
Joe menutup rapat-rapat matanya, tapi tidak ada yang terjadi padanya. Joe langsung membuka matanya menatap Aciel yang berbaring dikasur menatap langit-langit.
"Hei, Apa kau akan tidur." Joe menusuk pipi Aciel, Aciel yang kesal menepis tangan Joe. Joe menggerutu kesal, tangannya terasa sakit.
"Apa kamu tidak mau bercerita? Mungkin aku bisa membantu sedikit." Joe bergumam pelan di telinga Aciel, mendengar perkataan Joe mata Aciel terbuka lebar dan duduk menghadap Joe.
"Buset dah ini orang." Teriak Joe dalam hatinya, mengelus dadanya berusaha sabar.
"Joe menurutmu apa aku kurang tampan?" Pertanyaan Aciel terasa menusuk jantung Joe, Joe mengepalkan tangannya, ada kerutan kecil didahinya.
"Kalau kamu kurang tampan, aku ini apa? Gurita?" Gerutu Joe, tangan Joe terasa sangat gatal ingin sekali menonjok wajah Aciel.
"Kalau begitu apa alasan Aeleasha menolakku? Apa aku kurang kaya?" Aciel mengerutkan keningnya bingung. Joe yang sudah sampai pada batas sabarnya, mengambil bantal dan memukul wajah Aciel.
"Kamu pikir adikku itu cewek matre? Hah? Kamu sudah bosan hidup?" Bentak Joe, terus memukul Aciel dengan bantal.
"Joe." Panggil Aciel, Joe mendadak merinding, merasakan ada aura dingin yang mencengkram di depannya.
Joe perlahan-lahan menurunkan bantal yang dipegangnya, matanya bisa melihat Aciel menatapnya dengan tatapan kesal bahkan ada kerutan di kening Aciel.
Joe bergerak mundur kebelakang menjauh dari kasur, menelan salivanya dengan kasar. Aciel mengambil bantal yang ada di depannya, segera melempar tepat sasaran mengenai wajah Joe.
__ADS_1
"Argh.. Dasar manusia tidak berperasaan." Teriak Joe, mulutnya kembali tertutup rapat saat mendapatkan lirikan tajam dari Aciel.
Ceklek...
Joe yang mendengar suara pintu kamar dibuka, mengalihkan wajahnya kearah pintu. Wili yang berdiri didepan pintu menatap Joe.
"Joe, Apa kamu tidak bisa tidak berteriak? Ini sudah malam. Dady mau tidur, udah berapa umurmu masih teriak-teriak. Kamu tidak tau kalau Momy dan Aeleasha sudah tidur." Wili melototin Joe, Joe mengaruk kepala hanya bisa tersenyum kikuk.
"Awas kalau Dady dengar kamu berteriak lagi." Ancam Wili tangannya menunjuk matanya lalu berpindah ke mata Joe, pintu kamar pun tertutup kembali.
"Ini semua salah dirimu." Joe menunjuk Aciel yang memasang wajah datar.
Joe menghentakkan kaki berjalan mendekati kasur, dia langsung melemparkan tubuhnya keatas kasur. Aciel yang melihat tingkah Joe menatapnya dengan tatapan bosan.
"Apa kamu tidak bisa tidur dikamarmu sendiri?" Aciel menghela napas berat.
"Beritau padaku bagaimana cara Aeleasha menolak." Joe menatap Aciel dengan tatapan binar ingin tau bagaimana kejadiannya.
Aciel membaringkan tubuhnya, kembali menatap langit-langit kamar mengingat kembali kejadian di biangala.
Kejadian didalam biangala
__ADS_1
Aeleasha mengigit bibirnya, jantungnya berdetak sangat kencang. Hatinya berkata iya tapi dirinya masih memiliki beberapa keraguan.
"Kak Aciel apa aku boleh meminta waktu dulu." Cicit Aeleasha dengan pelan-pelan.
"Baiklah, Aku akan menunggumu sampai kamu siap kapan pun itu." Aciel mengambil tangan Aeleasha dan menciumnya. Aeleasha langsung gelagapan tidak tau harus melakukan apa.
Ingin menarik tangannya tapi Aeleasha takut itu malah menyinggung Aciel tapi kalau dirinya tidak menarik tangannya Aeleasha yang merasa tidak nyaman.
Mata elang Aciel menatap kedalam mata coklat milik Aeleasha, bibirnya terbuka ingin mengatakan sesuatu tapi petugas biangala mengetuk pintu menyadarkan mereka berdua.
"Tuan, kalian harus keluar dari sana, orang yang berada diatas sana juga ingin turun." Petugas itu mengetuk pintu, Aciel dan Aeleasha keluar dari biangala.
Aciel mendecak kesal, matanya menatap petugas itu dengan tatapan tajam. Petugas yang tidak tau apa-apa hanya bisa menelan salivanya. Aciel membeli makanan, matanya terus melirik ke mobil.
"Ini, makanlah setelah itu kita baru pulang." Jelas Aciel memberikan makanan yang dibelinya tadi.
"Terimakasih Kak Aciel." Aeleasha mengulas senyuman dibibir cerinya, tiba-tiba sebuah terlintas dibenak Aciel.
"Bagaimana kalau kita ubah nama panggilan kita?" Saran Aciel, Aeleasha yang mengigit rotinya terhenti menatap Aciel.
"Ya?" Ulang Aeleasha, mencoba memastikan pendengarannya.
__ADS_1