Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 83


__ADS_3

"Kalian berdua berhenti." Teriak Pria yang masih mengejar dibelakang sana.


Aeleasha mencoba memutar otaknya, matanya melirik tangan kirinyanya yang mengenggam tangan wanita itu.


"Ah... Pistol." Gumam Aeleasha dalam hatinya, berhenti berlari dan mengeluarkan pistol dari dalam paper bag nya.


Aeleasha melepaskan genggaman tangan wanita itu dan mengacungkan pistolnya ke depan pria itu, melihat pistol pria itu berhenti berlari,Terlihat kalau pria itu ragu-ragu untuk mendekati.


"Aku akan menembakmu jika kamu berani melangkah, Angkat kedua tanganmu." Ancam Aeleasha, matanya bersinar penuh dengan keberanian.


"Ayo, berpikir apa yang harus kamu lakukan selanjutnya." Teriak Aeleasha dalam hatinya, tangannya masih tetap dalam posisi yang sama.


Pria itu menatap Aeleasha, perlahan-lahan berjalan mendekati mereka. Mendengar suara langkah kaki seketika menyadarkan kebingungan Aeleasha, tangan Aeleasha siap-siap menarik pelatuk pistol.


"Sialan." Maki pria itu berbalik, mencoba kabur dari sana.


Buk...

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh pria itu terjatuh ke tanah, Aeleasha mengedipkan kedua matanya bingung. Dia tidak menarik pelatuk pistol dan pistol ini pun hanya sebuah korek api, tapi bagaimana pria itu bisa terjatuh seperti itu?


"Ayo kita harus cepat pergi dari sini." Wanita itu menarik tangan Aeleasha, sehingga tarikan itu membangunkan Aeleasha dari pemikirannya.


Aeleasha dan wanita itu mulai berlari meninggalkan pria itu, ekor mata Aeleasha sempat melirik kebelakang penasaran bagaimana kondisi pria itu.


...****************...


Mereka berdua berlari sangat jauh dari tempat tadi, memilih tempat yang paling banyak orangnya. Aeleasha dan wanita itu menghirup udara sebanyak mungkin, merasa sudah nyaman Aeleasha menatap wajah wanita yang sudah berumur itu.


Entah kenapa Aeleasha merasa dirinya pernah melihat wajah wanita itu, wajahnya terasa sangat familiar tapi dia tidak ingat dimana dirinya pernah bertemu dengannya.


Aeleasha makin gugup dan bingung ketika semua tatapan orang yang berjalan lewat langsung tertuju pada dirinya dan juga wanita yang memeluknya itu, orang yang lewat juga saling berbisik-bisik satu sama lain hingga hal itu makin membuat Aeleasha merasa melakukan kesalahan besar saja.


"Akhirnya, aku bisa menemukanmu." Gumam wanita itu dengan pelan, makin mengeratkan pelukannya.


Wanita itu mulai melepaskan pelukannya setelah tangisnya mulai terhenti, matanya yang sembab menandakan kalau dia menangis.

__ADS_1


"Nyonya, bagaimana kalau kita pindah tempat dulu." Bujuk Aeleasha, lehernya terasa sangat sakit karena tatapan tajam yang menusuk entah datang dari mana. Wanita itu menganggukan kepalanya setuju.


"Bagaimana kalau kita pergi ke rumah saya." Aeleasha tersenyum lega setelah mendengar jawabannya.


Di rumah Aeleasha


Aeleasha membawa secangkir air putih dari dapur, sementara wanita itu terus tersenyum sambil menatap Aeleasha dan mencoba untuk duduk dengan nyaman di sofa.


Aeleasha hanya bisa tersenyum kikuk, dia tidak tau harus mengatakan apa, suasana sangat hening dan canggung menurut Aeleasha.


"Silahkan di minum airnya." Tawar Aeleasha, wanita itu mengangkat gelasnya dan meminumnya dengan perlahan-lahan.


"Wow... Dia sangat cantik walau pun sudah ada keriput diwajahnya." Kata Aeleasha dalam hati memperhatikan wajah wanita itu dengan seksama.


Wanita itu segera menaruh gelas itu ke meja, dia menatap langsung ke dalam mata Aeleasha.


"Apa ada yang mau katakan?" Tanya wanita itu dengan senyuman yang memperlihatkan gigi putihnya.

__ADS_1


"Ah... Perkenalkan nama saya Aeleasha Brewster. Kalau boleh tau siapa nama nyonya?" Tanya Aeleasha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Namaku M-"


__ADS_2