
"Kalian sudah pulang?" Melisa menghampiri Aciel dan Aeleasha yang berjalan masuk ke dalam rumah. Joe dan Wili yang duduk di sofa menatap Aciel dengan tatapan tajam.
Aeleasha menganggukkan kepalanya, matanya melirik Aciel yang disampingnya sibuk mengobrol dengan Melisa. Wajah Aeleasha memerah, mengingat kejadian di biangala.
"Aku akan kekamarku dulu." Aeleasha kabur secepat mungkin, tangannya memeluk dengan erat dua pasang boneka beruang itu.
Melisa hanya tersenyum melihat tingkah Aeleasha dan Aciel yang selalu fokus ke arah Aeleasha itu mengingatkannya pada waktu dirinya muda dulu.
"Aciel, ini sudah larut malam bagaimana kalau kamu menginap saja." Tawar Melisa padahal jam baru menunjukkan pukul 8 malam pas.
"Tidak usah Tante." Tolak Aciel dengan lembut, Melisa yang tidak mau kalah terus membujuk Aciel untuk menginap.
Aciel akhirnya menyerah memilih mengalah pada Melisa dan menginap disana, Aciel tidur dikamar tamu yang dulunya sering dirinya pakai setiap kali dia berkunjung mencari Joe.
Di Kamar Aeleasha
__ADS_1
Aeleasha yang baru keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati kasurnya yang empuk. Duduk di tepi kasur, mulai mengeringkan rambutnya yang masih basah menggunakan handuk. Matanya terus tertuju pada sepasang boneka beruang yang dia taruh di atas meja samping kasurnya.
Tok... tok..
Aeleasha yang melamun segera tersadarkan, Melisa yang berdiri diambang pintu berjalan masuk tidak, lupa menutup kembali pintu kamar. Melisa duduk disamping Aeleasha, membantu Aeleasha mengeringkan rambutnya yang panjang.
"Aeleasha, sepertinya ada yang mau kamu katakan pada Momy." Melisa meletakkan handuk di kursi, menatap kedalam mata Aeleasha.
"Tidak ada kok." Aeleasha menggelengkan kepalanya dengan cepat, Melisa menaikan salah satu alisnya tidak percaya.
"Baiklah kalau begitu." Melisa berdiri mau pergi tapi Aeleasha menahan tangan Melisa.
"Aeleasha, Momy tau apa yang kamu pikirkan didalam otak kecilmu ini." Jari telunjuk Melisa mencoel hidung Aeleasha yang mancung.
"Kamu tau Aeleasha dulu Momy dan Dady itu sering banget bertengkar dan kami juga pernah cerai. Tapi kami kembali lagi bersatu karena sadar akan perasaan masing-masing." Jelas Melisa, kini dia berbaring terlentang menghadap langit-langit kamar.
__ADS_1
"Sayang, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Momy akan selalu mendukung keputusanmu." Imbuh Melisa tangan membelai wajah Aeleasha, Aeleasha tersenyum lembut paham apa yang dimaksudkan Melisa.
"Tidurlah ini sudah malam." Melisa menutup matanya mencoba untuk tidur, Aeleasha membalikan badannya membelakangi Melisa.
Sementara itu dikamar Aciel
Aciel yang baru selesai mandi dikagetkan dengan Joe yang tengah duduk dikasurnya menatapnya dengan tatapan horor, Aciel tidak mengubrish Joe memilih duduk di kursi saja.
"Apa yang membawamu kemari?" Tanya Aciel menyisir rambutnya kebelakang.
"Ini rumahku, terserah akulah mau dimana." Keluh Joe, melipat tangannya. Suasana hatinya buruk apalagi tadi dia melihat kejadian yang seharusnya tidak dirinya lihat, menambah jadi makin buruk.
Aciel tidak menjawabnya, menghela napas berat. Otaknya tengah berputar memikirkan sesuatu hal itu membuat muka Aciel terlihat serius.
"Hei, sebenarnya tadi kamu membawa Aeleasha kemana?" Selidik Joe, Aciel menatapnya dengan tatapan malas menjelaskan.
__ADS_1
"Oh.. Jadi begitu. Jangan berpikir kalau aku akan merestui hubunganmu dengan Aeleasha." Ancam Joe, Aciel bangkit dari kursi berjalan mendekati Joe yang tengah duduk di tepi kasur.
"A-apa yang mau kamu lakukan?" Joe tergagap, menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.