
Aeleasha duduk dihalte bus, tangannya menyangga wajahnya. Matanya terus memperhatikan mobil yang berlalu Lalang, menunggu seseorang datang menjemputnya menuju tujuannya. Mengeluarkan benda pipih dari sling bag yang dia bawa, tangannya dengan lincah mengotak-atik benda pipih itu.
"Kenapa Papa Jiko belum juga datang?" Gumam Aeleasha, mengembungkan pipinya.
Drett...
Ponsel yang ada di genggaman Aeleasha bergetar, memperhatikan nama yang tertera pada layar ponselnya dan mengangkatnya.
"Halo, Dady ada apa?" Tanya Aeleasha, mengayunkan kedua kakinya.
"..."
"Aku akan segera kembali kekantor dan mengirimkan datanya." Jawab Aeleasha, berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan halte bus.
"..."
"Ini tidak merepotkan Dady. Kapan Dady akan pulang dari singapura?" Aeleasha menendang batu kerikil kecil yang ada di depannya.
"..."
"Baiklah, sampai jumpa lagi Dady." Sapa Aeleasha dengan senyuman dibibir cerinya, menutup teleponnya dan memasukkannya kembali dalam sling bagnya.
__ADS_1
Aeleasha memilih berjalan menuju perusahan yang tidak terlalu jauh dari halte bus, dia tidak sadar kalau ada sepasang mata tengah mengawasi disela-sela pohon yang ada disana.
...****************...
Aeleasha menghentikan langkahnya didepan gerbang perusahaan, dia merasa kalau ada yang sedang mengikutinya dibelakang. Langkah -langkah kaki semakin mendekati dirinya, Aeleasha menelan salivanya dengan kasar. Sebuah tangan mencoba meraih bahunya Aeleasha.
"Bu?" Aeleasha menjerit kaget, mundur sejauh mungkin dari orang yang ada dibelakangnya. Pak satpam dengan tangan yang terangkat menatap Aeleasha dengan tatapan bingung.
Aeleasha menghela napas sambil mengelus dadanya, Pak satpam tidak mengerti kenapa Aeleasha malah berteriak, dia hanya mau menyapa Aeleasha yang terlihat melamun.
"Haha... Maafkan saya pak satpam." Aeleasha tertawa canggung, mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Tidak, sa-" Perkataan pak satpam terpotong karena satpam lain sedang memanggil melakukan sesuatu.
Aeleasha berjalan melewati kerumunan orang yang mulai menyapanya dan Aeleasha membalasnya dengan anggukan dan senyuman. Masuk ke dalam lift dan memencet tombol lantai terakhir yang tertera disana. Pintu lift terbuka, Aeleasha mengambil langkah besar dan langsung menuju ruangannya.
"Selamat pagi, Direktur." Sapa seorang wanita dengan rambut yang disanggul tinggi, dengan tubuh sedikit membungkuk.
"Pagi, Anne." Balas Aeleasha dengan senyuman cerianya, mendorong pintu ruangannya. Kakinya langsung menuju kursinya, dan duduk disana mulai menyibukkan dirinya dengan dokumen yang ada diatas mejanya.
Selesai dengan dokumennya , Aeleasha berahli kekomputernya. Tangannya dengan lincah mulai bergerak diatas keyboar menekan setiap huruf yang ada disana.
__ADS_1
Tok... tok...
"Masuk." Mata Aeleasha masih fokus pada layar komputernya, Anne masuk kedalam ruangan dengan membawa map merah.
"Ini Dokumen yang harus anda tanda tangan." Anne menaruh map merah itu diatas meja, dia sedikit kasihan melihat Aeleasha yang berantakan.
Rambut yang disanggul asal-asal, kacamata yang membingkai wajahnya dan earphone di telinga kanannya. Aeleasha bahkan tidak melirik dirinya yang masih berdiri disana saking fokusnya.
"Direktur sekarang sudah waktu jam makan siang." Anne mengangkat mulutnya, dan baru Aeleasha merespon ucapannya.
"Sudah waktunya makan siang?" Tanya Aeleasha dengan mata berkedip tidak percaya, melepaskan kacamatanya, disaat bersamaan rambutnya yang disanggul juga ikut tergerai.
"Ah... Tadi tuan Aciel meninggalkan pesan, Beliau menyuruh saya untuk memberitaukan pada anda kalau dia sedang menunggu anda didepan gerbang." Kata Annne, Aeleasha mengaggukkan kepalanya paham.
Mengambil sling bagnya, keluar dari ruangannnya menuju pintu lift. Aeleasha keluar dari pintu lift yang terbuka memperlihatkan lantai dasar yang dipenuh orang-orang yang sibuk.
Aeleasha yang baru keluar dari gerbang perusahaan, melihat orang sedang menunggunya melambaikan tangannya pada Aciel yang sedang bersandar pada mobil putihnya.
Aciel tersenyum, tangannya terangkat membalas lambaian tangan Aeleasha. Aciel berjalan mendekati Aeleasha yang berjalan menghampirinya.
Langkah kaki Aciel berhenti, memperhatikan mobil van yang sedang bergerak dengan lambat. Aeleasha memiringkan kepalanya bingung, karena Aciel yang mengeluarkan tatapan aneh, spontan langkahnya juga terhenti.
__ADS_1
Mata Aciel membelak tidak percaya sama mobil itu bergerak menaiki trotoar menuju Aeleasha yang mematung dengan banyak tanda tanya diwajahnya.
Brak...