Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 46


__ADS_3

Wili terus mondar-mandir diteras rumah, berhenti mondar-mandir menatap kejalanan yang sepi. Wili menghela napas karena putri kesayangannya tidak juga kunjung pulang ke rumah padahal biasanya putrinya sudah berada dirumah bersamanya pada saat jam segini.


Jika Aeleasha lembur pun, putrinya akan mengabarinya lebih dulu. Wili kembali mondar-mandir lagi, sebuah mobil memasuki perkarangan rumah. Senyuman mengembang diwajah Wili tapi senyuman itu tidak bertahan lama karena yang keluar dari mobilnya hanya Joe dan tidak ada siapa-siapa lagi.


"Apa adikmu tidak bersamamu?" Tanya Wili mendekati mobil Joe, mengintip dibalik kaca, mungkin saja putrinya tengah membuat kejutan untuknya.


"Aeleasha belum pulang?" Tanya Joe balik membuat Wili mengerutkan keningnya kesal, bukan menjawab pertanyaannya, anaknya ini malah balik bertanya.


"Biasanya dia sudah pulang kok." Gumam Joe, mengosok lehernya, "Apa dia tidak memberikan kabar?" Tanya Joe, merogoh sakunya mengambil ponselnya dan menelepon ke ponsel Aeleasha.


*Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan, cobalah beberapa saat lagi.*


Joe mematikan ponselnya, ini sangatlah aneh Aeleasha pasti akan mengangkat ponselnya, sesibuk apa pun dirinya. Wili memperhatikan wajah putranya, ekspresinya menunjukkan ketidaksukaan.

__ADS_1


"Sudahlah Dady, kita masuk saja dulu. Angin malam sangat tidak baik untuk kesehatanmu." Kata Joe mereka berdua masuk kedalam rumah. Wili sebenarnya ingin bertanya tapi rawut wajah putra sangat tidak enak dilihat jadi dia mengurungkan niatnya.


Joe meninggalkan Wili sendirian diruang tamu, kakinya terus menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya. Wili menghela napas berat dan Joe keluar dari kamarnya dengan baju yang sudah diganti, menuruni anak tangga.


"Dady aku akan menjemput Aelea sendiri dirumah sakit, mungkin dia sedang melakukan operasi jadi tidak mengangkat teleponnya." Jelas Joe, mencoba menghilangkan rasa khawatir yang terukir di wajah Wili, sudah sedikit keriput itu tapi masih dengan ketampanan yang sama.


"Tunggu Joe." Kata Wili, berjalan menaiki anak tangga, lalu dia turun dari sana membawa switer berwarna putih dengan sedikit pink yang memutari lehernya.


"Berikan ini untuk adikmu, dia bisa sakit." Wili menyerahkannya kepada Joe, Joe mengangguk dan berlari keluar menuju mobilnya.


...****************...


Didalamnya rumah tua itu terdapat 7 orang dan seorang wanita yang duduk manis dikursi dengan ikatan dikedua tangan dan kakinya.

__ADS_1


"Hei... Mau sampai kapan kamu tertidur begitu?" Tanya Pria yang memakai anting pagar, dia memegang dagu Aeleasha agar wajah mereka berdua sejajar. Aeleasha tidak menjawab karena masih dalam pengaruh obat tidur.


Pria itu melepaskan tangganya, dia duduk dikursi yang tidak terlalu jauh dari kursi Aeleasha. Anak buahnya pergi setelah melaksanakan perintah bosnya.


...****************...


Joe mendendang tong sampah yang ada didepannya, dia terlalu kesal sekaligus bingung apa yang harus di katakan pada Dadynya nanti dan dimana dia harus mencari Adiknya.


"Dokter Aelea keluar saat jam makan siang dan dia tidak juga kembali sampai saat ini juga."


Joe makin kesal, perkataan suster itu terus berputar dalam kepalanya. Mata Joe menangkap sosok seorang pria yang tidak asing menurutnya, dia menghampiri Pria itu. Pria itu terlihat sangat cemas, mengacak rambutnya frustasi.


"Aciel apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Joe menepuk pundak Aciel. Aciel yang melamun kaget karena tepukkan dibahunya. Aciel membalikkan badannya menghadap orang menepuk pundaknya itu.

__ADS_1


"Joe?"


__ADS_2