi saja, katanya tadi mau ada operasi, biar aku membujuknya," kata Jimmy
"terima kasih sayang, kamu terbaik," kata Virnie yang mengambil dua roti goreng itu dan pergi.
"roti goreng ku..." kata Tian kesal.
"tenang, masih di wajan dan masih panas," kata Vita.
Virnie pun pergi dengan buru-buru, dan dia tak mengira akan merasakan makanan enak setiap pagi.
"ternyata punya Housemaid seperti ini menyenangkan, dan aku tak perlu memikirkan tugas rumah ku," kata Virnie.
dia tak tau saja jika perlahan dirinya malah tak di butuhkan di rumahnya sendiri.
__ADS_1
karena dia sibuk mengejar karir dan melupakan semua kebutuhan anak-anaknya dan suaminya.
terlebih Vita adalah sosok yang begitu sempurna, penuh kasih sayang, pintar memasak, menyenangkan dan di tambah penampilannya yang begitu menarik.