Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 100


__ADS_3

...Bibi Nina terus mendorong Aeleasha menjauh dari dirinya dan yang benar saja Liam berdiri didepan pintu tersenyum ramah tamah, tiga orang pria berjalan masuk kedalam ruangan....


...----------------****************----------------...


Aeleasha ingin berteriak meminta bantuan tapi suaranya tidak keluar sama sekali, padahal tiga pria itu sudah berdiri didepannya, Aeleasha yang mengenal salah satu wajah pria itu makin panik, pria yang mengejar dirinya dan Melisa waktu itu.


"Keluarlah suara." Teriak Aeleasha dalam hati kecilnya.


"Ka-" Aeleasha yang berhasil mengeluarkan suara tapi keburu ditahan salah satu pria itu dengan kain. Aeleasha memberontak dengan keras tapi perlahan-lahan kegelapan mulai mengambil ahli tubuhnya.


Joe yang mendengar suara mobil berlari keluar dari dapur menuju ruang depan dimana Aeleasha berada tadi, mata Joe melihat sebuah mobil melaju pergi dari gerbang depan. Joe bernapas ngos-ngosan, melirik kesampingnya.


Deg


Jantung Joe berhenti berdetak, matanya tidak melihat Aeleasha dimana pun. Aciel yang baru berjalan keluar kaget karena muka Joe yang berubah menjadi aneh, jantung Joe berdetak sangat cepat tidak seperti kecepatan biasanya.


"Aciel, apa kamu melihat Aeleasha?" Joe memegang bahu Aciel, kening Aciel berkerut.


Melihat kerutan Aciel, tubuh Joe mendadak menjadi tidak seimbang. Tangan Joe menutup wajahnya, Wili menuruni anak tangga perlahan-lahan. Semangat diwajah Wili telah memudar entah hilang kemana, kini dia duduk di anak tangga menggunakan tangannya menyangga wajahnya.


"Bukankah Aeleasha tadi ada disana." Aciel menunjuk, tangannya yang menunjuk terjatuh lemah begitu tidak melihat Aeleasha disana.

__ADS_1


"Tu-an M-u-da." Joe dan Aciel mendengar suara. segera mengalihkan mata mereka kearah suara.


Itu adalah Bibi Nina, jari telunjuknya terangkat. Walaupun hanya tangan kanannya yang tertembak tapi Bibi Nina mengeluarkan terlalu banyak darah.


Joe dan Aciel berlutut didepan Bibi Nina, Joe menggenggam tangan Bibi Nina ketika tangan itu mulai jatuh ketanah.


"Tu-an L-ia-m." Perkataan Bibi Nina terhenti, Joe menggelengkan kepalanya, meminta Bibi Nina berhenti berbicara.


"Aciel tolong panggilkan dokter David." Joe berbalik menghadap Aciel memberikan ponselnya, Aciel mengambil ponsel Joe mulai menelepon.


Joe mengigit bibirnya geram, kali ini dia tidak akan memaafkan Liam lagi. Aciel yang sudah selesai menelepon hendak mengembalikan ponsel Joe tiba-tiba ponsel Joe berdering.


Drett...


"Hallo, bagaimana kabarmu saudaraku Wili." Suara bariton itu menyadarkan Wili dan Joe yang melamun memikirkan masalah ini.


Wili berjalan tergopoh, Joe melepaskan genggaman tangannya menghampiri Aciel. Rahang Aciel mengeras, ingin sekali dia melempar ponsel yang dipegangnya ini, Aciel menghela napas berat, dia tidak harus bersabar untuk sekarang jika tidak maka Aeleasha akan berada dalam bahaya dan juga mereka tidak akan tau lokasinya.


"Apa mau? Hah?" Bentak Wili, merebut ponsel dari tangan Aciel, wajah Wili penuh kebencian.


"Hahaha... Jangan marah Kakak permintaanku sangat simpel." Liam tertawa puas, "Aku ingin kamu, dan Joe datang ke lokasi yang aku tentukan tetapi tanpa melapor pada polisi." Imbuh Liam, mereka bisa mendengar suara sepatu Liam yang menyentuh lantai.

__ADS_1


"Jika kalian berani membawa polisi maka-" Wajah Wili, Joe, dan Aciel menengang ketika mendengar suara tembakan pistol.


"Aku tidak akan memisahkan anggota tubuh bahkan sampai ke neraka sekali pun aku akan mengejarmu jika aku menemukan luka ditubuh adikku mau pun ibu ku." Teriak Joe, Aciel menghalangi Joe yang penuh amarah berlari keluar dari ruang tamu.


"Aku akan menunggumu, Joe Brewster." telepon terputus begitu saja tanpa jawaban dari siapa pun.


Wili menjatuhkan tubuhnya digoda, tanganya mengosok wajahnya dengan kasar, Dokter David yang baru tiba-tiba bergegas berlari masuk kedalam rumah.


"A-apaan ini?" David melongo melihat semuanya, menghampiri Aciel. Aciel hanya melirik Dokter David dengan tatapan dingin, Dokter David menelan salivanya dengan kasar tidak jadi bertanya apa pun.


Ting..


Suara pesan yang masuk, Aciel mengambil ponsel yang terletak dimeja membuka pesan itu dan keningnya berkerut melihat lokasi itu, dimana lokasi itu merupakan lokasi pertama kalinya kejadian Aeleasha diculik.


"Apa pesannya sudah masuk." Wajah Joe sangat dingin, Aciel menanggukkan kepalanya. "Dokter David, tolong rawat semua orang yang ada disini." Joe berjalan melewati Dokter David, Aciel mengepalkan tangannya erat.


...****************----------------****************...


...Yeah... Aku engak mengira kalau 'Tuan Muda yang dingin Vs Dokter Cantik' bakal sampai sejauh ini, padahal karya aku yang lain gak ada yang sampai chapter 100....


...Aku ucapkan terima kasih sebanyak-banyak kepada pembaca yang setia mendukung dan mengikuti aku sampai sekarang 😚....

__ADS_1


...Thank you readers ~~...


...⚘Ini belum berakhir yah ⚘...


__ADS_2