The Housemaid

The Housemaid
JN_the Housemaid


__ADS_3

Nathalia, seorang gadis yang besar di panti asuhan, saat berusia enam belas tahun dia lulus sekolah.


dia langsung mengikuti kursus menjadi pelayan para kalangan orang berduit.


bukan apa, gadis itu sudah hidup keras sejak kecil jadi dia ingin sukses dan membantu semua adik-adiknya yang tinggal di panti asuhan.


pertemuan dengan Vita adalah pertemuan paling beruntung karena wanita itu sangat baik dan juga tegas.


Nat bekerja dengan sangat baik saat bersama Vita dan Yuniar di luar negeri, tapi perlahan entah mulai dari mana.


senyumnya perlahan menghilang dan sosoknya menjadi sedingin batu yang bahkan menatap segalanya tanpa reaksi.


kecuali dengan anak kecil, Nat sangat ceria dan juga baik, tapi dia selalu anti dengan pria yang suka dengan orang yang dengan mudah one night stand.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"jika anda tak ingin pulang silahkan tuan, saya bisa naik taksi," kata Nat yang melihat Jefry bengong.


"tidak ayo kita pulang, ha-ha-ha-ha," kata Jefry yang merasa kaget dan kikuk.


Nat langsung masuk kedalam mobil setelah Jefry mendapatkan ganti rugi, pria itu tersenyum cerah.


Nat mengulurkan tangannya pada Jefry, "bagi pada saya lima puluh persen jika tidak saya akan melaporkan semuanya pada tuan Jimmy."


"enak saja ini mobil ganti rugi dari mobilku, itu tak akan terjadi," kata Jefry.


"mobil yang di miliki oleh keluarga Alexander memiliki asuransi, dan termasuk mobil ini, jadi itu adalah uang ku karena aku yang mengancam pria tadi, dan tuan hanya melongo seperti kambing congek," kata Nat datar.


"tidak mau dan tidak akan," jawab Jefry.


Nat menoleh dengan tatapan dingin, dia langsung menelpon Vita, dan ingin melaporkan apa yang terjadi.


melihat wanita yang di sampingnya itu tidak bercanda, Jefry panik, pasalnya jika asuransi mobilnya yang hilang, itu akan jadi masalah besar.


Jefry langsung merampas ponsel gadis itu, "kamu gila Nat, jangan pernah menghubungi kak Vita untuk ini,"


Nat langsung mengambil ponselnya, sedang Jefry di dorong dan di kunci di kursinya.


"kalau begitu berikan padaku atau?"


Jefry pun memberikan uang itu, dan tak mengira jika ada wanita sekejam ini, dan itupun pelayan.


dia hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan apapun karena Nat sekarang lebih tinggi posisinya di banding dirinya.


bukan apa, karena semua itu Jimmy yang membuatnya demikian, mereka berdua pun pulang ke rumah.

__ADS_1


sesampainya di rumah, Nat langsung menata semua belanjaannya.


sedang Jefry kaget karena Nat benar-benar hanya mengambil setengah dari uang ganti rugi itu.


setelah selesai menata belanjaan, Nat langsung menuju ke area belakang rumah yaitu perkebunan apel.


di sana terlihat begitu banyak pekerja dan juga beberapa hewan ternak.


"berarti dari sini mereka mendapatkan semua hewan segar itu," gumam Nat dengan senang.


Jefry berdiri di balkon kamarnya, dan melihat pelayan wanita itu sedang berbincang dengan beberapa pekerja.


"sebenarnya apa yang di inginkan kak Jimmy, kenapa dia tak puas hanya menghukum ku, apa aku membuat salah padanya, dasar pria menyebalkan," gumam Jefry yang meremas kaleng bir.


Nat mengambil satu keranjang apel, pir dan juga ada rasberi liar di sekitar perkebunan.


setelah itu dia membawanya pulang dan segera membuat cemilan dengan ketiga buah yang dia dapatnya.


James yang merasa sepi pun menghubungi temannya Jefry, "hei bung besok kita harus menjadi pelayan, kamu sudah siap,"


"tentu, kamu cuma tiga hari, sedang aku setidaknya harus jadi babu selama sebulan," kata Jefry.


"ya itu yang kamu inginkan bukan, jadi nikmati saja," jawab Jane's dengan nada mengejek.


"sudah kita betemu di kota besok, karena aku sedang ada di rumah peternakan," kata Jefry sebelum mematikan telponnya.


"makan malam sudah siap tuan, sebaiknya anda turun," jawab Nat yang langsung pergi.


"ya Tuhan, dia seperti setan," kesalnya.


dia dan Nat makan berdua di meja yang sama, Jefry pun tak mengira jika Nat begitu elegan saat makan.


dan semua masakan juga terasa enak di lidahnya, "terima kasih atas makanannya, semuanya enak," puji Jefry.


"terima kasih, setidaknya aku tak membuat tuan kelaparan, kalau begitu biar aku bantu untuk berkemas," kata Nat.


"tidak perlu, aku hanya pergi sebulan setelah itu kembali kesini untuk mengurus pabrik," jawab Jefry.


"owh begitu, baiklah aku akan pergi, dan jika butuh sesuatu tolong gunakan telpon rumah ini," kata Nat yang langsung pergi.


Jefry hanya tercengang mendengar perkataan gadis itu, tak butuh waktu lama Nat sudah berada di kamar dan memberikan laporan seluruh hati pada Jimmy.


"bagus Nat, setidaknya Jefry mulai sedikit bisa di atur," kata Jimmy.


"baiklah tuan, kalau begitu saya istirahat dulu," pamit Nat.

__ADS_1


Jimmy pun merasa senang, setidaknya berkat ide istrinya itu kini dia bisa mengatur adiknya yang berandalan itu.


"terima kasih sayang, kamu memberikan ide hebat padaku," kata Jimmy mengecup bibir Vita.


"sama-sama sayang, tapi setidaknya tolong kondisikan adik mu itu agar tak bergerak sembarangan," kesal Vita.


"ya maklum sayang, saat kamu sudah selesai nifas, aku bisa menikmati waktu kita bukan," kata Jimmy mengecup dan memeluk Vita.


tapi kemesraan mereka terganggu oleh dua bayi yang tiba-tiba menangis karena lapar.


"aku menyusui mereka dulu ya," pamit Vita yang melepaskan diri dari pelukan Jimmy.


"ya Tuhan... kenapa dua bayi ini membuatku kehilangan kehangatan istriku," kata Jimmy.


sedang Vita tertawa mendengar ucapan dari Jimmy, pasalnya pria itu selalu berlebihan.


saat Vita sedang fokus menyusui kedua putranya, Jimmy duduk di depan istrinya itu.


"ada apa?"


"tidak ada, lihat mereka berdua begitu lahap, lihat saja saat kalian sudah bisa di tinggal pergi, aku akan menculik mommy dan membawanya pergi, dan kalian berdua cukup di rumah bersama kakek nenek kalian," kata Jimmy.


tapi kedua bayi itu belum mengerti, jadi Jimmy gemas sendiri, dia memilih bekerja lagi.


James tersenyum lagi saat melihat foto dari Yulia yang cantik, pasalnya Yulia adalah satu-satunya wanita yang membuatnya bergetar.


meski di mansion miliknya banyak wanita, tapi dia tak tertarik sedikit pun.


"aku sepertinya harus membuat mu jadi milikku dan tak akan ku biarkan siapapun memiliki mu," kata James.


sedang di apartemen miliknya, Yulio merasa aneh dengan tingkah kembarnya, "kamu mendadak gila, kenapa dari tadi terus tertawa seperti itu?"


"tentu saja tidak, aku hanya merasa senang karena akhirnya aku bisa membuat dua pria ini jadi babu ku," kata Yulia.


Yulio yak mengira akan hal itu, pasalnya James terkenal sebagai pria paling kotor di kota dan pembunuh dingin itu bisa jadi babu kembarannya.


sedang Jefry lebih gila karena pria itu adalah adik ipar dari bos mereka, tapi Yulia dengan santai tersenyum seperti itu.


"kamu gila menjadikan dua pria ini jadi jongos mu,"


"kenapa, bukan aku yang memintanya, aku hanya ingin menunjukkan kekuatan ku saat judi, dan mereka sendiri yang mengajukan diri," kata Yulia


"baiklah terserah kamu, tapi ingat jika keduanya bukan pria sembarangan, dan selalu ingat batasan kita oke," kata Yulio mengingatkan adiknya itu.


"tentu, tenang saja, jangan sepanik itu, karena aku selalu tahu batasan yang harus di jaga," Jawab Yulia.

__ADS_1


Yulio pun mengizinkan apa yang akan di lakukan oleh Yulia, dan dia akan mengawasi adiknya itu satu jauh.


dan saat sudah di rasa membahayakan, dia sendiri yang akan turun tangan nantinya.


__ADS_2