Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 86


__ADS_3

Tok... tok..


Aeleasha yang mendengar suara ketukan pintu, melirik Wili dan Melisa yang sibuk berbincang-bincang sedangkan Joe malah sibuk menghabiskan makanannya.


Aeleasha membuka pintu, terlihat Aciel yang yang berpenampilan rapi dengan baju yang kasul. Rambutnya yang hitam tersisir rapi ke arah kanan, membuat dia terlihat sangat seksi dan tampan apalagi ditambah dengan matanya yang tajam hal itu menambah ciri khas Aciel.


"Siapa yang datang Aelea?" Tanya Melisa penasaran, dari tadi dia sudah memperhatikan Aeleasha membukakan pintu tetapi putrinya tidak juga pindah atau pun mengundang tamu masuk ke dalam rumah.


Melisa makin penasaran berjalan menghampiri Aeleasha, matanya juga menangkap penampilan yang sangat berbeda dari penampilan Aciel yang biasanya.


"Hallo, Tante!." Sapa Aciel melambaikan tangan nya, senyuman langsung terbit diwajah tampan Aciel.


Joe menghentikan tangannya untuk memasukkan makanan kedalam mulutnya, setelah mendengar suara bariton yang tidak asing lagi di telinganya, Matanya langsung melirik ke pintu dimana Aeleasha dan Melisa tengah berdiri.


"Hoho.. Ternyata Aciel, apa yang membawamu kemari?" Melisa tertawa kecil, matanya melirik Aeleasha yang berdiri di sampingnya.


"Aku ada janji dengan Aeleasha, tante." Jawab Aciel tanpa ragu, tangannya mengaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kenapa aku gugup?" Gumam Aciel dalam hati kecil, matanya tidak berani menatap kedalam mata Melisa.


"Aku akan ganti baju dulu." Aeleasha yang bingung harus berkata apa, kabur secepat mungkin dari tatapan yang menusuk lehernya dari belakang.


Wili dan Joe menatap Aciel dengan tatapan tidak puas, Melisa yang merasa tidak enak langsung mengundang Aciel masuk ke dalam rumah saja untuk menunggu Aeleasha.


Aciel mencoba duduk di posisi yang paling nyaman, Joe yang belum pernah melihat Aciel berpakaian kasual menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh dengan selidik.


"Kalian akan kemana?" Joe menyipitkan matanya, tangan kanannya menyenggol tangan kiri Aciel.


Baru beberapa menit, Aeleasha sudah keluar dari kamarnya menggunakan mini dress berwarna krem. Melisa yang baru keluar dari dapur membawakan minuman menatap Aeleasha dengan tatapan kagum.


"Ternyata putriku sangat cantik." Puji Melisa dengan intonasi yang pelan, melihat Aeleasha yang sudah di lantai bawah.


"Kalau begitu kami pergi dulu." Pamit Aciel, dia tiba-tiba merasa sangat canggung.


"Aeleasha, pergi dulu Momy, Dady, Kak Joe." Aeleasha berjalan ke mobil Aciel setelah berpamitan.

__ADS_1


"Aeleasha kamu jangan lupa bawa barang yang aku kasih itu." Teriak Joe saat Aeleasha sudah berada didalam mobil.


Aeleasha melototkan matanya tidak percaya kalau Joe malah menyarankan dirinya untuk membawa pistol palsu itu bersamanya lagi.


Joe tersenyum senang, tubuhnya mendadak merinding. Ada aura dingin yang menerpa punggungnya, Joe mencoba membalikkan badannya secara perlahan.


Joe menelan salivanya dengan kasar, matanya bisa melihat Melisa yang dikelilingi dengan aura hitam. Wili yang tidak tau apa-apa segera kabur dari sana sebelum dirinya juga terkena hamukan.


"Jadi kamu yang memberikan Aeleasha pistol?" Ucap Melisa lembut, Bulu kuduk Joe langsung berdiri semua.


"Da-." Joe yang mencoba mencari bantuan, menatap Wili tapi sayangnya Wili sudah kabur duluan.


"Momy, Aku bisa jelaskan." Joe mundur beberap langkah, tangannya terangkat menutup wajahnya.


"Joe Brewster, Apa begini cara kamu menjaga adikmu?" Senyuman yang penuh dengan kekesalan terlihat diwajah Melisa, ada kerutan kecil di kening Melisa.


"Aeleasha selamatkan aku." Teriak Joe dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2